Advertisement
Source : Pexels/bongkarn thanyakij

Kumpulan Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman Singkat dan Lucu

Jika kamu sedang mencari contoh teks anekdot menyindir teman singkat dan lucu. Maka kamu harus membaca contoh anekdot pada artikel ini hingga selesai

11 September 2025 Zuly Kristanto

Contoh Teks Anekdot Menyindir 2

Saya punya teman yang bernama Anjar. Ia kurang disukai oleh teman-temannya karena memiliki sifat sok tahu dan tidak ingin dilampaui oleh yang lain. Pokoknya ia harus yang nomor satu.

Suatu hari saya dan teman-teman saya sedang ngobrol tentang rencana nonton pagelaran wayang kulit pada akhir pekan nanti.

Ketika kami sedang mengobrol tiba-tiba Anjar datang dan ikut nimbrung. Lalu dengan wajah yang tanpa dosa Anjar mengatakan kalau dalang yang akan saya tonton pagelaran wayang kulitnya akhir pekan nanti itu tidak bagus.

Menurut Anjar, dalang yang akan saya tonton ini dalam pagelarannya sering keluar pakem dan terlalu modern. Sehingga nilai-nilai kearifan luhurnya tidak terasa lagi.

“Kalau menurutku lebih baik nonton pagelarannya dalang-dalang senior. Ceritanya lebih bagus,” kata Anjar.

“Iya, soalnya jam terbang juga memberikan pengaruh besar bagi profesi dalang. semakin banyak jam terbangnya, semakin matang seorang dalang,” kata teman saya lain.

“Daripada menonton dalang yang kalian lihat itu, mending nonton wayangannya Ki Narto Sabdo.”

“Hlo, memangnya dalam waktu dekat ini Ki Narto Sabdo mau mengadakan pagelaran wayang kulit?”

“Kabarnya sih gitu?”

“Wah, kalau yang wayangan Ki Narto Sabdo, saya nggak mau lihat. Takut,” kata teman saya.

“Hlo, kenapa? Bukannya beliau dalang yang hebat?”

“Memang sih. Beliau memang salah satu dalang terhebat. Tapi beliau sudah wafat bertahun-tahun yang lalu. Kalau beliau tanggapan lagi kan serem.”

Seketika Anjar pucat dan pamit pergi. Sepeninggal Anjar kami cekikian bersama.

Contoh Teks Ulasan Cerpen beserta Strukturnya Singkat yang Baik dan Benar

Contoh Teks Anekdot Menyindir 3

Kisah ini terjadi sekitar 12 tahun yang lalu, ketika itu saya masih terdaftar sebagai salah satu mahasiswa di salah satu universitas di kota S.

Ketika sedang leyeh-leyeh santai di depan kontrakan bersama beberapa kawan. Datanglah Saiful dengan membawa seperangkat PS 2.

Ia mengatakan kalau hari ini dia menang taruhan bola, dan uang hasil menang taruhan itu dia gunakan untuk menyewa seperangkat PS 2 selama dia hari.

Setelah sukses menyewa PS 2, Saiful kemudian menantang saya dan kawan-kawan kontrakan main PS 2.

Saiful berujar bahwa siapapun yang dapat menang melawannya dalam bermain PS 2 akan dituruti semua permintaannya.

Usulan Saiful pun kami turuti. Dalam beberapa pertandingan, akhirnya kami dapat mengalahkan Saiful.

Dan sebagai konsekuensi atas kekalahannya, Saiful harus mau diajak makan pecel lele. Saat tahu bahwa konsekuensi atas kekalahannya adalah makan lele.

Saiful mati-matian menolaknya. Saiful menolak ajakan itu bukan karena dia tidak suka makan lele.

Melainkan karena di tempat Saiful ada sebuah pantangan untuk tidak makan lele. Entah apa alasannya saya sendiri sampai sekarang tidak tahu.

“Pokoknya jangan makan lele. Saya takut kualat,” kata Saiful memelas.

“Baik, kami tidak akan mengajakmu makan lele dengan catatan kamu tidak merasa sok jagoan lagi dalam urusan main game. Ingat, di atas kamu masih ada kami.”

“Baik, saya janji. Saya kapok.”

5 Contoh Paragraf Pembuka, Penghubung, dan Penutup yang Baik dan Benar

Saiful nampak lega karena dia tidak harus makan lele yang menjadi pantangan di daerah asalnya yakni Lamongan, Jawa Timur.

Halaman:

Advertisement