34 Lagu Daerah Beserta Asal dan Maknanya Dilengkapi Nama Penciptanya
Adalah sebuah fakta kalau Indonesia memiliki banyak lagu daerah yang menarik dan mengandung makna yang dalam jika didengarkan saksama.
34 Lagu Daerah Beserta Asal dan Maknanya Dilengkapi Nama Penciptanya — Mungkin informasi soal lagu daerah ini pernah kamu pelajari ketika masih duduk di bangku SD.
Dimana kamu disuruh menghafal judul lagu daerah beserta asalnya oleh guru kamu.
Supaya kamu bisa mengingat lagi apa saja rangkaian lagu daerah beserta asal dan maknanya tersebut, Mamikos tuliskan di artikel ini kumpulan lagu daerah beserta asal dan maknanya untuk kamu simak.
Daftar Isi
- Rangkaian Lagu-lagu Daerah Beserta Asal dan Maknanya
- Kumpulan Lagu Daerah Beserta Asal dan Maknanya
- 1. Lagu Daerah Aceh: Bungong Jeumpa (Aceh)
- 2. Lagu Daerah Sumatra Utara: Butet
- 3. Lagu Daerah Sumatra Barat berjudul Ayam Den Lapeh
- 4. Lagu Daerah Riau: Soleram
- 5. Lagu Daerah Kepulauan Riau: Dendang Nelayan
- 6. Lagu Daerah Jambi: Selendang Mayang
- 7. Lagu Daerah Sumatra Selatan: Sayang Selayak
- 8. Lagu Daerah Kepulauan Bangka Belitung: La Berage
- 9. Lagu Daerah Bengkulu: Yo Botoi Botoi
- 10. Lagu Daerah Lampung: Tepui Tepui
- 11. Lagu Daerah DKI Jakarta: Kicir Kicir
- 12. Lagu Daerah Banten: Tong Sarakah
- 13. Lagu Daerah Jawa Barat: Es Lilin
- 14. Lagu Daerah Jawa Tengah: Gambang Suling
- 15. Lagu Daerah Asal Daerah Istimewa Yogyakarta: Suwe Ora Jamu
- 16. Lagu Daerah Jawa Timur: Rek Ayo Rek
- 17. Lagu Daerah Bali: Ratu Anom
- 18. Lagu Daerah Nusa Tenggara Barat: Moree
- 19. Lagu Daerah Nusa Tenggara Timur: Oli Gailaru Marada
- 20. Lagu Daerah Kalimantan Barat: Aek Kapuas
- 21. Lagu Daerah Kalimantan Tengah: Naluya
- 22. Lagu Daerah Kalimantan Selatan yang berjudul Ampar Ampar Pisang
- 23. Lagu Daerah Kalimantan Timur: Indung Indung
- 24. Lagu Daerah Kalimantan Utara: Bebilin
- 25. Lagu Daerah Sulawesi Utara: Manesel
- 26. Lagu Daerah Gorontalo: Hulonthalo Lipu’u
- 27. Lagu Daerah Sulawesi Tengah: Posisani
- 28. Lagu Daerah Sulawesi Barat: Tenggang Tenggang Lopi
- 29. Lagu Daerah Sulawesi Selatan: Ana’ Kakung
- 30. Lagu Daerah Sulawesi Tenggara: Peia Tawa Tawa
- 31. Lagu Daerah Maluku: Nona Manis Siapa yang Punya
- 32. Lagu Daerah Maluku Utara: Borero
- 33. Lagu Daerah Papua: Yamko Rambe Yamko
- 34. Lagu Daerah Papua Barat: Sajojo
Rangkaian Lagu-lagu Daerah Beserta Asal dan Maknanya

Meskipun lagu-lagu daerah tersebut populer, namun penciptanya seringkali tidak diketahui.
Demi menjaga eksistensi serta kelestariannya, mari simak lagi beberapa kumpulan lagu daerah Indonesia yang berhasil Mamikos rangkum berikut ini.
Kumpulan Lagu Daerah Beserta Asal dan Maknanya
Di bawah ini adalah rangkaian lagu daerah berikut asalnya yang berhasil Mamikos himpun dari berbagai sumber. Di antaranya adalah:
1. Lagu Daerah Aceh: Bungong Jeumpa (Aceh)
Lagu daerah berjudul Bungong Jeumpa ini berasal dari Aceh. Lagu daerah tersebut memiliki makna cerita tentang bunga cempaka yang sangat indah yang tumbuh di Provinsi Aceh.
Berdasarkan ikhtisar raja dari Kerajaan Jeumpa yang tertuang dalam hikayat, lagu daerah Bungong Jeumpa konon ditulis oleh Ibraham Abduh.
2. Lagu Daerah Sumatra Utara: Butet
Lagu daerah Butet ini cukup populer dan berasal dari Sumatera Utara. Kata ‘Butet’ memiliki makna anak perempuan.
Lagu daerah satu ini memiliki makna cerita tentang pesan rindu seorang ayah kepada anak perempuannya saat dirinya sedang ada di medan perang.
3. Lagu Daerah Sumatra Barat berjudul Ayam Den Lapeh
Lagu daerah berikutnya yang ada di daftar Mamikos adalah lagu Sumatra Barat berjudul Ayam Den Lapeh. Makna yang terkandung dari lagu ini tentang sebuah imbauan kita agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.
4. Lagu Daerah Riau: Soleram
Soleram merupakan lagu daerah yang berasal dari Riau dan memiliki makna sebuah nasihat terkait adat istiadat dan agama agar selalu dijaga dengan baik selamanya.
5. Lagu Daerah Kepulauan Riau: Dendang Nelayan
Lagu daerah Dendang Nelayan ini berasal dari Kepulauan Riau. Lagu daerah dari Kepulauan Riau tersebut mengisahkan tentang kehidupan nelayan yang berlayar di luasnya lautan.
Lagu yang masih menggunakan bahasa Melayu ini dinyanyikan dengan tempo lambat nan syahdu.
Halaman:

