Lebaran Tahun 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa, Apakah NU dan Muhammadiyah Sama?
Sudah tahu belum Idulfitri 1447 H jatuh pada tanggal berapa? Apakah tahun ini akan ada perbedaan? Temukan jawabannya di artikel ini, ya.
Jika hilal berhasil terlihat dengan mata telanjang atau alat bantu optik, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai Hari Raya Idulfitri. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka Ramadan dilengkapi menjadi 30 hari.
Proses rukyat ini tidak dilakukan sembarangan, lho, tetapi melibatkan tim ahli dan dipantau langsung oleh Kementerian Agama RI.
Keputusan akhirnya kemudian ditetapkan dalam sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk NU.
Metode Muhammadiyah Menggunakan Hisab
Berbeda dengan NU, Muhammadiyah lebih mengandalkan metode hisab atau perhitungan astronomi. Metode hisab akan menghitung posisi bulan secara matematis tanpa memerlukan observasi langsung.
Hisab dianggap lebih praktis dan akurat, terutama dengan perkembangan teknologi astronomi modern.
Oleh sebab itu, Muhammadiyah sering kali dapat mengumumkan kapan Idulfitri akan jatuh jauh bahkan sebelum Ramadan dimulai.
Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran
Perbedaan metode ini berpotensi menyebabkan perbedaan tanggal Lebaran antara NU dan Muhammadiyah.
Jika hilal tidak terlihat saat proses rukyat, sementara hasil hisab telah menunjukkan posisi bulan yang cukup tinggi untuk masuk ke tanggal baru, maka kemungkinan besar NU dan Muhammadiyah menetapkan tanggal yang berbeda.
Meskipun demikian, baik metode rukyat maupun hisab sama-sama memiliki landasan yang sahih dalam syariat Islam.
Lalu, pemerintah yang diwakili oleh Kemenag menggunakan metode apa untuk menentukan Idulfitri?
Jawabannya adalah keduanya. Dilansir dari laman kemenag.go.id sesuai dengan fatwa MUI, pemerintah menggunakan hisab dan rukyat.
Metode rukyat hilal akan diterapkan pada tanggal 29 Hijriah untuk melaksanakan contoh Rasul (ta’abudi). Agar rukyat akurat, maka selanjutnya dilakukan dengan hasil hisab dan kemudian keputusan akhir akan ditentukan dalam sidang isbat.
Sidang isbat adalah forum musyawarah umat islam dalam menentukan awal bulan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah.
Lebaran Tahun 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa?
Nah, dari penjelasan metode penetapan dan potensi perbedaan Lebaran Muhammadiyah dan NU, kira-kira ada perbedaan tidak, ya, untuk tahun 2026 ini?
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dikeluarkan sejak 1 Muharram 1447 H, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan pada 18 Februari 2026.
Oleh karena itu, Lebaran atau Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H diperkirakan akan jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026.
Metode hisab yang digunakan pun menunjukkan bahwa hilal akan terlihat pada malam sebelum tanggal tersebut, sehingga puasa akan genap selama 29 hari.
Di sisi lain, NU yang menggunakan metode rukyat masih akan menunggu hasil pengamatan hilal di berbagai titik pemantauan pada tanggal 29 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 nanti.
Jika hari itu hilal sudah terlihat, maka Lebaran akan jatuh pada 20 Maret 2026, tetapi jika tidak terlihat, puasa akan genap menjadi 30 hari sehingga Lebaran kemungkinan jatuh pada 21 Maret 2026.
Jadwal Libur Lebaran 2026
Setelah mengetahui Lebaran tahun 2026 jatuh pada tanggal berapa, tentunya informasi mengenai libur dan cuti bersama juga diperlukan.
Mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, pemerintah telah menetapkan jadwal resmi libur Lebaran sebagai berikut:
- Hari Raya Idulfitri 1447 H: Sabtu, 21 Maret 2026 (libur nasional)
- Cuti Bersama Lebaran: Jumat, 20 Maret 2026 serta Senin, 23 Maret 2026, dan Selasa, 24 Maret 2026,
Halaman:

