Link Pengumuman Hasil Seleksi SNBP 2026/2027, Kamu Lulus?
Sebentar lagi, hasil skema seleksi SNBP 2026 akan diumumkan. Kamu bisa simak informasi selengkapnya terkait link pengumuman SNBP 2026 dalam artikel ini.
Pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) telah resmi ditutup pada Rabu, 18 Februari 2026 pukul 15.00 WIB.
Kini, peserta tinggal menunggu hasil SNBP diumumkan. Temukan informasi lebih lengkap seputar pengumuman hasil SNBP 2026 di bawah ini. 📖😊✨
Daftar Isi
Link Pengumuman Seleksi SNBP 2026

Pendaftaran seleksi SNBP 2026 secara resmi sudah ditutup sejak 18 Februari 2026 lalu.
Menurut situs resmi SNPMB, pengumuman hasil seleksi SNBP 2026 dapat dilihat pada 31 Maret 2026.
Hasil SNBP 2023 akan diumumkan secara resmi pada portal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) melalui link pengumuman hasil seleksi SNBP https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/.
Informasi Terbaru Pengumuman Hasil Seleksi SNBP 2026
SNBP adalah skema seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia yang pertama kali dibuka. Sebelumnya, skema seleksi ini dikenal dengan istilah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi).
Sama seperti namanya, SNBP dilakukan dengan mempertimbangkan prestasi calon mahasiswa dari nilai rapor, portofolio, dan pencapaian-pencapaian lainnya.
Berbeda dari SNMPTN, prestasi yang dimaksud dalam seleksi ini tidak hanya yang bersifat akademik saja, namun juga non-akademik.
Dalam SNBP, calon mahasiswa harus memiliki prestasi akademik minimal 50% dari bobot keseluruhan penilaian.
Sementara, untuk prestasi non-akademik (minat dan bakat) dihitung maksimal 50%. Komposisi persentase ini dapat diatur kembali berdasarkan kebijakan masing-masing PTN dengan total 100%.
Berikut ini pembahasan link pengumuman hasil seleksi SNBP 2026.
Apa yang dimaksud dengan SNBP?
SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) adalah salah satu skema seleksi masuk PTN yang pertama dibuka oleh tim persiapan SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) tahun 2023.
Skema seleksi ini merupakan pengganti SNMPTN yang diselenggarakan di tahun-tahun sebelumnya.
Sebenarnya, skema SNBP tidak jauh berbeda dengan SNMPTN. Namun tak sseperti pada SNMPTN, SNBP tidak hanya melakukan penilaian berdasarkan nilai rapor saja.
Ada dua komponen penilaian dalam SNBP, yakni nilai rapor seluruh mata pelajaran dengan bobot penilaian paling sedikit 50% dan nilai dari 2 mata pelajaran pendukung.
Jika dibandingkan dengan SNMPTN, komponen pertama penilaian SNBP tentu memiliki perbedaan yang mencolok.
Mengingat SNBP membutuhkan seluruh nilai mata pelajaran di rapor, sedangkan SNMPTN dulunya hanya membutuhkan nilai mata pelajaran menyesuaikan dengan penjurusan sekolah saja.
Misalnya, kamu merupakan siswa jurusan IPA, maka nilai rata-rata rapor yang dulunya dibutuhkan untuk SNMPTN adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematiak, Biologi, Fisika dan Kimia saja.
Untuk komponen penilaian SNBP yang kedua, SNBP butuh nilai dari dua mata pelajaran pendukung.
Nah, dua mata pelajaran pendukung yang dimaksud adalah jumlah paling banyak, sedangkan mata pelajaran pendukung yang dimaksud adalah mata pelajaran yang mendukung jurusan kuliah yang dipilih calon mahasiswa di perguruan tinggi.
Khusus untuk nilai dua mata pelajaran pendukung ini akan ditentukan oleh Kemendikbud.
Selain mencakup nilai dua mata pelajaran pendukung, komponen kedua dalam penilaian skema seleksi SNBP juga akan mencakup portofolio ataupun prestasi lainnya.
Calon mahasiswa bisa menyertakan sertifikat dan prestasi relevan yang dimiliki guna menambah bobot penilaian dalam SNBP. Diketahui, komponen kedua ini memiliki bobot penilaian paling banyak adalah 50%.
SNBP dan SNMPTN juga memiliki perbedaan terkait kewenangan PTN untuk menentukan komposisi persentase antara komponen penilaian pertama dan kedua.
Dalam SNBP, PTN memiliki kewenangan untuk menaikkan bobot penilaian pada komponen pertama menjadi 75%. Hal ini diperbolehkan saja dengan catatan persentase akhirnya masih tetap 100%.
Tak hanya itu saja, kini SNBP juga memperbolehkan calon mahasiswa untuk bisa lintas jurusan.
Halaman:



