Macam Nama Rumah Adat Sunda, Penjelasan dan Gambarnya

Macam Nama Rumah Adat Sunda, Penjelasan dan Gambarnya – Sunda adalah sebuah wilayah yang terletak di bagian barat Pulau Jawa. Daerah ini pertama kali muncul pada abad ke-9 Masehi. Hal itu tercatat pada prasasti yang ditemukan di Kebon Kopi, Bogor.

Hingga saat ini, Sunda tidak hanya menjadi sebuah daerah di Jawa Barat. Namun, juga menjadi suatu suku yang termasuk dalam keberagaman dan kebudayaan Indonesia. Suku Sunda merupakan salah satu golongan (suku) yang terbesar di Indonesia dan bermukim di bagian barat Jawa.

Suku Sunda sampai hari ini masih menjaga, melestarikan, dan mewariskan kebudayaannya dengan baik. Salah satu di antara kebudayaan itu adalah rumah adat. Rumah adat Sunda terkenal dengan ciri khasnya yang beragam dan juga kerap digunakan sebagai suatu inspirasi. Rumah adat Sunda memang identik dengan Suku Sunda, tetapi bukan berarti yang wajib melestarikannya hanya mereka saja. Oleh karena itu, berikut Mamikos akan berikan informasi seputar rumah adat Sunda.

Rumah Adat Sunda dan Gambarnya

ekspektasia.com

Pada dasarnya, rumah adat dari Suku Sunda ini berbentuk rumah panggung. Meskipun begitu, tingginya tidak sampai sama dengan rumah adat dari daerah Sumatera. Di mana rumah adat Sunda hanya memiliki ketinggian setidaknya 0,5 hingga 1 meter di atas permukaan tanah. Namun, untuk rumah adat Sunda yang kuno ada yang tinggi panggungnya mencapai 1,5 meter. Sangat jarang sekali rumah adat Sunda yang demikian itu ditemui.

Terdapat 8 nama rumah adat Sunda yang akan Mamikos bahas pada kesempatan kali ini. Kedelapan rumah adat ini tentunya memiliki bentuk-bentuk dan ciri yang berbeda-beda. Berikut adalah nama-nama rumah adat Sunda lengkap dengan penjelasan dan gambarnya. 

1. Rumah Adat Sunda – Julang Ngapak

ruangarsitek.id

Rumah adat Sunda yang pertama dikenal dengan sebutan Julang Ngapak. Julang Ngapak sendiri memiliki arti yaitu, burung yang tengah mengepakkan sayapnya. Diberi nama Julang Ngapak karena atap rumah yang posisinya cenderung lebih melebar ke sisi samping. Hal itu identik dengan burung yang sedang mengepakkan sayapnya.

Ciri khas dan keunikan dari rumah adat Julang Ngapak dapat terlihat sangat jelas dari bentuk arsitektur bangunannya. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga cukup unik. Atapnya terdiri dari bahan alang-alang, ijuk, serta daun rumbia. Lalu, bagian dinding dan kerangkanya tersusun atas campuran kayu dan bambu. Rumah adat Sunda Julang Ngapak bisa ditemui di daerah Tasikmalaya dan Kuningan.  

2. Rumah Adat Sunda – Capit Gunting

nesabamedia.com

Rumah adat Sunda Capit Gunting memiliki nama yang cukup unik. Pengambilan nama unik tersebut didasarkan dari bentuk atapnya. Sebab, rumah adat Sunda yang satu ini memiliki bentuk atap yang menyerupai huruf X atau seperti gunting.

Tidak hanya dari bentuknya yang menyerupai benda atau salah satu huruf, tetapi atap rumah ini terbilang cukup tinggi. Bahan-bahan yang digunakan untuk bagian atasnya adalah dedaunan kering. Tujuan penggunaan daun kering itu untuk menjaga suhu di dalam rumah agar tetap sejuk dan panas yang masuk tidak terlalu menyengat.

Capit Gunting merupakan rumah adat Sunda yang dapat dibilang cukup kuno. Oleh karena itu, kehadirannya saat ini semakin jarang ditemui. Namun, di daerah Tasikmalaya masih ada beberapa bangunan rumah adat ini.

3. Rumah Adat Sunda – Buka Pongpok

bagasblogassress.blogspot.com

Rumah adat Sunda berikutnya memiliki keunikan karena bagian pintu masuknya yang sejajar dengan salah satu ujung bagian atap. Selain itu, Buka Pongpok adalah rumat adat yang lebih sederhana bila dibandingkan dengan jenis rumah adat Sunda yang lain. Hal itu dikarenakan rumah adat ini memiliki bagian atau sisi samping yang berbentuk miring mendatar. Itulah mengapa jika dilihat dari bagian depannya hanya bisa terlihat atapnya saja.

Bahan yang digunakan untuk pondasi Buka Pongpok, yaitu kayu. Sedangkan, untuk dindingnya sendiri terdiri dari anyaman bambu dan bambunya berupa genteng yang dibuat menggunakan tanah liat.

4. Rumah Adat Sunda – Jubleg Nangkub

orami.co.id

Jubleg Nangkub adalah rumah adat Sunda yang juga memiliki ciri khasnya sendiri. Rumah ini memiliki atap yang bentuknya bertingkat. Selain itu, rumah ini juga disusun dengan menggunakan bambu-bambu yang berukuran besar untuk dindingnya.

Kemudian, Jubleg Nangkub sebagai rumah adat Sunda juga memiliki filosofi tersendiri. Adapun filosofinya adalah sebagai suatu simbol dari kepribadian masyarakat yang memiliki sifat ramah, sopan, dan bersahaja. Selain itu, rumah ini menjadi lambang untuk tanah yang subur indah dan makmur. Jubleg Nangkub dapat ditemui di daerah Sumedang.

5. Rumah Adat Sunda – Jolopong

freedomsiana.id

Berikutnya adalah rumah adat Sunda yang dikenal dengan nama Jolopong. Rumah ini memiliki ciri khas pada bagian atapnya, yaitu bentuknya yang menyerupai pelana panjang. Lalu, nama Jolopong sendiri merujuk pada ruangan bagian dalam teras rumah yang tidak diisi oleh perabotan atau dibiarkan kosong saja. Namun, saat menerima tamu barulah digelar alas duduk (tikar) pada ruangan tersebut.

Ada beberapa ruangan pada rumah adat Jolopong ini, di antaranya adalah emper atau teras, tengah imah atau ruang tengah, pankeh atau kamar, dan pawon atau dapur. Kini, rumah ini masih banyak dijumpai di daerah Garut.

6. Rumah Adat Sunda – Badak Heuay

rimbakita.com

Rumah adat Sunda yang satu ini seringkali dijumpai saat berkunjung ke daerah Sukabumi. Nama Badak Heuay sendiri merujuk dari bentuk atapnya yang menyerupai hewan badak yang tengah menguap. Sedangkan, dalam bahasa Sunda sendiri, Badak Heuay artinya badak yang menguap.

Badak Heuay tersusun dari kayu sebagai bahan utama untuk bagian lantai dan pada dindingnya. Sedangkan, pada bagian atapnya menggunakan genteng yang terbuat dari tanah liat. Bagian atapnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu atap besar dan atap kecil. Atap besar berfungsi untuk bagian belakang rumah, sedangkan atap kecil untuk bagian depan rumah. Penggunaan dua jenis atap ini dimaksudkan agar rumah Badak Heuay tidak terlihat simetris.

7. Rumah Adat Sunda – Tagog Anjing

polarumah.com

Rumah adat yang satu ini memiliki penamaan yang cukup unik, yaitu Tagog Anjing . Selipan nama hewan pada rumah adat ini bukannya tanpa maksud, karena hal itu didasarkan dari pemikiran masyarakat Sunda. Menurut masyarakat Sunda, bentuk rumah adat ini hampir serupa dengan anjing ketika sedang dalam posisi duduk atau jongkok.

Tagog Anjing memiliki bentuk yang cukup berbeda dengan rumah adat Sunda lainnya. Sebab, rumah ini berbentuk panggung yang tidak tinggi. Adapun, cirinya adalah berbentuk persegi panjang yang dibangun sampai ke belakang rumah.

Kemudian, untuk atap rumahnya berbentuk menyambung satu sama lain. Itu berfungsi sebagai pelindung rumah dari sinar matahari langsung. Jika hendak menjumpai rumah adat ini dapat mengunjungi daerah Garut.

8. Rumah Adat Sunda – Perahu Kumerab

carakus.com

Terakhir, ada rumah adat Sunda Perahu Kumerab. Rumah adat yang satu ini memiliki bentuk bangunan yang serupa dengan namanya, yaitu perahu. Kemiripannya dengan perahu itu dapat terlihat pada bagian atapnya. Namun, perahu yang dimaksudkan di sini adalah perahu dengan posisi terbalik.

Rumah Perahu Kumureb memiliki keunikan tidak hanya pada bagian atapnya saja, tetapi juga pada badan rumah itu sendiri. Di mana bentuk yang digunakan adalah trapesium untuk sisi depan dan belakang. Sedangkan, untuk bagian kanan dan kiri rumah menerapkan bentuk segitiga. Rumah adat yang satu ini masih umum ditemui pada daerah Ciamis, Garut, dan Tasikmalaya. 

Tarian Khas Suku Sunda

Kesenian Suku Sunda yang hingga hari ini masih terjaga keberadaannya tidak hanya rumah adat saja. Namun, ada juga kebudayaan khas Sunda lainnya. Salah satu di antaranya adalah ragam tarian khas Suku Sunda. Berikut adalah tarian khas Suku Sunda:

  1. Tari Jaipong
  2. Tari Rempak Gendang
  3. Tari Wayang
  4. Tari Topeng
  5. Tari Topeng Priangan
  6. Tari Topeng Kuncaran
  7. Tari Topeng Babakan

Alat Musik Tradisional Sunda

Orang Sunda dikenal dengan musik dan lagunya yang teduh dan juga merdu. Salah satu sebabnya adalah adanya keselarasan atau kesepahaman antara musik  dan puisi yang mirip dengan cerita rakyat Jawa Barat. Lalu, dengan bahasa Sunda membuat syair-syair pada lagu-lagu itu menjadi kian indah. Keindahan lagu itu turut didukung juga dengan alat musik tradisional yang telah ada sejak zaman kerajaan.

Berikut adalah alat music khas etnis Sunda:

  1. Angklung
  2. Suling
  3. Calung
  4. Kecapi
  5. Rebab
  6. Jentereng
  7. Karinding
  8. Arumba
  9. Jengglong
  10. Celempung 

Nah, itu tadi rumah adat suku Sunda lengkap dengan penjelasan dan gambarnya. Selain itu, Mamikos juga berikan informasi seputar tarian tradisional Jawa Barat dan alat musik khas Suku Sunda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu, ya.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta