Advertisement
Source : pexels.com/mammiya

3 Macam Perpindahan Kalor, Konduksi, Konveksi dan Radiasi pada Materi Fisika Kelas 11

Perpindahan kalor ada tiga jenis yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Yuk pahami Macam Perpindahan Kalor agar tidak tertukar.

21 Januari 2026 Nadia Kamila

Contoh konduksi yang mudah kamu temui adalah saat kamu mengaduk teh panas menggunakan sendok logam. Awalnya, bagian sendok yang menyentuh teh menjadi panas lebih dulu. Setelah beberapa saat, panas merambat ke bagian pegangan sendok, sehingga tanganmu ikut merasakan panas. 

Contoh lainnya adalah gagang panci yang ikut panas saat panci dipakai memasak. Karena itulah, banyak gagang panci dibuat dari bahan yang tidak mudah menghantarkan panas.

Dalam kehidupan sehari-hari, bahan yang mudah menghantarkan panas disebut konduktor. 

Contoh konduktor adalah:

  • Besi
  • Aluminium
  • Tembaga

Bahan-bahan ini cepat terasa panas. Sebaliknya, bahan yang sulit menghantarkan panas disebut isolator. Contoh isolator adalah kayu, plastik, kain, dan karet. Bahan isolator sering digunakan sebagai pegangan alat masak atau pelapis agar tangan tidak terkena panas secara langsung.

Kecepatan konduksi dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti:

  • Jenis bahan
  • Ketebalan benda
  • Luas permukaan yang bersentuhan
  • Perbedaan suhu. 

Semakin baik suatu bahan dalam menghantarkan panas, maka semakin cepat pula kalor berpindah. 

Jawaban Mengapa Bunyi Tidak Dapat Merambat di Ruang Hampa? Cek Penjelasannya

Macam Perpindahan Kalor 2: Konveksi 

Konveksi adalah macam perpindahan kalor yang terjadi karena aliran zat, baik zat cair maupun gas. Berbeda dengan konduksi yang hanya memindahkan energi panas, konveksi memindahkan kalor bersamaan dengan perpindahan partikel zatnya.

Karena itulah, konveksi hanya terjadi pada fluida, yaitu zat yang dapat mengalir seperti air dan udara.

Konveksi terjadi karena adanya perbedaan suhu yang menyebabkan perbedaan massa jenis. Bagian zat yang menerima kalor akan menjadi lebih panas, lalu massa jenisnya menurun sehingga bergerak naik. 

Sementara itu, bagian zat yang lebih dingin memiliki massa jenis lebih besar sehingga bergerak turun. Pergerakan naik dan turun ini membentuk arus yang membawa kalor berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Contoh konveksi yang paling mudah adalah

1. Air yang dipanaskan hingga mendidih

Saat air dipanaskan dari bawah, air di bagian bawah menerima kalor lebih dulu sehingga suhunya naik. Air yang panas bergerak ke atas, sedangkan air yang lebih dingin turun ke bawah. Akibatnya, air di dalam panci berputar dan panas menyebar rata. Proses inilah yang membuat air akhirnya mendidih.

Konveksi juga terjadi pada udara. Misalnya, ketika kamu menyalakan api atau kompor, udara di sekitar api menjadi lebih panas lalu bergerak naik. Itulah sebabnya asap cenderung naik ke atas. 

2. Angin darat dan angin laut.

Pada siang hari, daratan lebih cepat panas dibanding laut. Udara di atas daratan menjadi panas dan naik, lalu udara yang lebih sejuk dari laut bergerak menuju daratan. Sebaliknya, pada malam hari, daratan lebih cepat dingin sehingga arah angin bisa berubah.

Selain konveksi yang terjadi secara alami, ada juga konveksi paksa, yaitu konveksi yang dibantu alat. Contohnya adalah kipas angin dan AC. Kipas angin tidak membuat udara menjadi dingin, tetapi membantu mempercepat perpindahan kalor dari tubuh ke udara sehingga tubuh terasa lebih sejuk.

Macam Perpindahan Kalor 3: Radiasi 

Radiasi adalah macam perpindahan kalor yang terjadi melalui pancaran energi, tanpa memerlukan zat perantara. Artinya, kalor dapat berpindah meskipun tidak ada udara, air, atau benda padat sebagai media penghantar. 

Radiasi berbeda dari konduksi dan konveksi karena perpindahan kalor terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik, bukan melalui sentuhan langsung atau aliran zat.

Contoh radiasi yang paling mudah dipahami adalah panas matahari. Matahari berada sangat jauh dari bumi, dan ruang angkasa hampir tidak memiliki udara. Namun, energi panas dari matahari tetap bisa sampai ke permukaan bumi. 

Halaman:

Advertisement