Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap – Salah satu mata pelajaran wajib yang harus dikuasai siswa kelas 10 adalah mata pelajaran geografi.

Di sini kamu perlu tahu bahwa geografi merupakan mata pelajaran yang didalamnya mempelajari tentang bentang alam.

Apabila kamu ingin tahu lebih lanjut seperti apa pelajaran geografi itu, kamu dapat menyimak artikel di bawah ini sampai selesai.

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap

pixabay/piviso

Di bawah ini merupakan materi geografi kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2.

Materi Geografi Semester 1

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 Bab 1

Materi geografi kelas 10 bab 1 berisi tentang pengetahuan dasar tentang pelajaran geografi.

Bagi yang belum tahu, geografi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai objek, peristiwa dan segala yang berada di seluruh permukaan bumi baik yang berupa objek kebendaan maupun manusia.

Objek yang dipelajari dalam geografi meliputi bentang alam fisik, seperti atmosfer dan litosfer, dan bentang lahan budaya, seperti geografi sosial dan kota.

Nah, ilmu geografi sendiri dapat dibagi menjadi sejumlah prinsip. prinsip-prinsip yang merupakan bagian dari ilmu geografi yaitu:

  • Prinsip interelasi: hubungan antara manusia dengan alam
  • Prinsip deskripsi: memberikan gambaran antara manusia dengan alam
  • Prinsip penyebaran: peristiwa geografi tidak tersebar merata di permukaan bumi
  • Prinsip kronologi: prinsip persebaran, deskripsi serta interelasi yang terpadu

Kemudian, dalam melakukan penelitian geografi kamu dapat memakai beberapa pendekatan geografi yang terdiri dari:

1. Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)

Fokus: Meneliti pola distribusi fenomena geografis dan analisis ruang sebagai unit utama.

Contoh Aplikasi: Pemetaan distribusi populasi, analisis pola urbanisasi, dan pemahaman pola aliran sungai.

2. Pendekatan Kelingkungan atau Ekologis (Environmental Approach)

Fokus: Meneliti interaksi antara manusia dan lingkungan fisik.

Contoh Aplikasi: Analisis dampak perubahan iklim terhadap pola pertanian, kajian ekosistem dan konservasi sumber daya alam.

3. Pendekatan Regional (Regional Approach)

Fokus: Memeriksa pola dan karakteristik suatu wilayah tertentu.

Contoh Aplikasi: Studi tentang perkembangan ekonomi suatu wilayah, analisis pola migrasi di tingkat regional.

5. Pendekatan Sistem (System Approach)

Fokus: Memandang fenomena geografis sebagai sistem yang terdiri dari unsur-unsur yang saling terkait.

Contoh Aplikasi: Analisis keterkaitan antara ekonomi lokal dengan faktor-faktor lingkungan dan sosial.

6. Pendekatan Struktural (Structural Approach)

Fokus: Menekankan pada struktur dan pola organisasi dalam suatu wilayah atau masyarakat.

Contoh Aplikasi: Studi tentang struktur sosial di perkotaan, analisis pola distribusi kekayaan.

7. Pendekatan Behavioral (Behavioral Approach)

Fokus: Memahami perilaku manusia terhadap lingkungan dan bagaimana interaksi tersebut membentuk pola geografis.

Contoh Aplikasi: Analisis perilaku konsumen terhadap penggunaan lahan, studi mobilitas penduduk.

8. Pendekatan Kuantitatif (Quantitative Approach)

Fokus: Menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis dan mengukur fenomena geografis.

Contoh Aplikasi: Penggunaan data statistik untuk mengukur distribusi populasi, analisis pola pertumbuhan ekonomi.

9. Pendekatan Kualitatif (Qualitative Approach)

Fokus: Menggunakan metode kualitatif seperti wawancara, observasi, dan analisis teks untuk memahami aspek-aspek subjektif fenomena geografis.

Contoh Aplikasi: Studi tentang persepsi masyarakat terhadap perubahan lingkungan, analisis naratif sejarah suatu wilayah.

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 Bab 2

Selanjutnya, materi geografi kelas 10 kurikulum merdeka bab 2 memiliki sejumlah poin penting tentang pengetahuan dasar tentang penginderaan jauh, pemetaan, dan SIG.

Peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang pembuatannya harus sesuai dengan penampakan muka bumi yang dilihat dari atas dan kemudian diperkecil dengan skala tertentu.

Peta adalah representasi grafis dari permukaan bumi dan terdiri dari beberapa komponen penting yang keberadaannya wajib dimiliki suatu peta.

Adapun komponen tersebut meliputi judul peta, garis tepi yang membentuk batas peta, garis koordinat atau astronomi untuk menentukan posisi, simbol sebagai representasi objek di permukaan bumi.

Selain itu terdapat pula legenda yang memberikan keterangan tentang simbol-simbol, inset (peta kecil di dalam peta utama), skala sebagai rasio jarak pada peta dengan jarak asli di bumi, orientasi yang memberikan petunjuk arah, dan informasi tentang sumber data serta tahun pembuatan peta.

Semua komponen ini bekerja bersama untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang informasi yang disajikan oleh peta.

Peta dapat dikelompokkan berdasarkan skala menjadi peta kadaster, peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, dan peta skala geografis.

Proyeksi peta yang tepat sangat penting, dan ada tiga aspek yang harus diperhatikan adalah conform (mempertahankan sudut dan bentuk sesuai aslinya), equidistance (jarak sesuai dengan jarak sebenarnya jika dikali skala), dan equivalen (luas sesuai dengan luas sebenarnya jika dikali skala).

Penginderaan jauh menggunakan alat perekam atau sensor berbasis gelombang elektromagnetik untuk mendapatkan informasi tentang suatu daerah, objek, atau fenomena.

Hal ini memudahkan untuk proses analisis permukaan bumi dan memberikan data yang diperlukan untuk membuat peta yang akurat.

Komponen Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh melibatkan berbagai komponen yang bekerja bersama untuk mengumpulkan informasi tentang permukaan bumi.

Energi

Sumber Energi Aktif: Cahaya buatan dari sensor seperti radar atau lidar.

Sumber Energi Pasif: Cahaya alami dari matahari yang dipantulkan atau dipancarkan oleh objek di permukaan bumi.

Atmosfer

Atmosfer bumi memengaruhi interaksi energi elektromagnetik, termasuk cahaya, dengan objek di permukaan bumi.

Objek

Biosfer: Komponen hidup atau organisme seperti tanaman, hewan, dan manusia.

Atmosfer: Komponen gas di sekitar bumi.

Litosfer: Lapisan padat di permukaan bumi termasuk tanah, batuan, dan struktur geologis lainnya.

Hidrosfer: Komponen air seperti sungai, danau, dan lautan.

Wahana

Pesawat Terbang Rendah sampai Medium: Digunakan untuk penginderaan jauh skala kecil hingga menengah.

Pesawat Terbang Tinggi: Digunakan untuk penginderaan jauh skala besar.

Satelit: Kendaraan antariksa yang mengorbit bumi dan membawa sensor untuk mengumpulkan data.

Sensor

Sensor Fotografik: Mencatat gambar menggunakan cahaya dan lensa, seperti kamera konvensional.

Sensor Non-fotografik: Mencatat informasi menggunakan teknologi lain seperti radar, lidar, dan sensor termal.

Perolehan Data

Proses pengumpulan data melalui sensor yang terpasang pada wahana penginderaan jauh.

Pengguna Data

Orang atau lembaga yang menggunakan informasi yang diperoleh dari penginderaan jauh untuk berbagai tujuan, seperti pemetaan, pemantauan lingkungan, atau analisis geografis.Rangkuman Geografi Kelas 10 Semester 2

Rangkuman materi geografi kelas 10 semester 2 mencakup materi bab 3 sampai bab 6 mengenai dinamika planet bumi, dinamika litosfer hingga dinamika hidrosfer.

Materi pembahasan ini sangat penting dalam ilmu geografi, bahkan menjadi dasar dari cabang pembahasan geografi lebih lanjut.

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 1 Bab 3

Dalam bab ini kamu akan mempelajari tentang dinamika planet bumi yang sejauh ini dinyatakan sebagai satu-satunya planet di tata surya yang memiliki kehidupan.

Bukan itu saja, dalam bab ini kamu akan mempelajari beberapa teori yang memberikan penjelasan tentang bagaimana terbentuknya tata surya.

Beberapa teori pembentukan tata surya yang akan kamu pelajari dalam bab ini antara lain adalah teori pasang surut gas, teori ledakan besar, teori kabut nebula, dan teori bintang kembar.

Bumi yang merupakan salah satu bagian dari tata surya rupanya tidak langsung memiliki kehidupan setelah tata surya terbentuk.

Nah, dalam materi ini kamu akan mempelajari bagaimana kehidupan di bumi ini bermula dan bagaimana kondiri awal permukaan bumi.

Para ahli memiliki beberapa teori tentang penciptaan permukaan bumi antara lain adalah Teori Kontraksi dan Pemuaian, Teori Dua Benua, Teori Pengapungan Benua, Teori Konveksi, dan yang terakhir Teori Lempeng Tektonik.

Setelah permukaan bumi terbentuk, barulah kehidupan di bumi baru dimulai.

Kehidupan di bumi menurut para ahli dibagi menjadi beberapa periode yakni periode arkaekum, periode paleozoikum, periode mesozoikum, dan periode neozoikum.

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 2

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 2 Bab 4

Rangkuman dalam bab selanjutnya adalah bab tentang Litosfer, sebagai bagian kerak bumi, terdiri dari batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan atau metamorf dengan ketebalan sekitar 1.200 km.

Litosfer bersifat dinamis dan mengalami pergerakan oleh tenaga endogen dan eksogen. Batuan penyusunnya mencakup batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan atau metamorf.

Pergerakan litosfer, yang disebabkan oleh tenaga endogen dan eksogen, menghasilkan peristiwa seperti gempa bumi, gunung meletus, dan abrasi.

Gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi, gunung meletus melibatkan pelepasan material panas dari dalam bumi, dan abrasi adalah pengikisan permukaan bumi oleh air, angin, atau es.

Selain membentuk bentuk lahan seperti lembah, ngarai, atau pantai, dinamika litosfer juga dapat berdampak signifikan terhadap kehidupan sekitar dan memerlukan pemahaman mendalam untuk mitigasi risiko dan pelestarian lingkungan.

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 2 Bab 5

Materi selanjutnya yang dipelajari di bab selanjutnya adalah Dinamika Atmosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan membawa kita menyelami selubung uap yang menyelimuti planet kita yaitu atmosfer.

Atmosfer, tidak hanya bersifat dinamis, melainkan juga tidak berbau, memiliki massa, dan tidak berwarna atau transparan.

Sebagai penjaga setia, atmosfer berperan penting dalam melindungi bumi dari hawa panas matahari dan potensi bahaya dari luar angkasa.

Lapisan atmosfer, seperti lapisan troposfer, menjadi saksi peristiwa iklim yang membentuk karakteristik wilayah.

Tak hanya itu, klasifikasi iklim yang beragam seperti Klasifikasi Iklim Koppen, Iklim Menurut Schmidt-Ferguson, dan lainnya, memberikan wawasan mendalam tentang ragam cuaca yang melingkupi planet ini.

Dengan memahami dinamika atmosfer, kita dapat lebih baik memahami kompleksitas iklim dan dampaknya terhadap kehidupan di bumi yang kita cintai.

Materi Geografi Kelas 10 Kurikulum Merdeka Semester 2 Bab 6

Bab terakhir yang dipelajari dalam pelajaran geografi kelas 10 kurikulum merdeka semester 2 adalah materi tentang dinamika hidrosfer dan pengaruhnya pada kehidupan.

Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer.

Siklus hidrologi merupakan proses pergerakan molekul air (H2O) yang berlangsung secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi.

Siklus hidrologi meliputi beberapa proses, yakni kondensasi, presipitasi, evaporasi, transpirasi, dan penguapan.

Salah satu siklus hidrologi yang bisa kita amati adalah terbentuknya beberapa perairan, yaitu perairan darat dan perairan laut. Jenis perairan darat adalah danau dan sungai.

Sedangkan, jenis perairan laut terbagi menjadi dua, yaitu laut berdasarkan proses terbentuknya dan berdasarkan letaknya.

Selain itu, dalam bab ini kamu juga akan mempelajari pola aliran sungai, mulai dari pola aliran dendritik, trellis, rektangular, parallel, radial sentripetal, radial sentrifugal, anular, dan pinnate.

Demikian informasi mengenai materi geografi kelas 10 yang bisa diberikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta