Materi IPAS Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 beserta Penjelasannya
Mata pelajaran IPAS sendiri mulai diajarkan di bangku kelas 3 SD. Adapun berikut rangkuman materi IPAS kelas 3 SD yang bisa jadi bahan belajar di rumah.
Kini, pelajaran IPA dan IPS telah digabung di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) dan dikenal dengan mata pelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka.
Penggabungan kedua mata pelajaran tersebut dilakukan mengingat anak usia SD cenderung melihat segala sesuatu secara utuh dan terpadu. Pelajaran IPAS ini baru mulai diajarkan di bangku kelas 3 SD.
Tujuannya, agar dapat menguatkan kesadaran siswa terhadap lingkungan sekitarnya, baik dari aspek alam maupun sosial. ππ
Daftar Isi
Berikut Rangkuman Materi IPAS Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka

Seperti yang sudah disebutkan, IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosil) adalah salah satu mata pelajaran Kurikulum Merdeka yang mempelajari ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup, benda mati, dan interaksinya dalam alam semesta ini.
Kurikulum Merdeka sendiri adalah kurikulum terbaru pengganti Kurikulum 2013 yang dirancang oleh Kemendikbud yang bertujuan memberi keleluasaan kepada pendidik untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas dan disesuaikan dengan kebutuhan belajar peserta didik.
Diketahui, Kurikulum Merdeka sendiri telah diterapkan secara berkala di berbagai sekolah di seluruh Indonesia hingga sekarang ini.
Nah, mata pelajaran IPAS sendiri mulai diajarkan di bangku kelas 3 SD. Adapun berikut rangkuman materi IPAS kelas 3 SD dari Buku IPAS Kelas 3 SD Kurikulum Merdeka dari Kemendikbud.
Bab 1 Mari Kenali Hewan di Sekitar Kita
Terdapat lebih dari 1,2 juta jenis hewan hidup di Bumi. Mulai dari hewan yang berukuran sangat kecil sampai hewan yang berukuran sangat besar.
Berbagai jenis hewan tersebut memiliki bentuk dan keunikan yang berbeda-beda, mulai dari bentuk tubuhnya yang beragam, tempat tinggalnya, hingga perilakunya yang berbeda-beda.
Supaya tidak membingungkan dan lebih mudah mempelajarinya, ilmuwan kemudian membagi hewan-hewan tersebut menjadi 2 jenis yakni hewan bertulang belakang (vertebrata) dan tanpa tulang belakang (invertebrata).
Hewan vertebrata merupakan hewan yang mempunyai tulang belakang. Hewan-hewan ini banyak sekali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Para ilmuwan membagi hewan vertebrata menjadi beberapa jenis:
- Agnatha, contohnya adalah belut.
- Pisces, atau sering kita kenal dengan ikan.
- Amfibi, yaitu hewan bertulang belakang yang hidup di dua alam, contohnya adalah katak
- Reptil merupakan jenis hewan yang melata contohnya adalah ular, buaya, kadal, kura-kura.
- Aves, yaitu hewan yang memiliki bulu contohnya adalah burung.
- Mamalia, yaitu hewan yang menyusui contohnya kucing, anjing, harimau, monyet dan lain sebagainya
Sementara, hewan invertebrata adalah hewan yang tidak mempunyai tulang belakang. Tubuhnya lunak dan beberapa berongga karena memang tidak memiliki tulang. Hewan-hewan yang termasuk kategori ini terbagi menjadi beberapa jenis.
- Hewan berpori, seperti spons laut.
- Hewan berongga, seperti ubur-ubur dan bunga karang.
- Cacing seperti cacing pipih, cacing benang dan cacing gelang.
- Hewan lunak seperti kerang, siput dan cumi-cumi
- Hewan dengan kaki beruas seperti kepiting, udang, laba-laba dan serangga.
- Hewan berkulit duri seperti bintang laut.
Bab 2 Ayo, Mengenal Siklus pada Makhluk Hidup
Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah berkembang biak. Maksud dari berkembang biak adalah menghasilkan keturunannya. Makhluk hidup butuh berkembang biak untuk mempertahankan keturunan atau jenisnya di Bumi.
Semua makhluk hidup mengalami yang namanya siklus hidup. Siklus di sini artinya putaran kejadian yang berulang. Oleh karena itu, siklus digambarkan seperti sebuah lingkaran.
Hewan dapat berkembang biak dengan melahirkan atau bertelur. Oleh karena itu, hewan memiliki siklus hidup yang beragam dibanding dengan manusia.
Ada hewan yang diasuh oleh induknya setelah lahir. Induknya menyusui atau mencarikan makan untuk anaknya. Hewan ini juga akan melindungi anaknya.
Terdapat pula induk hewan yang meninggalkan anaknya. Induk meninggalkan telurnya di tempat yang aman. Bayi-bayi ini tidak pernah bertemu induknya. Bayi hewan ini belajar mencari makan dan melindungi diri dari kecil.
Ada juga hewan yang bertelur dengan cara yang unik. Induk betina akan bertelur dalam perutnya. Telur-telur itu juga akan menetas dalam perut induknya. Setelahnya, induk betina akan melahirkan anak-anaknya.
Halaman:





