Advertisement
Source : datadikdasmen.com

8 Materi MPLS Sekolah Siswa Baru SD dan SMP 2026 sesuai Ketentuan Mendikdasmen

Seperti apa materi MPLS jenjang SD dan SMP yang sesuai dengan aturan Kemendikdasmen? Temukan di artikel ini!

24 Juni 2026 Uyo Yahya

Itulah beberapa materi tambahan MPLS sekolah siswa baru SD dan SMP 2026 yang bisa menjadi pertimbangan bagi panitia untuk disampaikan.

Bagaimana materi wajib atau tambahan dalam MPLS siswa baru SD dan juga SMP ini bisa disampaikan secara efektif? Simak penjelasannya di bagian berikutnya, ya!

Metode Penyampaian yang Disarankan

Agar pemberian materi tidak membosankan, berikut ini beberapa metode penyampaian materi MPLS sekolah siswa baru SD dan SMP 2026 yang direkomendasikan:

  1. Bermain peran. Metode yang satu ini bisa memantik kreativitas para siswa baru. Selain itu, juga membuat mereka semakin kompak sehingga bisa berkenalan lebih cepat.
  2. Bernyanyi bersama. Metode yang efektif selanjutnya adalah bernyanyi bersama dengan lirik yang berisikan materi-materi yang memang terjadwal untuk disampaikan kepada para siswa.
  3. Menonton video animasi pendek. Menyampaikan materi secara lisan sudah sangat membosankan, maka dari itu cobalah untuk menyampaikan materi dalam bentuk video animasi pendek. Siswa baru pasti akan tertarik.
  4. Diskusi kelompok. Untuk bisa membuat tahap perkenalan dan penyerapan materi lebih seru, panitia juga bisa membentuk diskusi kelompok dengan topik-topik berbeda agar mereka jadi pihak yang aktif selama MPLS.
  5. Jelajah fasilitas sekolah. Agar bisa mengenal fasilitas sekolah lebih baik, maka langsung saja lakukan tour sekolah agar mereka tahu di mana tata letak semua fasilitas.
  6. Ice breaking interaktif. Saat mulai menyampaikan materi baru, penyampai materi bisa melakukan ice breaking alternatif terkait materi sehingga siswa baru mendapat sedikit pemanasan sebelum langsung terjun ke materi utamanya.
7 Contoh Kegiatan MOS Kreatif dan Unik yang Bisa Jadi Referensi

Itulah beberapa metode penyampaian materi MPLS sekolah siswa baru SD dan SMP 2026 yang bisa diaplikasikan oleh panitia dan peserta. Lanjut baca bagian selanjutnya untuk mengetahui pedoman MPLS lainnya selain materi-materi di atas.

Pedoman MPLS Terbaru

Selain materi, Kemendikdasmen juga mengeluarkan pedoman MPLS 2026 seperti:

1. Durasi MPLS 2026

Durasi MPLS berlangsung hanya lima hari, yaitu pada minggu pertama siswa baru masuk sekolah. Meski demikian, ketentuan tersebut bisa lebih disesuaikan lagi berdasarkan kebutuhan sekolah.

Penyesuaian yang ada bisa dilakukan pada:

  1. Sekolah asrama
  2. Sekolah Luar Biasa
  3. Sekolah penyelenggara pendidikan khusus

2. Aturan Seragam dan Atribut MPLS 2026

Penentuan seragam dan atribut MPLS 2026 semuanya diserahkan kepada pihak sekolah dengan syarat tidak membebani para siswa baru dan para orang tua atau wali baik secara biaya maupun ketersediaan bahan.

3. Panitia MPLS 2026

Panitia MPLS terdiri dari kepala sekolah, para guru, dan juga staf kependidikan lainnya. Lalu, sekolah juga bisa mengikutsertakan para kakak kelas untuk mendampingi.

Para kakak kelas tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Para pengurus OSIS
  2. Para anggota MPK
  3. Para pengurus ekskul

Catatannya, para siswa yang menjadi pendamping harus memiliki rekam jejak yang bagus dan tidak pernah terlibat kasus kekerasan.

4. Larangan Selama MPLS 2026

Agar sekolah terasa aman dan nyaman bagi siswa baru, maka ada beberapa larangan pada pelaksanaan MPLS. Pelanggaran pada larangan ini bisa menjadi laporan yang ditindaklanjuti sesuai ketentuan. 

Beberapa poin yang menjadi larangan MPLS 2026 adalah:

  1. Perpeloncoan, pembulian, dan jenis kekerasan lain.
  2. Pemungungan biaya yang tak sesuai ketentuan apa pun.
  3. Adanya tugas yang tak ada relasinya dengan MPLS.
  4. Penggunaan atribut yang jauh dari kata mendidik atau jelas tidak relevan dengan MPLS.
  5. Keterlibatan alumni sebagai elemen panitia MPLS.
  6. Keterlibatan para murid yang tak memenuhi syarat panitia MPLS.

Itulah beberapa larangan yang perlu dipatuhi oleh panitia penyelenggara MPLS agar kegiatan ini bisa tercipta dalam situasi yang membuat para siswa baru betah di tempat barunya mengenyam pendidikan.

Halaman:

Advertisement