Rangkuman Materi Pewarisan Sifat kelas 12 SMA Kurikulum Merdeka dan Penjelasannya
Pewarisan sifat adalah proses biologis yang memungkinkan anak mewarisi ciri-ciri dari orang tua mereka. Ini menyebabkan anak memiliki kesamaan fisik atau karakteristik dengan orang tua mereka. Simak selengkapnya!
Gen
Kamu mungkin sering mendengar istilah gen bukan? Gen inilah yang merupakan bagian terkecil dari materi genetic yang letaknya berada dalam setiap lokus yang khas pada kromosom, yang terdiri dari sepenggal DNA yang akan menentukan sifat dari individu melalui pembentukan polipeptida.
Jadi, singkatnya gen berperan dalam mengontrol sifat-sifat yang akan diturunkan.
Selain itu, setiap individu memiliki dua Salinan dari setiap gen, yaitu satu dari ibu dan satunya lagi dari ayah. Kombinasi dari gen-gen ini yang menentukan bagaimana sifat tersebut akan muncul.
Kemudian, dalam beberapa kasus, gen juga dapat mengalami variasi atau mutasi yang dapat mempengaruhi cara sifat yang ditampilkan dan berfungsi.
DNA
DNA (Deoxyribonucleic Acid) adalah molekul yang mengatur pewarisan sifat serta berbagai karakteristik pada setiap organisme. DNA menyimpan gen, yang merupakan informasi penting untuk menentukan sifat-sifat yang diwariskan.
Setiap organisme memiliki DNA yang terletak di dalam inti selnya. DNA inilah yang kemudian akan membentuk untaian panjang yang dikenal sebagai kromosom.
Proses Pewarisan Sifat Makhluk Hidup
Pada proses pewarisan sifat pada makhluk hidup terjadi melalui proses perkawinan, di mana sel sperma dari jantan akan bertemu dengan sel telur dari betina.
Proses ini dikenal sebagai fertilisasi atau proses pembuahan. Ketika sel sperma dan sel telur bergabung, kemudian akan membentuk sel baru yang kita sebut dengan zigot.
Zigot inilah yang memiliki setengah dari materi genetik dari ayah dan setengah dari materi genetik dari ibu. Materi genetik ini kemudian tersimpan dalam bentuk gen yang terdapat pada kromosom.
Selama pembelahan sel yang terjadi setelah fertilisasi, kromosom di dalam zigot akan menggandakan dan membagi dirinya, membentuk sel-sel baru yang akan berkembang menjadi embrio.
Selama proses perkembangan embrio, gen-gen dari kedua orang tua akan satukan, yang kemudian akan menentukan berbagai sifat yang akan dimiliki oleh individu yang sedang berkembang. Misalnya, gen-gen ini akan menentukan warna mata, tipe darah, dan berbagai karakteristik lainnya pada individu tersebut.
Sifat-sifat yang diwariskan dapat bersifat dominan atau resesif. Sifat dominan akan tampak pada individu meskipun hanya ada satu salinan gen dominan. Sementara sifat resesif hanya akan muncul jika kedua salinan gen yang diwariskan adalah gen resesif.
Dengan cara ini, sifat-sifat dari kedua orang tua akan mempengaruhi dan membentuk karakteristik individu yang baru.
Halaman:

