Materi Teks Berita Kelas 7 Kurikulum Merdeka Semester 2, Belajar Apa Saja?
Kali ini, Mamikos akan mengaja kamu untuk belajar tentang teks berita dengan menggunakan materi lengkap di artikel ini.
3. When (Kapan Terjadi?)
Elemen waktu memiliki peran penting dalam berita untuk menjelaskan kapan peristiwa berlangsung, yang menunjukkan relevansi dan kedekatan berita dengan momen saat ini dan menjawab pertanyaan “kapan kejadian tersebut terjadi?”.
4. Who (Siapa yang Terlibat? )
Informasi ini berfokus pada pihak-pihak atau individu yang terkait dalam peristiwa tersebut. Nama tokoh, institusi, atau kelompok yang disebut dalam sebuah berita, termasuk “siapa saja yang terlibat dalam insiden tersebut?”.
5. Why (Mengapa Terjadi?)
Why dalam berita menjelaskan latar belakang atau alasan terjadinya suatu peristiwa. Penjelasan ini membantu pembaca memahami penyebab suatu kejadian. Contohnya, “apa alasan di balik kecelakaan tersebut?”
6. How (Bagaimana Kronologinya?)
Unsur terakhir ini menggambarkan cara atau proses suatu kejadian berlangsung. Biasanya disajikan dalam bentuk kronologi atau urutan peristiwa secara logis dan jelas, seperti “bagaimana kronologi kecelakaan tersebut?”
D. Struktur Teks Berita
Pada bagian ini, Mamikos akan beralih untuk membahas materi teks berita kelas 7 selanjutnya yang tidak kalah penting, yaitu struktur teks berita.
Terdapat tiga bagian utama yang membentuk struktur berita, yaitu orientasi, peristiwa, dan sumber berita. Berikut penjelasan struktur berita secara lebih lengkap:
Orientasi
Orientasi merupakan bagian pembuka teks berita yang berfungsi sebagai pengantar. Pada bagian ini, penulis berita memberikan gambaran awal tentang apa yang akan dibahas.
Informasi dalam orientasi biasanya mencakup jawaban atas pertanyaan apa dan siapa untuk memberikan konteks awal kepada pembaca.
Nah, bagian orientasi ini harus ditulis dengan menarik, sehingga pembaca terdorong untuk melanjutkan membaca ke bagian selanjutnya.
Peristiwa
Struktur berita yang kedua merupakan peristiwa atau inti dari teks berita yang memuat informasi utama. Bagian ini berisi uraian rinci tentang apa yang terjadi, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa berlangsung.
Selain itu, informasi dalam peristiwa biasanya disusun berdasarkan urutan waktu atau kronologi, sehingga pembaca dapat mengikuti alur cerita dengan jelas.
Bagian peristiwa juga sering dilengkapi dengan data atau fakta pendukung yang memperkuat informasi yang disampaikan.
Sumber Berita
Terakhir, sumber berita adalah bagian yang mencantumkan asal informasi dalam berita. Bagian ini berperan menunjukkan bahwa berita yang disampaikan didasarkan pada fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber berita bisa berupa kutipan dari wawancara, laporan resmi, atau referensi dari pihak terkait. Dengan mencantumkan sumber, pembaca dapat mempercayai kebenaran informasi yang disajikan.
E. Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Agar informasi dapat tersampaikan dengan jelas, struktur, dan tentunya dapat dipercaya, maka teks berita harus menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat.
Apa saja kaidah kebahasaan teks berita? Simak penjelasan di bawah ini, ya:
1. Bahasa Baku
Teks berita menggunakan bahasa baku, yaitu bahasa yang mengikuti aturan tata bahasa yang telah disepakati secara resmi. Penggunaan bahasa baku tersebut yang akan memastikan berita terdengar profesional dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.
2. Kalimat Langsung
Kalimat langsung sering digunakan dalam teks berita untuk menyampaikan pernyataan narasumber secara akurat. Kalimat ini ditandai dengan penggunaan tanda petik dua (“ ”) yang mengapit kutipan langsung dari narasumber.
Contohnya, “Kami akan terus menyelidiki kasus ini hingga tuntas,” ujar Kapolsek setempat.
3. Konjungsi Temporal
Konjungsi atau kata hubung memiliki peran penting dalam menghubungkan kalimat dan memperjelas hubungan antarbagian berita.
Dalam teks berita, konjungsi temporal seperti kemudian, setelah itu, dan ketika digunakan untuk menunjukkan urutan waktu kejadian untuk membantu pembaca mengikuti alur peristiwa dengan lebih mudah.
4. Kata Kerja Mental
Kata kerja mental, seperti memikirkan, menyimpulkan, atau merasa, digunakan untuk menggambarkan reaksi atau respons terhadap suatu peristiwa.
Kata kerja tersebut memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana seseorang terpengaruh atau bereaksi terhadap kejadian tertentu.
Misalnya dalam berita, “Masyarakat merasa prihatin atas insiden tersebut.”
Halaman:

