Metode Observasi dalam Penelitian beserta Contoh dan Penjelasannya
Apakah observasi diperlukan dalam menjalani penelitian? Simak penjelasan tentang metode observasi yang ada di bawah ini.
2. Observasi Partisipatif
Teknik metode observasi yang kedua yaitu menggunakan observasi partisipatif. Pada teknik yang satu ini mengharuskan peneliti untuk menjadi bagian dari partisipan secara langsung.
Pilihan untuk menjadi bagian dari partisipan dilakukan oleh peneliti untuk bisa mendapatkan jawaban yang lebih jauh dan mendalam berkaitan dengan kehidupan dari objek penelitian itu sendiri.
Peneliti membangun interaksi dengan anggota lainnya yang menjadi partisipan secara lebih bebas. Termasuk juga berpartisipasi secara langsung dengan aktivitas yang mereka lakukan.
Dari sini, peneliti dapat mempelajari terkait dengan perilaku yang dilakukan oleh kelompok tersebut serta mendapatkan data mengenai cara hidup yang cukup berbeda. Pengamatan yang dilakukan bisa dengan cara terbuka maupun terselubung.
Pengamatan secara terbuka atau overt dilakukan dengan cara peneliti meminta izin terlebih dahulu kepada kelompok untuk membaurkan dirinya ke dalamnya. Peneliti juga mengungkapkan tujuan dan identitas yang dimiliki kepada kelompok yang akan diajak untuk berinteraksi tersebut.
Sementara pengamatan secara terselubung atau covert dilakukan dengan cara peneliti tidak menunjukkan atau mengenalkan identitasnya sama sekali.
Peneliti memilih untuk merahasiakan identitas dan apa yang dirinya lakukan kepada kelompok yang sedang diamati tersebut. Biasanya peneliti akan menggunakan identitas dan peran palsu selama berinteraksi dengan kelompok tersebut.
Tidak jarang pula peneliti berpura-pura untuk menjadi anggota dari kelompok tersebut.
3. Observasi Naturalistik
Teknik metode observasi yang ketiga yaitu ada observasi naturalistik. Pada teknik yang satu ini melakukan pengamatan dan mempelajari perilaku dari para partisipan yang berjalan di lingkungan aslinya.
Tugas dari peneliti yang menggunakan teknik observasi ini yaitu hanya membuat catatan mengenai apa saja hal yang dilihat. Semua bentuk interaksi dan perilaku yang masuk ke dalam pengamatan dicatat oleh peneliti dengan berbagai cara yang ada.
Tidak ada sistem tersendiri yang dilakukan untuk bisa menjalankan pengamatan satu ini.
4. Observasi Terstruktur
Teknik metode observasi yang keempat yaitu bisa dengan observasi terstruktur. Pada teknik yang satu ini dilakukan dengan sistem tersendiri dan terstruktur sesuai dengan namanya.
Informasi yang didapat akan dimasukkan ke dalam catatan dengan lebih sistematis dan terstruktur. Informasi tersebut biasanya akan dimasukkan catatan yang sudah memiliki standarisasi tersendiri.
Halaman:
