Advertisement
Source : klook.com

11 Rekomendasi Museum di Jakarta yang Populer dan Wajib Kamu Datengin

Bosan ke tempat itu-itu aja? Sudah coba datang ke museum belum? Yuk, kunjungi 11 museum seru di sekitaran Jakarta!

11 Juni 2025 Lintang Filia

3. Museum MACAN

museum di jakarta barat
Trip Advisor/@undob0y

Masih berada di kawasan Jakarta Barat, Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) bisa jadi tempat pelarian yang sempurna bagi kamu yang menyukai seni, nih.

Berbeda dari museum konvensional, di sini kamu bisa menikmati karya-karya kontemporer dari seniman lokal hingga mancanegara, termasuk instalasi-instalasi ikonik yang sering viral di media sosial.

Selain itu, pameran di Museum MACAN tidak bersifat tetap, sehingga setiap kunjungan hampir selalu menampilkan sesuatu yang baru. Suasana ruangannya bersih, modern, dan dirancang agar pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan karya seni.

Satu hal yang perlu dicatat, yaitu karena museum ini cukup populer,ada baiknya kamu pesan tiket lebih awal agar nggak kehabisan slot kunjungan.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

museum keramik jakarta
Trip Advisor/@Kim B. Lareno

Begitu melangkah ke halaman Museum Seni Rupa dan Keramik, kamu akan langsung merasakan atmosfer yang tenang dan berkarakter.

Terletak di kawasan Kota Tua, tepatnya di bekas gedung Pengadilan Tinggi Batavia yang dibangun pada tahun 1866, museum di Jakarta ini kini menjadi wadah yang menampilkan perkembangan seni rupa Indonesia sejak era 1800-an hingga era kontemporer.

Di dalamnya, tersimpan beragam karya lukis, patung, serta keramik tradisional dan modern yang merefleksikan kekayaan budaya serta imajinasi para seniman Nusantara.

Bahkan, koleksinya tersusun rapi berdasarkan periode waktu dan gaya, sehingga membuat pengunjung bisa perubahan dari masa ke masa.

Menariknya lagi, museum ini juga sering menjadi tempat kegiatan seni dan workshop kreatif. Jadi, tidak cuma jadi tempat untuk melihat, di sini kamu bisa belajar dan mengapresiasi lebih dalam soal dunia seni.

5. Museum Joang 45

museum di jakarta
mitramuseumjakarta.id

Beralih ke museum di Jakarta Pusat, kamu bisa mengunjungi sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan semangat perjuangan bangsa, yaitu Museum Joang 45.

Begitu masuk, kamu akan disambut dengan deretan koleksi memorabilia mulai dari mobil dinas resmi Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta, hingga potret dokumenter dan diorama yang menggambarkan berbagai peristiwa penting menjelang dan pasca Proklamasi 1945.

Oh, ya, salah satu yang paling menarik perhatian adalah patung-patung dada tokoh nasional yang seolah mengajak pengunjung untuk kembali ke masa-masa genting perjuangan, lho.

6. Museum Betawi Setu Babakan

museum setu babakan jakarta
setubabakan.web.id

Tidak lengkap rasanya jika berada apalagi tinggal di Jakarta jika tidak mengenal suku Betawi. Nah, kamu bisa mempelajari akar budaya masyarakat Jakarta sebelum gedung pencakar langit menjamur di Museum Betawi Setu Babakan yang berada di kawasan selatan Jakarta yang rindang dan tenang.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda budaya, Setu Babakan juga menjadi ruang hidup di mana tradisi Betawi masih dijaga dan dipraktikkan.

Di sini kamu bisa menjumpai rumah adat Betawi dengan detail arsitektur khasnya, mencicipi kuliner lokal seperti kerak telor dan bir pletok, bahkan ikut serta dalam berbagai kegiatan budaya seperti lenong, tanjidor, dan tari tradisional.

Tidak jarang juga digelar acara seru seperti Astronomy Night yang mengolaborasikan budaya lokal dengan edukasi modern. Keren banget, kan?

18 Tempat Wisata di Solo Kekinian dan Sedang Hits Lengkap dengan Alamatnya

7. Museum Tekstil

museum di jakarta barat - tekstil
Trip Advisor/@Ratih Miranti

Berkunjung ke Tanah Abang hanya untuk belanja? Yuk, coba, deh, kunjungi Museum Tekstil yang masih berada di kawasan Tanah Abang, Jakarta Barat.

Sesuai namanya, Museum Tekstil menyimpan lebih dari seribu koleksi tekstil tradisional, termasuk batik, tenun, ulos, hingga songket dari berbagai penjuru Nusantara.

Namun, yang membuat museum ini istimewa bukan hanya koleksinya, melainkan juga ruang edukasinya yang interaktif. Kamu bisa menyaksikan langsung proses membatik, mencoba alat tenun tradisional, bahkan mengikuti lokakarya membuat ecoprint atau pewarna alami.

Menariknya lagi, bangunan museum ini punya kisah sendiri. Dibangun pada abad ke-19, pernah menjadi rumah dinas seorang warga Prancis, lalu berpindah tangan ke Departemen Sosial, hingga akhirnya diresmikan sebagai museum oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1976.

Halaman:

Advertisement