Nonton Film Jangan Buang Ibu (2026) Full Movie, Daftar Pemeran, dan Sinopsisnya
Simak sinopsis, daftar pemeran, jadwal tayang, dan fakta menarik film Jangan Buang Ibu (2026) sebelum menontonnya di bioskop.
- Drama keluarga tentang Ristiana (ibu tunggal) yang berjuang membesarkan tiga anak setelah ditinggal suami, menghadapi utang dan keputusan menjual rumah; cerita menyorot pengorbanan orang tua, konflik keluarga, komunikasi, dan hubungan emosional antar anggota keluarga.
- Film produksi Leo Pictures, disutradarai Hadrah Daeng Ratu, adaptasi novel Jangan Buang Ibu, Nak (Wahyu Derapriyangga), durasi โ119 menit; pemeran utama termasuk Nirina Zubir (Ristiana), Refal Hady, Amanda Manopo, Dwi Sasono, dan lainnya.
- Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026 (Cinema XXI, CGV, Cinepolis, dll.); disarankan menonton secara legal dan menghindari situs ilegal.
Nonton film Jangan Buang Ibu (2026) menjadi salah satu pencarian yang mulai banyak dicari menjelang penayangannya di bioskop.ย
Film drama keluarga produksi Leo Pictures ini mengisahkan perjuangan seorang ibu tunggal yang rela berkorban demi anak-anaknya di tengah berbagai persoalan hidup dan konflik keluarga yang menguras emosi.
Penasaran dengan jalan ceritanya? Simak sinopsis, daftar pemeran, jadwal tayang, dan berbagai hal menarik lainnya sebelum nonton film Jangan Buang Ibu (2026). ๐๏ธ๐ฟ๐๏ธ
Daftar Isi
- Informasi Produksi Film Jangan Buang Ibu (2026)
- Sinopsis Film Jangan Buang Ibu (2026)
- Daftar Pemeran Film Jangan Buang Ibu (2026)
- Informasi Penayangan Film Jangan Buang Ibu (2026)
- Hal-Hal Menarik dari Film Jangan Buang Ibu (2026)
- Pesan Moral yang Terlihat dari Trailer Film Jangan Buang Ibu (2026)
- Kesan Visual dari Trailer Film Jangan Buang Ibu (2026)
- Penutup
Informasi Produksi Film Jangan Buang Ibu (2026)

Film Jangan Buang Ibu (2026) merupakan film drama keluarga Indonesia yang diproduksi oleh Leo Pictures dan disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Sutradara tersebut dikenal melalui sejumlah karya yang berhasil menarik perhatian penonton Indonesia melalui pengemasan cerita yang emosional dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam proses produksinya, film ini didukung oleh Agung Saputra dan Deni Saputra sebagai produser, sementara skenario ditulis oleh Widya T. Arifiyanti. Film Jangan Buang Ibu (2026) memiliki durasi sekitar 119 menit.
Menariknya, film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul Jangan Buang Ibu, Nak karya Wahyu Derapriyangga yang terbit pada tahun 2014. Adaptasi tersebut memberikan fondasi cerita yang kuat karena berasal dari karya sastra yang telah dikenal oleh banyak pembaca dan memiliki tema keluarga yang menyentuh.
Selain mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat, film ini juga berfokus pada hubungan antara orang tua dan anak yang diwarnai berbagai konflik emosional.ย
Tema mengenai pengorbanan seorang ibu menjadi benang merah utama yang membangun keseluruhan cerita sehingga penonton diajak untuk melihat perjuangan seorang ibu dari berbagai sudut pandang.
Sinopsis Film Jangan Buang Ibu (2026)
Bagi yang sedang mencari informasi nonton film Jangan Buang Ibu (2026), memahami jalan ceritanya terlebih dahulu tentu dapat membantu mengetahui apakah film ini sesuai dengan selera tontonan kamu.
Film ini mengisahkan Ristiana, seorang ibu tunggal yang diperankan oleh Nirina Zubir. Setelah ditinggal pergi suaminya, Ridho, yang diperankan Dwi Sasono, Ristiana harus membesarkan ketiga anaknya seorang diri dalam kondisi ekonomi yang tidak mudah.
Meski hidup dalam keterbatasan, Ristiana berusaha memberikan yang terbaik bagi ketiga anaknya. Ia bekerja keras demi memastikan Tama, Dewi, dan Tria dapat tumbuh dengan baik. Namun, perjuangannya semakin berat ketika diketahui bahwa sang suami meninggalkan utang dalam jumlah besar yang harus ditanggung keluarga tersebut.
Konflik mulai muncul ketika Ristiana mengambil keputusan besar untuk menjual rumah keluarga demi melunasi utang yang diwariskan suaminya. Keputusan tersebut ternyata memicu ketegangan dengan anak-anaknya yang memiliki pandangan berbeda mengenai masa depan keluarga mereka.
Hubungan yang sebelumnya hangat perlahan berubah menjadi renggang. Jarak emosional mulai terbentuk di antara mereka hingga menghadirkan berbagai konflik keluarga yang menjadi inti cerita film ini.
Halaman:



