10 Oleh-oleh Khas Nganjuk yang Wajib Dibawa Pulang Sebelum Menyesal
Artikel ini menyajikan daftar lengkap rekomendasi oleh-oleh khas Nganjuk yang harus kamu bawa pulang, yuk simak selengkapnya!
7. Beras Kencur

Beras kencur bukan sekadar minuman tradisional, tapi sekarang dijual dalam kemasan botol praktis siap saji. Aroma rempahnya khas, rasanya manis-segar, dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan yaitu menyegarkan tubuh, meningkatkan nafsu makan, hingga membantu pencernaan.
Sebagai oleh-oleh dari Nganjuk, beras kencur jadi pilihan menarik karena bukan sekadar camilan, melainkan oleh-oleh yang memiliki khasiat.
8. Keripik Tempe

Keripik tempe dari Nganjuk punya karakter renyah yang khas karena digoreng dengan minyak kelapa. Tempe diiris tipis, dibumbui, lalu digoreng hingga kering sempurna. Keripik tempe ini sangat cocok disantap sebagai pelengkap makanan lain.
Sebagai oleh-oleh dari Nganjuk, keripik tempe digemari karena ringan, mudah dikemas, dan dapat tahan lama jika disimpan dengan baik.
9. Tepo Mbah Umbruk

Tepo adalah makanan tradisional lokal yang terbuat dari beras yang dibungkus daun pisang, mirip lontong. Versi “Tepo Mbah Umbruk” adalah varian yang cukup dikenal di Nganjuk.
Tepo disajikan bersama kacang tolo atau biji kacang panjang. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal membuat makanan ini menjadi salah satu makanan khas Nganjuk yang patut kamu coba.
Sebagai salah satu oleh-oleh dari Nganjuk, tepo menambah variasi selain kue kering dan camilan goreng.
10. Batik Anjuk Ladang/Kerajinan Lokal Oleh-Oleh Khas Nganjuk

Selain kuliner, oleh-oleh dari Nganjuk juga mencakup kerajinan tangan. Salah satu yang menonjol adalah batik Anjuk Ladang. Batik ini memiliki motif khas yaitu motif stupa atau monumen Anjuk Ladang, yang menjadi simbol lokal Nganjuk.
Kerajinan lain dari bambu, anyaman lokal, atau ukiran juga bisa ditemukan di toko oleh-oleh di Nganjuk. Membawa pulang batik atau kerajinan itu berarti membawa sepotong budaya Nganjuk sebagai oleh-oleh dari Nganjuk yang punya nilai sejarah dan estetika.
Cerita di Balik Popularitas Oleh-oleh Khas Nganjuk
Setiap daerah punya kisah unik mengapa oleh-olehnya bisa begitu populer, begitu juga dengan Nganjuk. Salah satu contohnya adalah kerupuk upil yang awalnya hanya camilan rumahan sederhana.
Karena keunikannya digoreng dengan pasir panas, kerupuk ini lalu viral dan banyak diburu wisatawan yang penasaran ingin mencobanya.
Dumbleg juga punya cerita serupa. Kue tradisional ini dulu hanya hadir pada acara hajatan atau perayaan desa, tetapi kini bisa ditemukan di pasar dan toko oleh-oleh.
Popularitasnya meningkat karena banyak wisatawan yang mencari makanan dengan nuansa autentik dan berbeda dari kue modern.
Sementara itu, bawang goreng Nganjuk punya perjalanan lebih panjang. Sebagai salah satu penghasil bawang terbesar di Jawa Timur, Nganjuk dikenal sebagai lumbung bawang.
Tidak heran jika produk olahan bawang goreng menjadi salah satu ikon oleh-oleh Nganjuk yang kini dibawa hingga ke luar negeri.
Kenapa Harus Bawa Oleh-oleh Khas Nganjuk?
- Mengingatkan Memori Perjalanan
Cita rasa dan bentuknya mengikat pengalaman seperti ketika kamu melihat dumbleg atau mencium aroma bawang goreng khas Nganjuk, memori tentang perjalanan itu pasti muncul lagi.
- Mendukung UMKM Lokal
Semua oleh-oleh Nganjuk di atas mayoritas diproduksi oleh Usaha Kecil dan Menengah setempat. Membelinya langsung berarti semakin membangkitkan ekonomi lokal.
- Unik dan Tidak Bisa Ditemui di Luar Nganjuk
Beberapa produk seperti kerupuk upil dengan metode pasir, dumbleg dengan kemasan pelepah pinang, atau motif batik Anjuk Ladang, sulit ditemukan di daerah lain.
- Bobot dan Ketahanan
Kebanyakan dari oleh-oleh Nganjuk adalah item ringan dan tahan lama (kecuali gethuk pisang dan tepo). Ini memudahkan untuk dibawa pulang tanpa khawatir rusak.
Tips Memilih Oleh-oleh Khas Ngajuk yang Terbaik
Ketika berburu oleh-oleh Nganjuk, ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan panduan agar tidak salah pilih.
Pertama, pastikan kamu membeli produk langsung dari produsen atau toko terpercaya. Selain kualitas lebih terjamin, harga pun biasanya lebih bersahabat dibanding membeli di tempat yang tidak resmi.
Kedua, sesuaikan jenis oleh-oleh dengan siapa yang akan menerimanya. Misalnya, keripik tempe atau kerupuk upil cocok untuk teman dan kerabat yang suka camilan, sementara batik Anjuk Ladang lebih pas diberikan untuk kolega atau orang tua.
Dengan begitu, oleh-oleh tidak hanya bermanfaat tetapi juga lebih bermakna. Ketiga, jangan lupa untuk mempertimbangkan daya tahan produk.
Gethuk pisang dan tepo sebaiknya segera dikonsumsi setelah dibawa pulang, sementara produk seperti sambel pecel, bawang goreng, dan keripik tempe bisa tahan lebih lama.
Menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan akan membuat perjalananmu lebih tenang tanpa khawatir oleh-oleh rusak di jalan.
Halaman:


