Mengenal Pakaian Adat Daerah Istimewa Yogyakarta Beserta Gambar dan Keunikannya
Yogyakarta kaya akan budaya, sejarah, tempat wisata, kuliner yang khas dan banyak lagi. Jika kamu sedang mencari info pakaian adat jogja, yuk cek dibawah ini!
4. Pakaian Adat Peranakan

Jika kamu pernah melihat pakaian abdi dalem keraton Yogyakarta, itu adalah pakaian adat Yogyakarta yang disebut sebagai Peranakan.
Pakaian adat Peranakan adalah pakaian abdi dalem untuk kaum laki-laki. Yang ana pakaian ini digunakan sebagai pakaian dinas keraton Yogyakarta.
Pakaian adat Peranakan Terdiri dari atasan kain lurik dengan warna hitam atau biru tua yang bermotif garis telupat. Sedangkan untuk bawahan terdiri dari kain jarik sinjang, bebed dan nyamping yang bermotif batik Jogja.
Nah untuk aksesoris kepala, seorang abdi dalam diharuskan menggunakan blangkon yang menjadi ciri khas Yogyakarta.
5. Pakaian Adat Kasatrian Ageng

Selain pakaian adat Yogyakarta yang dikenakan dalam kehidupan sehari-hari, Yogyakarta juga memiliki pakaian adat khusus untuk upacara pernikahan. Yakini pakaian adat Kasatrian Ageng.
Selain menjadi pakaian adat pengantin Jogja, Pakaian Kasatrian Ageng juga dikenakan pada acara upacara adat malam selikuran.
Pakaian adat yang dikenakan oleh pengantin pria berupa kain batik prada dengan motif khas Jogja yakini sidoasih dan sidoluhur. Kain batik ini merupakan pakaian adat untuk bahwan sang pengatin pria.
Sementara untuk baju atasannya, pengantin pria mengenakan Surjan sutra yang bermotif daun maupun bunga.
Dilengkapi dengan ikat pinggang keris, timang kretep serta kuluk kanigara hitam. Untuk aksesorisnya sendiri berupa bros, rantai, korset, serta keris.
Sementara untuk pengantin wanita mengenakan kebaya kutu baru panjang berbahan sutra untuk baju atasan. Dihiasi juga dengan 3 bros sebagai penutup kancing dan untuk mempercantik penampilan.
Untuk pakaian bawahnya mengenakan kain batik yang motifnya sama dengan kain batik yang dikenakan oleh pengantin pria.
Aksesoris yang dikenakan oleh pengantin wanita ialah kalung, giwang, gelang dan cincin. Untuk hiasan kepalanya ditambahkan dengan kembang goyang atau mahkota khas Yogyakarta.
6. Pakaian Adat Paes Ageng Jangan Menir

Yogyakarta juga memiliki pakaian adat pernikahan lainnya yakini Pakaian Adat Paes Ageng Jangan Menir. Pada zaman dulu, pakaian adat ini digunakan untuk acara adat boyong yaitu pern dari keraton menuju ke kediaman pengantin pria.
Namun pakaian adat ini juga dikenakan pada upacara adat panggih. Pakaian Adat Paes Ageng Jangan Menir yang dikenakan oleh pengantin pria berupa blenggen, kain chinde kembaran, ikat pinggang, ikat pinggang, kamus bludiran, kuluk kanigara dan senjata tradisional keris branggah.
Halaman:

