5 Pakaian Adat DKI Jakarta Beserta Nama, Gambar, Keunikan, dan Penjelasannya
Tak hanya lewat serial dan film saja, kebudayaan DKI Jakarta berupa pakaian adatnya juga kerap ditampilkan dalam Pekan Raya Jakarta. Simak info lengkap seputar pakaian adat DKI Jakarta dalam artikel ini.
3. Pangsi Betawi

Pangsi Betawi adalah pakaian adat suku Betawi yang kerap dikenakan oleh para jawara Betawi (para pendekar).
Pakaian adat yang satu ini terdiri dari Baju Tikim dan Celana Pangsi. Belakangan, Pangsi Betawi lebih dikenal luas dengan istilah Baju Pangsi.
Menilik dari sejarahnya, Baju Tikim dan Celana Pangsi merupakan pengaruh dari budaya China.
Dimana Baju Tikim berasal dari Bahasa Hokkian, yakni Tui Kim, sementara Celana Pangsi berasal dari Bahasa Hokkian, yakni dari Phang Si. Keduanya mengadaptasi dari pakaian yang dikenakan oleh orang-orang China yang dulunya tinggal di Batavia.
Jika ditelaah lebih jauh, Baju Pangsi punya bentuk leher seperti huruf O (O-neck) disertai dengan lengan panjang. Biasanya, Baju Pangsi dibuat dengan ukuran yang longgar dibanding ukuran asli tubuh si pemakai.
Dulunya, baju adat ini dibuat tanpa menggunakan kancing, namun kini umumnya sudah dibuat dengan adanya kancing.
Para pria Betawi biasanya mengenakan kaos putih polos sebagai lapisan dalam Baju Pangsi, sehingga kadang-kadang kancing dari baju tersebut bisa dilepas.
Warna Baju Pangsi sendiri sebenarnya tidak hanya berwarna hitam, namun ada pula warna putih, merah dan hijau. Masing-masing warna tersebut punya artinya tersendiri.
Contohnya, Baju Pangsi berwarna putih dikenakan oleh jago silat yang juga seorang pemuka agama dan yang berwarna hitam biasanya digunakan oleh para centeng.
Perlu kamu ketahui pula bahwa warna baju tersebut juga akan berpengaruh pada warna atribut lainnya, misalnya peci. Mengingat warna atribut akan menandakan siapa orang yang memakai baju tersebut.
Misalnya saja, pada jaman dahulu siapapun yang mengenakan peca merah adalah orang yang diakui oleh masyarakat sebagai seseorang yang berilmu tinggi dan sudah punya banyak pengalaman.
Oleh karena itu, Baju Pangsi merah dengan peci merah merupakan pakaian adat yang sakral dan tidak bisa dikenakan oleh sembarang orang.
Namun demikian, jika penggunaannya untuk keperluan seni, maka pakaian adat ini diperbolehkan untuk digunakan oleh orang biasa.
Sementara, Celana Pangsi merupakan celana panjang yang dibuat agak longgar agar tampak kebesaran. Untuk warna dari Celana Pangsi sendiri biasanya disesuaikan dengan warna baju yang dikenakan.
Di bagian pinggangnya, biasanya tersemat ikat pinggang yang ukurannya lebih lebar daripada ikat pinggang biasa.
Dan untuk bagian lehernya terdapat kain sarung dilipat rapi yang bisa difungsikan bermacam-macam, mulai dari untuk sajadah dan sarung saat sholat serta senjata saat duel.
Dulunya, pakaian adat Pangsi ini dikenakan oleh laki-laki Betawi dalam kegiatan sehari-hari.
Namun, kini pakaian adat Pangsi lebih sering dikenakan oleh para pendekar, para jawara, jagoan, main pukulan hingga petani Betawi.
