Pengertian Tari Tradisional, Unsur, Fungsi, Ciri-Ciri dan Tujuannya

Pengertian Tari Tradisional, Unsur, Fungsi, Ciri-Ciri dan Tujuannya – Tarian-tarian yang sering kita lihat terbagi ke dalam beberapa jenis atau bentuk yang berbeda.

Salah satu jenisnya adalah tari tradisional atau tarian yang berasal dari daerah tertentu yang sudah ada secara turun temurun sejak zaman nenek moyang dan telah menjadi kebudayaan setempat.

Kamu mungkin sudah sering melihat pementasan tari tradisional seperti jaipong, tari piring, maupun yang lainnya. Yuk, simak ulasan pengertian tari tradisional beserta unsur, fungsi, ciri-ciri, dan tujuannya!

Apa Pengertian Tari Tradisional?

Pexels.com / @Anastasia Shuraeva

Dalam mempelajari apa itu tradisional, hal pertama yang harus kamu pahami tentu saja pengertian tari tradisional itu sendiri.

Secara bahasa, tari tradisional merupakan gabungan dari dua kata yaitu “tari” dan tradisional”.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tari diartikan sebagai sebuah gerakan badan bisa tangan maupun yang lainnya secara berirama dan biasanya diiringi oleh bunyi-bunyian seperti musik, gamelan, dan lain-lain.

Sedangkan tradisional diartikan sebagai sebuah sikap, cara berpikir, dan bertindak yang selalu memegang teguh norma-norma atau adat kebiasaan yang sudah ada secara turun-temurun.

Secara umum, pengertian tari tradisional adalah suatu tarian yang ada di daerah tertentu yang kemudian berkembang sekaligus dilestarikan secara turun-temurun di daerah tersebut dari satu generasi ke generasi yang lainnya.

Karena berkembang di daerah tertentu, tari tradisional umumnya memiliki corak atau ciri khasnya sendiri yang menonjolkan kearifan lokal di daerah di mana tarian berkembang.

Ada cukup banyak ahli yang mendefinisikan pengertian tari tradisional, salah satunya adalah Robby Hidayat.

Dalam bukunya yang berjudul Seni Tari yang diterbitkan pada tahun 2005 silam, ia menjelaskan bahwa tari tradisi merupakan sebuah tarian yang dibawakan atau dilakukan mengikuti tata cara yang berlaku di daerah etnik maupun adat tertentu yang sifatnya turun temurun.

Kemudian, setahun setelahnya, Rohayani dalam bukunya yang berjudul Kajian Lanjutan Pembelajaran Tari dan Drama yang diterbitkan pada 2006 mendefinisikan bahwa seni tari ialah tarian yang telah berjalan serta memiliki nilai-nilai dari masa lalu yang tetap dipertahankan atau diwariskan secara turun-temurun dan memiliki hubungan adat istiadat atau ritual.

Apa Saja Unsur-Unsur Tari Tradisional?

Hal kedua yang harus kamu ketahui selain pengertian tari tradisional adalah unsur-unsur yang ada pada tari tradisional.

Unsur dari tarian tradisional terbagi ke dalam dua bentuk yaitu unsur utama dan unsur pendukung.

Masing-masing unsur tentunya berbeda satu sama lain. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan unsur utama dan unsur pendukung dari tari tradisional.

1. Unsur Utama

  • Gerak Tari: Ini merupakan gerak yang dilakukan oleh anggota tubuh penari. Dalam tari tradisional ada dua jenis gerak tari yaitu gerak tak murni (tidak memiliki makna) dan gerak maknawi (memiliki makna).
  • Iringan Tari: Ini merupakan iringan yang mengiri tari bisa dikeluarkan oleh alat musik ataupun suara-suara lainnya seperti tepukan, siulan, dan lain-lain.
  • Kostum atau Alat Peraga: Ini merupakan pakaian atau properti yang dikenakan oleh para penari saat melakukan pertunjukan. Biasanya properti ini memiliki makna-makna tertentu.
  • Tata Rias: Ini merupakan make up atau riasan yang digunakan untuk mengubah penari agar dapat sesuai dengan karakter-karakter yang diperankan.
  • Tempat Pertunjukan: Ini merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan pertunjukan tari. Tempat pertunjukan tari terbagi menjadi dua yaitu panggung terbuka dan tertutup. Untuk pertunjukan tari terbuka akan dilakukan di tempat-tempat yang terbuka pula seperti lapangan maupun yang lainnya. Begitupun sebaliknya.

2. Unsur Pendukung

  • Kostum
  • Tata Rias
  • Pola Lantai
  • Pencahayaan atau Tata Lampu
  • Tema

Apa Saja Fungsi Tari Tradisional?

Sama seperti kesenian lainnya yang memiliki fungsi. Seni tari tradisional juga memiliki fungsinya sendiri yang cukup beragam. Adapun beberapa fungsinya adalah sebagai berikut.

  • Untuk Pertunjukan: Tari tradisional dapat berfungsi untuk pertunjukan atau pementasan. Tarian yang dilakukan untuk fungsi ini umumnya akan lebih menonjolkan pada segi keindahan koreografi agar penonton terhibur dan tertarik dengan penampilan.
  • Untuk Pertunjukan Upacara: Tari tradisional dapat berfungsi sebagai pertunjukan dalam upacara tertentu seperti upacara adat atau upacara ritual. Tarian ini akan ditunjukan dengan khidmat sembari berkomunikasi dengan sang kuasa maupun yang lainnya.
  • Untuk Hiburan: Tari tradisional dapat berfungsi sebagai hiburan belaka. Fungsi ini hampir sama dengan tarian pertunjukan, hanya saja tarian untuk hiburan dapat dilakukan dengan bebas tanpa perlu memperhatikan keindahan atau pakem-pakem tertentu.
  • Untuk Pergaulan dan Kesenian: Tari tradisional dapat digunakan sebagai media untuk pergaulan kesenian. Dalam segi pergaulan, tari tradisional difungsikan sebagai media untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan sesama. Sedangkan dalam segi kesenian, tari tradisional digunakan untuk memelihara budaya.

Apa Saja Ciri-Ciri Tari Tradisional?

Hal keempat yang perlu kamu ketahui selain pengertian tari tradisional beserta unsur dan fungsi yaitu ciri-ciri atau karakteristiknya.

Tari tradisional tentu memiliki ciri khasnya yang membedakan dengan jenis tarian lain seperti tari modern atau kontemporer. Adapun beberapa ciri dari tari tradisional adalah sebagai berikut:

  • Memiliki aturan gerakan yang harus diikuti oleh penari.
  • Umumnya diiringi oleh musik-musik tradisional dari daerah yang bersangkutan.
  • Memiliki filosofi yang merepresentasikan pikiran dari kearifan lokal daerah yang bersangkutan.
  • Memiliki beberapa fungsi sosial seperti untuk upacara adat maupun kegiatan-kegiatan lokal yang lainnya.
  • Diajarkan atau dipelajari secara lisan dan turun temurun dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
  • Pada tarian atau momen tertentu terkadang terikat oleh syarat khusus seperti waktu, tempat, maupun orang-orang yang diperkenankan untuk menarikannya.

Apa Tujuan Tari Tradisional?

Terakhir yaitu tujuan tari tradisional, sebenarnya tujuan dari tari tradisional sama dengan fungsi yang telah disebutkan di atas.

Yang mana tujuan dari tari tradisional yaitu untuk dijadikan sebagai hiburan, pertunjukan, sarana upacara, pergaulan, hingga kesenian.

Penutup

Nah, demikianlah ulasan lengkap mengenai pengertian tari tradisional beserta unsur, fungsi, ciri-ciri, hingga tujuannya.

Semoga semua informasi yang telah Mamikos berikan di atas dapat bermanfaat untuk kamu dalam memahami esensi sebenarnya dari tarian tradisional.

Jika kamu ingin mempelajari informasi lainnya tentang tari tradisional maupun jenis kesenian lain.

Jangan lupa untuk kunjungi blog Mamikos Info karena akan ada banyak sekali artikel-artikel menarik dan bermanfaat yang mengulas topik tersebut untuk kamu baca.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta