Advertisement
Source : pixabay.com/@pexels-2286921

12 Peran dan Tanggung Jawab Seorang Ayah dalam Keluarga, Ternyata Bukan Hanya Cari Nafkah Saja Ya!

Sudah tahu peran dan tanggung jawab ayah dalam keluarga selain mencari nafkah? Simak artikel berikut ini.

14 Juli 2025 Lailla

12 Peran dan tanggung jawab seorang ayah dalam keluarga, ternyata bukan hanya cari nafkah saja ya! – Setelah laki-laki menikah dan memiliki anak, secara otomatis ia akan menjadi seorang ayah yang memiliki peran penting dalam keluarga. Walaupun identik dengan kewajiban mencari nafkah, tapi ada peran lainnya yang berdampak besar bagi keluarga. 🧔

Fakta umum di lapangan menunjukkan bahwa peran ayah masih sebatas bekerja untuk mencari uang saja, sedangkan semua urusan lainnya dibebankan pada istri. Padahal, di balik itu masih banyak tanggung jawab yang diemban seorang ayah, tidak hanya sekadar menjadi imam untuk anak dan istri.

Apa saja peran dan tanggung jawab seorang ayah dalam keluarga yang belum banyak disadari? Simak pembahasannya pada artikel berikut ini.

Peran dan Tanggung Jawab Ayah dalam Keluarga

Peran dan Tanggung Jawab Seorang Ayah dalam Keluarga, Ternyata Bukan Hanya Cari Nafkah Saja Ya!
pixabay.com/@pexels-2286921

Peran seorang ayah memang identik sebagai tulang punggung. Namun, tidak seharusnya peran tersebut direduksi sebagai pencari nafkah saja. Jika tetap demikian, kemungkinan besar seorang ayah kurang terlibat dalam urusan domestik, bahkan urusan emosional pada anak.

Belajar dari konsep parenting zaman sekarang yang setara dan terbuka, berikut ini berbagai peran dan tanggung jawab seorang ayah dalam keluarga.

45 Ucapan Ulang Tahun untuk Ayah dari Anak yang Menyentuh Hati

1. Sebagai Pemimpin dan Penentu Arah Keluarga

Seorang ayah memiliki peran penting sebagai pemimpin dalam keluarga sekaligus menjaga visi dan misi keluarga agar tetap terlaksana. Dengan demikian, ayah perlu terlibat dalam pembentukan nilai-nilai penting seperti kejujuran, integritas, bahkan kerja keras.

Penerapan nyata peran di atas misalnya dengan ikut mendidik anak untuk menjalankan tanggung jawabnya saat menjalankan tugas sehari-hari. Selain itu, ayah juga perlu bersikap tegas pada aturan yang sudah dibuat agar ditaati seluruh anggota keluarga.

2. Menjadi Role Model atau Panutan Utama Anak

Seorang ayah dilihat sebagai panutan pertama oleh anak laki-laki dan anak perempuan. Anak belajar cara berbicara, cara menyelesaikan masalah, cara bernegosiasi, cara menghargai orang lain, dan masih banyak lagi dari sang ayah.

Jika seorang ayah mampu menjalankan peran tersebut dengan baik, pola pikir anak akan terbentuk. Anak tidak mencari panutan lain di luar rumah yang nilai-nilainya bertentangan dengan keluarga. Selain itu, kepercayaan diri anak juga meningkat.

3. Berperan Aktif dalam Pengasuhan Anak

Tugas mengasuh anak sering diidentikkan dengan peran ibu. Padahal, peran ayah juga tidak kalah penting.

Pengasuhan anak yang dilakukan secara aktif oleh kedua orang tua akan memberikan dampak positif di kemudian hari. Namun, perlu diketahui bahwa definisi “aktif” tentu tidak hanya datang dalam bentuk fisik, tetapi juga terlibat langsung seperti mendengarkan anak bicara, merawat anak, memantau tumbuh kembang anak, mendiskusikan masalah dan mencari penyelesaiannya, mengantar sekolah, dan masih banyak lagi.

Penelitian terkait pandangan ayah terhadap keterlibatannya dalam pengasuhan anak menunjukkan hasil positif. Anak akan memiliki jiwa sosial yang tinggi, dianggap sebagai orang tua yang asik untuk diskusi, motivasi anak untuk berprestasi meningkat, sehingga anak akan merasa aman.

4. Mendukung Peran Ibu dalam Menjalankan Tugasnya

Seorang ayah yang baik akan mendukung peran ibu secara emosional dan praktis. Sebab, hubungan suami istri sebagai pasangan dianggap sebagai tim solid yang mempunyai tujuan jelas.

Cara ayah mendukung peran ibu secara konkret sangat beragam. Misalnya bisa berupa menjaga anak secara bergantian dan menyelesaikan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, menyetrika dan sebagainya. Sedangkan dukungan secara emosional bisa dengan memberikan validasi pada ibu, mengobrol secara terbuka, tidak menyanggah argumen, dan berkomunikasi secara sehat.

Pada kehidupan rumah tangga, ayah dapat membantu meng-handle anak saat tantrum, sehingga ibu akan terbantu. Contoh lainnya adalah secara bergantian menjaga anak agar ibu bisa “me time”.

Suami yang suportif akan membuat keluarga harmonis yang berdampak pada perkembangan anak. Misalnya saja perkembangan emosional anak lebih stabil dan lebih cerdas saat belajar karena merasa aman.

Halaman:

Advertisement