12 Peran dan Tanggung Jawab Seorang Ayah dalam Keluarga, Ternyata Bukan Hanya Cari Nafkah Saja Ya!
Sudah tahu peran dan tanggung jawab ayah dalam keluarga selain mencari nafkah? Simak artikel berikut ini.
5. Memberikan Rasa Aman Bagi Keluarga
Ayah bertanggung jawab secara fisik dan psikologis untuk memberikan rasa aman pada keluarga. Sebagai pelindung, ayah wajib menjaga keluarga tidak hanya dari bahaya fisik yang mengintai, tetapi juga ketidakpastian hidup.
Bahkan, seorang anak bisa merasa aman hanya dengan melihat kehadiran sang ayah, didengarkan ceritanya, dan tidak dihakimi. Jika dikaitkan dengan konsep secure attachment, anak yang diberikan rasa aman oleh ayah berupa dukungan dan pelukan saat sedih akan menganggap bahwa kesedihan tersebut dapat diatasi dan merupakan hal wajar.
Dampak jangka panjang akan terasa saat anak sudah dewasa. Anak tidak akan takut berekspresi, tidak kesulitan mengatur emosi, tidak bergantung pada orang lain, dan lebih mudah mencari dukungan emosional dari sekitarnya.
6. Berperan dalam Pendidikan dan Perkembangan Anak
Ayah yang turut andil dalam pendidikan anak dan mengamati perkembangannya menunjukkan bentuk dukungan terhadap sang anak. Ibarat coach atau mentor anak, segala keputusan yang diambil ayah bisa berdampak besar bagi masa depan anak kelak.
Peran ayah dalam proses perkembangan anak dapat ditunjukkan dengan kedatangan ayah saat acara rapat di sekolah dan pentas seni anak, diskusi dengan anak terkait cita-cita anak, pemberian semangat belajar, hingga membantu mengarahkan masa depan anak.
Dukungan ayah terhadap minat dan bakat anak dapat ditunjukkan dengan memasukkan anak ke klub olahraga, klub kesenian, dan kegiatan favoritnya. Kehidupan anak pun bisa lebih terarah dengan bimbingan ayah, sehingga anak tidak kebingungan dan lebih percaya diri.
7. Menjadi Pendengar yang Baik
Pernahkah melihat contoh anak yang diabaikan ayahnya dan tidak didengarkan saat bercerita? Sang anak akan merasa emosinya tidak dianggap, bahkan kehadirannya dianggap tidak penting.
Ayah yang bertanggung jawab akan menjadi sosok penyemangat sekaligus pendengar yang baik bagi anak dan istrinya. Tentunya kehadiran ayah tidak hanya secara fisik, tetapi juga emosi agar keluarga yang berusaha terbuka saat bercerita tidak merasa dihakimi.
Ada beberapa tips komunikasi efektif antara anak dan ayah yang bisa diterapkan sesuai nilai-nilai keluarga, seperti:
- Mendengarkan anak sebagaimana ayah ingin didengarkan serta memberikan empati
- Tidak berasumsi apa pun sebelum anak mengutarakan ceritanya
- Tidak memotong pembicaraan anak sebelum selesai
- Pahami suasana hati anak agar bisa merespons secara bijak
- Melihat sesuatu dari sudut pandang anak
Tidak seharusnya komunikasi antara ayah dan anak dilakukan sambil membahas kesalahan masa lalu anak. Apalagi jika ayah membuat anak jadi merasa bersalah karena anak akan menjadi rendah diri bahkan tidak dicintai.
8. Menerapkan Ilmu Parenting yang Sesuai Zaman
Zaman yang berubah menuntut orang tua bisa beradaptasi dalam mendidik anak, apalagi jika ayah bekerja dari rumah (WFH). Aktivitas parenting jadi lebih fleksibel namun tantangannya bisa jadi lebih berat.
Dunia anak yang sekarang sangat identik dengan penggunaan gadget, baik untuk kegiatan sekolah maupun untuk hiburan. Hal ini menuntut peran ayah agar bisa memantau penggunaan gadget anak agar tetap bijak.
Agar tetap bisa menjaga anak secara tepat di era digital, tidak ada salahnya belajar parenting, ikut kelas orang tua, atau aktif di komunitas keluarga. Dengan demikian, keseimbangan antara pekerjaan ayah dan perannya dalam keluarga akan tetap terjaga.
9. Pencari Nafkah Utama
Sebagaimana yang sudah diketahui, peran ayah sebagai pencari nafkah utama merupakan tanggung jawab finansial ayah yang penting dan harus dilaksanakan.
Namun, jangan lupa bahwa ayah tetap bertanggung jawab agar kebutuhan dasar keluarga bisa terpenuhi. Menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga bukan berarti ayah adalah satu-satunya orang yang bisa melakukannya.
Zaman sekarang, sangat sering dijumpai ayah dan ibu yang sama-sama bekerja. Perlu dipahami pula bahwa pencari nafkah bukan hanya hadir secara finansial, tetapi juga emosional karena uang tidak bisa menggantikan kasih sayang dan kebersamaan keluarga.
Halaman:

