3 Peran Tanah Bagi Kehidupan Manusia, Hewan, dan Tumbuhan
Tanah mempunyai banyak sekali peranan bagi kehidupan, baik dalam kehidupan manusia, hewan, maupun tumbuhan. Apa saja peran tanah yang dimaksud?
Organisme tanah tersebut biasanya dapat menempati lapisan sekitar 10 cm di bawah permukaan. Keberadaan dari organisme tersebut dapat memicu proses biologi dalam tanah yang juga dapat memengaruhi kesuburan hingga tekstur tanahnya.
Contoh organisme tanah jenis Mikrofauna yakni Protozoa, Acarina, Nematoda, Rotifera. Lalu untuk contoh organisme tanah jenis Mesofauna, antara lain Collembola, Nematoda, Rotifera, Araneida, Larva serangga, serta isopoda.
Dan yang terakhir adalah contoh organisme tanah jenis Makrofauna yakni Megascolesidae, Mollusca, Insecta, dan Vertebrata kecil.
Setidaknya terdapat beberapa peran organisme tanah bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup, antara lain adalah:
a. Dekomposer
Organisme tanah dapat melakukan dekomposisi, atau bahasa sederhananya menguraikan bahan organik yang asalnya dari sisa makhluk hidup. Contohnya menguraikan daun, ranting, atau jasad hewan. Organisme tanah juga dapat membantu pelapukan batuan, lo.
Hasil proses dari dekomposisi tersebut dapat membuat tanah memiliki unsur hara dan nutrisi yang memiliki kegunaan untuk menunjang kehidupan tumbuhan.
b. Menjadi pereaksi kimia
Bakteri di dalam tanah terlibat pada sebuah reaksi penguraian materi organik. Contohnya pad bakteri Nitrobacter yang terlibat dalam reaksi penguraian materi organik kompleks yang asalnya dari sisa makhluk hidup. Materi tersebut diuraikan menjadi senyawa nitrat yang sangat dibutuhkan tumbuhan.
Di dalam tanah, terdapat jamur yang namanya mikoriza. Jamur ini bersimbiosis dengan tumbuhan dan memiliki fungsi untuk meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara.
c. Menjadi pengurai polutan
Organisme tanah dapat menjadi agen biologis yang membersihkan polutan (materi polusi). Organisme tanah tersebut dapat melakukan beberapa hal antara lain menguraikan bahan kimia, herbisida. Dengan demikian maka herbisida sebagai unsur kimia beracun dapat dibersihkan dari tanah.
d. Mencegah penyakit tanah
Saat tanah memiliki senyawa organik dan aktivitas organisme tinggi, maka berbagai penyakit dapat dicegah supaya tidak masuk ke dalam tanah. Situasi tersebut dapat terjadi ketika tanah berada dalam kondisi yang normal.
Selama bahan kimia (seperti pestisida dan merkuri) yang dipakai dalam aktivitas pertanian, perkebunan, dan tambang tidak dilakukan secara berlebihan, maka kondisi tanah yang normal juga dapat lebih terjaga.
Halaman:

