Perjanjian Linggarjati: Isi Perjanjian, Tokoh, Latar Belakang, dan Dampaknya Lengkap

Perjanjian Linggarjati: Isi Perjanjian, Tokoh, Latar Belakang, dan Dampaknya Lengkap – Perjanjian Linggarjati adalah salah satu perjanjian yang membawa dampak besar bagi bangsa Indonesia.

Hingga saat ini perjanjian tersebut masih harus dipelajari mengingat pentingnya isi dari perjanjian tersebut.

Nah, Mamikos akan menjelaskan banyak sekali tentang materi ini, oleh karena itu pastikan untuk menyimak sampai akhir, ya.

Sejarah Perjanjian Linggarjati 

Kompas

Perjanjian Linggarjati adalah sebuah perjanjian yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Belanda pada tanggal 25 Maret 1947 di desa Linggarjati, Jawa Barat. 

Perjanjian ini merupakan salah satu upaya untuk mengakhiri konflik bersenjata antara kedua belah pihak yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Latar belakang terjadinya perjanjian ini adalah ketegangan yang meningkat antara pemerintahan Indonesia yang baru merdeka dan pemerintah kolonial Belanda yang berusaha untuk mengembalikan kendali mereka di wilayah jajahan Hindia Belanda. 

Konflik bersenjata pun pecah antara kedua belah pihak, yang dikenal dengan sebutan Agresi Militer Belanda I yang dimulai pada bulan Juli 1947.

Perjanjian ini mencoba menyelesaikan konflik tersebut dengan cara diplomatik. 

Dalam perjanjian ini, pemerintah Belanda mengakui de facto kedaulatan Republik Indonesia atas wilayah yang sudah mereka kuasai sejak proklamasi kemerdekaan, sedangkan pemerintah Indonesia mengakui hak Belanda atas wilayah-wilayah tertentu di luar Jawa, Sumatera, dan Madura.

Namun, perjanjian ini menuai kontroversi baik di dalam negeri maupun internasional. 

Di Indonesia, ada kelompok yang menolak perjanjian ini karena merasa bahwa Indonesia tidak mendapatkan bagian yang adil, sedangkan di Belanda, terdapat ketidakpuasan dari kelompok-kelompok yang menginginkan restorasi kolonialisme di Hindia Belanda.

Ketidakpuasan terhadap Perjanjian Linggarjati akhirnya berujung pada dilakukannya Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, yang menghasilkan penyelesaian akhir dalam bentuk Persetujuan Renville. 

Meskipun demikian, perjanjian ini tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi Indonesia, sebagai salah satu upaya awal untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda secara damai.

Isi Perjanjian Linggarjati 

Perjanjian ini terdiri dari beberapa poin utama yang membahas berbagai aspek hubungan antara Indonesia dan Belanda. 

Berikut adalah ringkasan isi lengkap perjanjian penting ini:

Prinsip-prinsip Umum

Perjanjian ini didasarkan pada prinsip-prinsip persamaan, saling menghormati kedaulatan, dan kerjasama internasional.

Pengakuan Kedaulatan

Belanda mengakui de facto kedaulatan Republik Indonesia atas wilayah-wilayah yang telah dikuasainya sejak proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Negosiasi Batas Wilayah

Indonesia dan Belanda setuju untuk melakukan negosiasi guna menentukan batas-batas wilayah kedua negara.

Penentuan Wilayah Belanda di Indonesia

Indonesia dan Belanda sepakat bahwa wilayah-wilayah yang diperintah oleh Belanda di luar Jawa, Sumatera, dan Madura akan tetap menjadi bagian dari kerajaan Belanda, tetapi akan diberikan kepada Republik Indonesia dalam rangka pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS).

Kedaulatan RIS

Pembentukan RIS akan dilakukan melalui Konferensi Raja-raja. RIS akan menjadi sebuah negara federal yang terdiri dari Republik Indonesia, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, dan negara-negara lainnya yang bersedia bergabung.

Jaminan Hak Kewarganegaraan

Warga negara Belanda dan Indonesia di wilayah-wilayah yang beralih kedaulatan akan tetap mempertahankan hak-hak kewarganegaraan mereka.

Perlindungan Hukum

Belanda dan Indonesia sepakat untuk memberikan perlindungan hukum bagi warga negara dan harta benda kedua belah pihak yang berada di wilayah masing-masing.

Penundaan Pengakuan Kedaulatan Indonesia

Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda akan ditunda hingga pembentukan RIS selesai, dan penyerahan kedaulatan atas wilayah-wilayah di luar Jawa, Sumatera, dan Madura dilakukan.

Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

Berikut ini adalah beberapa hal yang melatarbelakangi mengapa perjanjian ini bisa terjadi.

Kolonialisme Belanda di Indonesia

Sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Hindia Belanda telah menjadi koloni Belanda selama berabad-abad. 

Pemerintahan kolonial Belanda dikenal karena sistemnya yang otoriter dan eksploitatif, di mana sumber daya alam dan tenaga kerja Indonesia dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi Belanda. 

Hal ini menciptakan ketegangan dan perlawanan di antara rakyat Indonesia yang semakin menguatkan semangat nasionalisme dan tuntutan kemerdekaan.

Proklamasi Kemerdekaan

Pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, mengikuti periode pendudukan Jepang selama Perang Dunia II. 

Proklamasi tersebut menjadi titik awal bagi perjuangan kemerdekaan yang dipimpin oleh para pemimpin nasionalis Indonesia, seperti Soekarno dan Mohammad Hatta. 

Namun, Belanda menolak untuk mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha untuk mengembalikan kendali kolonial mereka.

Agresi Militer Belanda I

Agresi Militer Belanda I, yang dimulai pada 21 Juli 1947, merupakan tindakan agresif Belanda untuk merebut kembali kendali atas wilayah Hindia Belanda. 

Agresi ini memicu konflik bersenjata antara pasukan Belanda dan pasukan Republik Indonesia yang baru terbentuk. 

Konflik ini mengakibatkan pertempuran sengit di berbagai wilayah Indonesia dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan yang besar.

Tekanan Internasional dan Keterlibatan PBB

Di tengah eskalasi konflik antara Indonesia dan Belanda, terutama setelah Agresi Militer Belanda I, terjadi tekanan dari komunitas internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mencari solusi damai. 

PBB berupaya untuk memediasi konflik tersebut dan mendorong kedua belah pihak untuk duduk bersama dan mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri pertempuran. 

Selain itu, Amerika Serikat, yang memiliki kepentingan strategis di Asia Tenggara, juga ikut terlibat dalam menekan Belanda untuk mencari solusi diplomatik atas konflik dengan Indonesia.

Keinginan untuk Penyelesaian Damai

Pada saat itu, baik pemerintah Indonesia maupun Belanda menyadari bahwa konflik bersenjata tidak akan menguntungkan kedua belah pihak. 

Perang yang terus berlanjut merugikan baik dari segi ekonomi maupun kemanusiaan, dengan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang terus bertambah. 

Oleh karena itu, ada keinginan kuat dari kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian damai melalui jalur diplomasi dan negosiasi. 

Perjanjian ini kemudian menjadi wujud dari upaya tersebut, dengan harapan dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung cukup lama.

Tekanan Internal di Indonesia

Selain tekanan dari pihak internasional, terdapat pula tekanan internal di Indonesia yang mendorong untuk mencari solusi damai. 

Meskipun telah memproklamasikan kemerdekaannya, pemerintah Indonesia menyadari bahwa negara tersebut masih membutuhkan pengakuan internasional serta bantuan luar untuk memperkuat posisinya dalam konflik melawan Belanda. 

Oleh karena itu, langkah-langkah menuju perdamaian dengan Belanda menjadi penting bagi stabilitas dan kemajuan Indonesia sebagai negara yang baru merdeka.

Tokoh Perjanjian Linggarjati

Berikut ini adalah beberapa tokoh penting dari perjanjian ini.

1. Mohammad Hatta

Mohammad Hatta adalah salah satu tokoh utama pergerakan kemerdekaan Indonesia dan juga menjadi wakil presiden pertama Indonesia. 

Dalam konteks Perjanjian Linggarjati, Hatta berperan sebagai salah satu negosiator utama dari pihak Indonesia. 

Dia memainkan peran penting dalam perundingan dengan pihak Belanda untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi Indonesia.

2. Willem Schermerhorn

Willem Schermerhorn adalah seorang politikus Belanda yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Belanda saat perundingan perjanjian ini berlangsung. 

Sebagai perwakilan pemerintah Belanda, Schermerhorn memainkan peran penting dalam membahas dan menegosiasikan berbagai ketentuan perjanjian dengan pihak Indonesia.

3. Soetan Sjahrir

Soetan Sjahrir adalah salah satu pemimpin pergerakan kemerdekaan Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai perdana menteri Indonesia pada masa awal kemerdekaan. 

Meskipun tidak secara langsung terlibat dalam perundingan perjanjian ini, namun Sjahrir memberikan dukungan politik yang kuat terhadap upaya-upaya perdamaian antara Indonesia dan Belanda.

4. Hendrikus Albertus van Mook

Hendrikus Albertus van Mook adalah seorang politikus Belanda yang memegang peranan penting dalam politik kolonial Belanda di Hindia Belanda. 

Van Mook merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan solusi federal untuk menyelesaikan konflik antara Indonesia dan Belanda. 

Meskipun demikian, van Mook tidak langsung terlibat dalam perundingan perjanjian ini, namun pengaruhnya terhadap kebijakan kolonial Belanda turut memengaruhi jalannya perundingan.

Dampak Perjanjian Linggarjati

Nah, sedangkan berikut ini adalah beberapa dampak dari perjanjian penting ini.

5. Pengakuan De Facto Kedaulatan Indonesia

Salah satu dampak utama dari perjanjian ini adalah pengakuan de facto kedaulatan Republik Indonesia oleh pemerintah Belanda. 

Meskipun pengakuan ini hanya bersifat de facto dan ditunda untuk diakui secara resmi, namun merupakan langkah penting dalam proses pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Indonesia.

Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS)

Perjanjian ini menjadi landasan bagi pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tahun 1949. 

Meskipun RIS hanya berumur singkat sebelum akhirnya berubah menjadi Republik Indonesia, namun pembentukan ini merupakan langkah penting dalam menjaga persatuan dan integrasi wilayah-wilayah yang beragam di Indonesia.

6. Peningkatan Legitimasi Internasional Indonesia

Dengan adanya perjanjian ini, Indonesia memperoleh peningkatan legitimasi internasional sebagai negara yang berdaulat. 

Kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia telah diakui oleh pihak asing sebagai entitas politik yang memiliki hak untuk bernegara dan melakukan hubungan internasional.

7. Perubahan Dinamika Politik di Belanda

Di Belanda, Perjanjian Linggarjati memicu perdebatan dan perubahan dalam dinamika politik. 

Keputusan untuk mengakui kedaulatan de facto Indonesia menuai kritik dari beberapa pihak di dalam negeri, yang menginginkan restorasi kolonialisme. 

Hal ini memengaruhi politik dalam negeri Belanda dan membuka ruang untuk diskusi lebih lanjut tentang hubungan Belanda dengan bekas jajahannya.

8. Pengaruh terhadap Diplomasi Internasional

Perjanjian ini juga memiliki pengaruh yang lebih luas dalam diplomasi internasional, terutama di Asia Tenggara. 

Kesepakatan antara Indonesia dan Belanda mengirimkan sinyal penting kepada negara-negara lain bahwa penyelesaian konflik kolonial dapat dicapai melalui jalur diplomasi dan perundingan, bukan hanya melalui konflik bersenjata. 

Hal ini dapat membawa dampak positif dalam upaya penyelesaian konflik di seluruh dunia.

Penutup

Itulah beberapa penjelasan tentang Perjanjian Linggarjati yang kiranya  kamu harus tahu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu belajar, ya.

FAQ

Apa yang menyebabkan terjadinya Perjanjian Linggarjati?

Setelah konflik yang berkepanjangan, Indonesia dan Belanda melakukan perundingan di Linggarjati, Cirebon, pada 10 November 1946, karena tidak adanya kesepakatan yang tercapai selama Perundingan Hooge Veluwe. Akhirnya, Perjanjian Linggarjati terwujud sebagai upaya untuk mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak setelah negosiasi sebelumnya tidak berhasil.

Perjanjian Linggarjati dimana?

Serangkaian perundingan antara Indonesia dan Belanda diadakan di desa Linggarjati, Kuningan, Jawa Barat, yang dikenal sebagai Perundingan Linggarjati.

Mengapa hasil Perjanjian Linggarjati sangat merugikan bangsa Indonesia

Berdasarkan isi Perjanjian Linggarjati, wilayah Republik Indonesia mengalami pembatasan yang berdampak pada perubahan tujuan negara, di mana Indonesia diharapkan menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS) yang kemudian bergabung dengan Belanda. RIS akan dipimpin oleh ratu Belanda.

Mengapa Belanda melanggar janji pada Perjanjian Linggarjati?

Ketegangan baru timbul antara Indonesia dan Belanda karena perbedaan penafsiran mengenai wilayah Republik Indonesia, yang kemudian menjadi pemicu bagi meletusnya Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947. Belanda dianggap telah mengkhianati hasil Perjanjian Linggarjati karena adanya perbedaan interpretasi antara kedua belah pihak mengenai batas-batas wilayah RI.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta