Advertisement
Source : Getty Images/Vershinin

10 Pertanyaan saat Taaruf untuk Calon Suami Sebelum Melangsungkan Pernikahan

Mulai dari mengenal diri dan mengetahui apa yang kita butuhkan untuk mengetahui calon pasangan yang tepat.

8 Oktober 2025 Nadia Kamila

2. Bagaimana kamu mengelola keuangan pribadi dan rencana keuangan keluarga nanti?

Topik keuangan sering dianggap sensitif, padahal ini salah satu fondasi penting dalam pernikahan. 

Kamu akan mengetahui apakah calon suami memiliki kebiasaan finansial yang sehat, seperti menabung, mencatat pengeluaran, atau punya tujuan keuangan jangka panjang. 

Dari sini juga bisa terlihat tanggung jawabnya sebagai calon kepala keluarga. Kamu bisa memperhatikan apakah dia berpikir realistis soal biaya hidup dan bagaimana dia memandang peran istri dalam urusan keuangan. 

Apakah istri ikut terlibat dalam mencari uang? Apakah keputusan finansial dibuat bersama? 

Cara dia menjawab akan menunjukkan kedewasaan dan keterbukaannya. Jadi, jangan ragu membahas keuangan sejak awal ya! 

3. Apakah menurutmu istri boleh bekerja? Jika ya, bagaimana pengaturannya dalam rumah tangga?

Pertanyaan ini membantu kamu memahami pandangan calon suami terhadap peran perempuan dan keseimbangan hidup berkeluarga. 

Di zaman sekarang banyak perempuan bekerja bukan hanya ingin mendapatkan uang, tapi untuk tetap berkarya maupun mengamalkan ilmu. 

Kamu juga perlu mengetahui apakah calon suami melihat istri bekerja sebagai sarana untuk berkarya, atau untuk membantu perekonomian keluarga Idealnya, atau bahkan tidak boleh bekerja sama sekali. 

Pembahasan ini juga membuka ruang komunikasi soal pembagian peran dan dukungan emosional. Kamu jadi tahu, apakah dia tipe yang siap berjalan beriringan dalam segala peran, atau masih berpikir bahwa rumah tangga hanya tanggung jawab satu pihak saja.

4. Apa kebiasaan atau sifatmu yang paling kamu anggap kekurangan?

Pertanyaan ini terlihat sederhana tapi bisa membuka banyak hal tentang kejujuran dan kesadaran diri calon suami. 

Orang yang bisa mengakui kekurangannya biasanya lebih siap untuk tumbuh dan berkompromi dalam hubungan. Dari jawabannya, kamu bisa menilai seberapa jujur dan terbuka dia terhadap proses perbaikan diri. 

Misalnya, jika dia mengakui mudah emosi  tapi juga menjelaskan bagaimana dia belajar menahan diri, hal itu bisa menjadi pertimbangan. 

Sebaliknya, kalau dia menolak mengakui kekurangan atau bahkan berbalik menyalahkan orang lain, kamu perlu lebih hati-hati. 

Karena tujuan pertanyaan ini bukan mencari sosok sempurna, tapi melihat apakah dia punya kemauan untuk belajar dan berkembang bersama. 

Karena pernikahan bukan tentang dua orang yang bersih suci tanpa cela, melainkan dua orang biasa yang mau saling memperbaiki diri.

Apa Perbedaan Tunangan dan Lamaran, dan Mana yang Lebih Dulu?

5. Kalau sedang marah atau tertekan, biasanya kamu menenangkan diri dengan cara apa?

Setiap orang memiliki cara mereka sendiri ketika menghadapi stres atau emosi dan hal ini penting untuk kamu ketahui sebelum menikah. 

Pertanyaan ini bisa mengungkap seberapa sehat cara dia mengelola perasaan. Apakah dia cenderung diam menghindar dari masalah, mencari waktu sendiri, atau lebih suka ngobrol dan menyelesaikan masalah langsung? 

6. Bagaimana kamu membuat keputusan penting, terutama yang menyangkut keluarga?

Pertanyaan ini membantumu melihat gaya kepemimpinan dan pola pikirnya dalam mengambil keputusan.

 Apakah dia tipe yang tegas tapi terbuka, atau cenderung otoriter dan mau menang sendiri? Dalam pernikahan, banyak hal besar seperti keuangan, tempat tinggal, atau pendidikan anak yang harus diputuskan. 

Calon suami yang baik akan menjelaskan proses berpikirnya, mempertimbangkan masukan, lalu mengambil keputusan dengan tanggung jawab. 

7. Seperti apa hubungan ideal yang kamu bayangkan antara suami dan istri?

Pertanyaan ini membantu kamu memahami ekspektasi dan cara pandang calon suami terhadap hubungan pernikahan. 

Apakah dia membayangkan hubungan yang setara, saling mendukung, atau lebih pada pembagian peran tradisional? 

Dari jawabannya, kamu bisa menangkap nilai-nilai yang dia pegang tentang komunikasi, tanggung jawab, dan kebersamaan. Apakah dia melihat pernikahan sebagai hubungan yang penuh kerja sama atau hanya dominasi satu pihak saja. 

Halaman:

Advertisement