Advertisement
Source : pexels.com/@blitzboy

12 Pola Aliran Sungai dan Faktor yang Mempengaruhinya | Materi Geografi Kelas 10 SMA

Artikel ini membahas 12 pola aliran sungai beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, lengkap dan mudah dipahami untuk siswa kelas 10.

5 November 2025 Nadia Kamila

5. Pola Aliran Rektangular (Persegi) 

Pola Aliran Sungai Rectangular
wikipedia.org

Pola aliran rektangular ditandai dengan bentuk sungai yang membentuk sudut siku-siku antara sungai utama dan anak sungainya. Pola ini muncul akibat pengaruh patahan atau retakan batuan di daerah tersebut. 

Sungai akan mengikuti jalur lemah dari patahan, sehingga arah alirannya membentuk garis-garis lurus yang saling bersilangan. 

Biasanya pola ini ditemukan di wilayah yang memiliki struktur geologi keras, seperti batuan beku atau metamorf. 

Pola rektangular memberikan petunjuk penting bagi ahli geologi tentang adanya sistem retakan di bawah permukaan bumi. 

Pola ini juga digunakan untuk menganalisis bagaimana air mengalir mengikuti struktur batuan dan bagaimana pola drainase terbentuk secara alami akibat pergerakan tektonik. 

Dengan bentuknya yang tegas dan teratur, pola ini biasanya tampak jelas pada peta topografi atau citra satelit.

6. Pola Aliran Annular (Melingkar) 

Annural
wikipedia.org

Pola aliran annular memiliki bentuk melingkar seperti cincin yang mengikuti struktur geologi berbentuk kubangan atau kubah. 

Sungai-sungainya mengalir mengitari pusat tinggi atau rendah secara melingkar, kemudian bercabang ke arah luar atau dalam tergantung kemiringan lerengnya. 

Pola ini umumnya terbentuk di daerah dengan lapisan batuan sedimen yang melengkung akibat tekanan dari dalam bumi. Contohnya dapat ditemukan di sekitar kubah geologi atau kawah besar yang sudah tidak aktif. 

Dalam geografi, pola annular sangat menarik karena menunjukkan proses pembentukan dan deformasi struktur bumi yang kompleks. 

Pola ini juga menandakan bahwa batuan di daerah tersebut memiliki ketahanan yang berbeda-beda terhadap erosi, sehingga membentuk aliran melingkar yang khas. 

7. Pola Aliran Parallel 

Paralel
wikipedia.org

Pola aliran parallel atau sejajar terbentuk ketika beberapa sungai mengalir hampir sejajar satu sama lain dengan arah yang sama. 

Pola ini biasanya muncul di daerah dengan lereng panjang dan miring secara seragam, misalnya di lereng pegunungan atau dataran tinggi yang miring ke satu arah. 

Karena kemiringannya yang cukup besar, maka air hujan akan langsung mengalir tanpa banyak berbelok, membentuk jalur yang lurus dan sejajar. 

Pola aliran paralel sering dijumpai di daerah pesisir dengan perbukitan rendah. Oleh karena itu keberadaan pola parallel membantu mengidentifikasi wilayah dengan potensi erosi tinggi di bagian hulu sungai. 

Mengenal Prinsip Korologi dalam Geografi beserta Contoh Penerapan dan Penjelasannya

8. Pola Aliran Pinnate 

Pola Aliran Sungai Pinnate
geographynotes.com

Pola aliran pinnate disebut juga pola bulu burung karena bentuknya menyerupai tulang utama dengan cabang-cabang kecil di kedua sisinya. 

Sungai utama berfungsi sebagai “tulang tengah”, sementara anak-anak sungai mengalir dari arah miring dengan sudut tertentu dan bergabung ke sungai utama. 

Pola ini biasanya terbentuk di daerah dengan lereng miring atau perbukitan tidak terlalu curam, di mana air mengalir menuruni lereng dari dua sisi. 

Dalam geografi, pola ini digunakan untuk mengamati proses erosi di daerah perbukitan serta arah aliran air hujan menuju sungai utama.

Pola ini juga menjadi contoh sistem drainase yang efisien, karena air dari berbagai sisi dapat dengan mudah terhimpun ke satu jalur utama.

9. Pola Aliran Deranged 

Pola Aliran Sungai Deranged
prepp.in

Pola aliran deranged adalah pola yang tidak beraturan dan tampak acak tanpa arah aliran yang jelas. Sungai-sungainya sering saling terputus, berbelok tiba-tiba, atau bahkan bermuara ke danau kecil tanpa sistem yang teratur. 

Pola ini biasanya terbentuk di daerah yang baru mengalami gangguan geologis, seperti akibat aktivitas vulkanik, glasiasi (pembekuan es), atau gempa bumi. 

Permukaan tanah yang belum stabil menyebabkan air mengalir secara tidak menentu, sehingga membentuk pola acak. 

Seiring waktu, pola ini dapat berkembang menjadi lebih teratur jika proses erosi dan sedimentasi berlangsung terus-menerus. 

10. Pola Aliran Angular 

Pola Aliran Sungai Angular
pmfias.com

Pola aliran angular memiliki ciri khas berupa belokan-belokan tajam dengan sudut tertentu, membentuk pola seperti segi empat atau segi lima. 

Sungai utama dan anak-anak sungainya mengalir mengikuti bidang retakan atau perbedaan kekerasan batuan, sehingga arah alirannya kerap membentuk sudut-sudut jelas. 

Pola ini sering ditemukan di daerah dengan struktur batuan keras dan patahan tegak lurus, seperti batuan beku atau daerah yang mengalami deformasi geologi. 

Pola angular menjadi petunjuk adanya sistem patahan atau rekahan yang berpengaruh pada arah aliran air. 

Pola ini juga menunjukkan bahwa air cenderung mencari jalur paling lemah di antara batuan keras, sehingga membentuk arah berliku namun bersudut tegas. 

Halaman:

Advertisement