Pola Pewarisan Sifat Hukum Mendel 1 dan 2 dari Induk kepada Keturunannya dalam Ilmu Biologi
Apakah kamu tahu mengapa rambutmu lebih mirip dengan ayah dari pada ibu? Yuk, kita pelajari pola pewarisan sifat melalui Hukum Mendel!
Pola Pewarisan Sifat Hukum Mendel 1 dan 2 dari Induk kepada Keturunannya dalam Ilmu Biologi – Seperti yang diketahui, Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup.
Termasuk di dalamnya adalah pola pewarisan sifat dari induk yang kemudian diturunkan kepada anak-anaknya. Seperti golongan darah pada manusia, warna bulu pada hewan, atau bentuk biji pada tanaman.
Semua itu berhubungan dengan pola pewarisan sifat Hukum Mendel 1 dan 2 yang akan kita pelajari melalui artikel kali ini.
Pola Pewarisan Sifat Hukum Mendel
Daftar Isi [hide]

Ketika kita mempelajari pewarisan sifat genetika dalam Biologi, kita akan mengenal Gregor Mendel sebagai “Bapak Genetika” karena penemuannya yang revolusioner tentang bagaimana sifat-sifat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pada pertengahan abad ke-19, Mendel melakukan serangkaian eksperimen menggunakan tanaman kacang (Pisum sativum) di kebun biara tempat ia tinggal.
Mendel tertarik pada cara berbagai karakteristik, seperti warna bunga dan bentuk biji, muncul pada keturunan tanaman.
Mendel kemudian menyilangkan berbagai varietas tanaman kacang untuk dapat melacak bagaimana sifat-sifat tertentu diwariskan dari induk kepada keturunannya.
Melalui pengamatan yang teliti, ia menemukan bahwa sifat-sifat ini tidak diwariskan secara acak, tetapi mengikuti pola tertentu yang dapat diprediksi. Nah, penemuannya kemudian dikenal sebagai pola pewarisan sifat Hukum Mendel atau Hukum Pewarisan.

Advertisement
Terdapat dua hukum utama yang dirumuskan oleh Mendel, yaitu Hukum Mendel 1 yang dikenal sebagai Hukum Segregasi dan Hukum Mendel 2 atau Hukum Asortasi Bebas.
Untuk lebih memahami tentang pola pewarisan sifat Hukum Mendel 1 dan 2, yuk kita berlanjut pada bagian selanjutnya.
Hukum Mendel 1 (Hukum Segregasi)
Hukum Segregasi atau Hukum Mendel 1 menjelaskan bagaimana alel yang merupakan varian dari suatu gen dipisahkan selama pembentukan gamet (sel kelamin seperti sperma dan sel telur).
Menurut hukum ini, setiap individu memiliki dua alel untuk setiap gen—satu diwarisi dari ayah dan satu dari ibu.
Selama pembentukan gamet melalui proses meiosis, kedua alel ini akan dipisahkan atau disegregasikan, sehingga setiap gamet hanya akan mengandung satu alel dari setiap gen.