Proses Terbentuknya Stalaktit dan Stalagmit pada Gua beserta Perbedaannya
Apakah kamu penasaran dengan kemunculan dari stalaktit dan stalagmit di dalam gua? Simak penjelasan mengenai proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit di bawah ini.
Proses Pembentukan Stalaktit dan Stalagmit di dalam Gua
Setelah memahami pengertian dan mengenali seperti apa bentuknya, pasti kamu semakin penasaran dengan proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit yang ada. Apalagi prosesnya yang seperti terdengar membutuhkan waktu begitu lama.
Pada jenis gua kapur, tetesan air yang didapatkan biasanya berasal dari air hujan. Di daerah yang begitu kental dengan adanya kapur dan datang dari air hujan yang mengandung CO2 serta mengalami penyerapan yang datangnya dari atmosfer.
Air tersebut kemudian jatuh pada bagian batu kapur yang sudah tersusun dari adanya CaCO atau kasium karbonat.
Keberadaan dari kalsium karbonat tersebut bisa larut karena asam lemah yang mulai membentuk banyak saluran dalam kurun waktu begitu lama. Selain itu, hal tersebut juga menimbulkan adanya reaksi kesetimbangan.
Reaksi tersebut bisa mengalami adanya pergeseran sehingga bisa membentuk dari kedua jenis batuan tersebut. Saat gua kapur mengalami proses pengendapan, nantinya akan terbentuk yang dinamakan dengan stalagmit dan stalaktit.
Bentuk dari stalaktit sendiri biasanya memiliki lubang dan ujungnya yang lebih runcing. Proses pembentukan dari stalaktit bisa terjadi karena adanya Ca(HCO3)2 yang sebelumnya sudah terurai pada saat proses menetes ke bagian dasar dari gua.
Saat proses menetes tersebut berjalan, akan terjadi penumpukan dari CaCo3 yang letaknya berada di bagian atap gua. Dari sini, kemudian stalaktit terbentuk di atap tersebut.
Sementara itu, bentuk dari stalagmit begitu berbeda dengan apa yang dimiliki oleh stalaktit. Stalagmit memiliki bentuk yang cenderung berlapis dengan batuannya yang tidak berlubang.
Proses pembentukan dari stalagmit bisa terjadi karena adanya Ca(HCO3)2 yang menetes ke bagian lantai gua. Kemudian, senyawa tersebut mengalami penguraian yang berubah menjadi CaHCO3, H2O, dan juga CO2.
Senyawa CaHCO3 yang mengalami menetes secara terus menerus membuat adanya penumpukan dari CaCO3 yang lebih dikenal sebagai stalagmit.
Perbedaan yang Dimiliki Stalaktit dan Stalagmit
Dari penjelasan yang sudah diberikan sebelumnya, termasuk juga dengan adanya proses terbentuknya stalaktit dan stalagmit, pasti kamu bisa untuk mencari perbedaannya.
Halaman:

