15 Puisi Pahlawan Anak SD Siswa Kelas 2, 3, 4, 5, 6 Pendek yang Penuh Makna
Mamikos sudah mengumpulkan sejumlah puisi dengan tema pahlawan penuh makna untuk siswa kelas 2, 3, 4, 5, dan 6. Yuk, cari tahu informasinya dalam artikel berikut!
Contoh 3
Panglima Besar
Meski paru-parumu tinggal satu
Namun, engkau tidak tinggal diam
Saat penjajah kembali tiba
Untuk merebut kemerdekaan bangsa tercinta
Gunung dan bukit jadi saksi perjuanganmu
Memimpin gerilya dari kota satu ke kota lainnya
Semua engkau lakukan untuk membuat dunia
Mengakui Indonesia mampu menjaga kemerdekaannya
Ketabahan dan keberanian luar biasa
Dari seorang lelaki yang dulunya guru desa
Kini menjadi panglima besar
Yang memimpin para pejuang
Bertempur habis-habisan
Dengan senjata seadanya
Untuk tanah air tercinta
Contoh 4
Supriyadi
Engkau adalah pemuda Jawa
Yang masuk menjadi anggota PETA
Saat Jepang butuh tambahan tentara
Untuk melawan sekutu di Perang Dunia Kedua
Setelah mendapatkan pelatihan
Engkau dan kawanmu melakukan perlawanan
Membobol gudang senjata dan amunisi
Lantas memberikannya kepada pejuang pribumi
Sayangnya, Jepang tak tinggal diam
Perlawananmu berhasil dihentikan
Namun setelah penangkapanmu
Hingga kini sosokmu tak pernah terlihat lagi
Contoh Puisi Anak SD Siswa Kelas 4
Contoh 1
Penyapu Jalanan
Ia terlihat tua
Di usianya yang sudah senja
Seharusnya engkau bahagia
Bermain bersama cucu tercinta
Namun, tak seperti ini kenyataannya
Engkau tetap berjuang mencari sesuap nasi
Dengan menjadi penyapu jalanan
Tak ada penghargaan yang engkau dapatkan
Seolah perjuanganmu telah dilupakan
Oleh bangsa yang kemerdekaannya
Telah engkau perjuangkan
Meski engkau adalah seorang veteran
Namun, kehidupanmu sungguh mengenaskan
Aku hanya bisa berdoa
Semoga negara ingat atas semua jasa
Yang telah engkau berikan
Contoh 2
Namamu Sewangi Bunga
Seperti nama kota tempat engkau dilahirkan
Namamu akan dikenang sepanjang zaman
Engkau yang lahir di tanah Sunda
Berhasil mengangkat derajat kaum wanita
Membuat mereka tidak dipandang sebelah mata
Perjuanganmu tidak memerlukan senjata
Namun pikiran dan pengetahuan
Yang telah engkau sampaikan
Sukses merobohkan tembok tirani
Yang mengekang kehidupan para wanita
Membawa mereka setara dengan lelaki
Tanpa perjuangan yang engkau lakukan
Sungguh tidak bisa kubayangkan kehidupan wanita
Bisa jadi mereka akan selalu ditindas
Dan hidup dalam kegelapan
Tanpa pernah menikmati manisnya ilmu pengetahuan
Dewi Sartika
Engkau adalah wanita utama
Lahir di kota bunga
Namamu akan selalu harum sepanjang masa
Jasamu bagi kaum wanita
Sungguh tidak ternilai harganya
Halaman:

