5 Puisi untuk Ibu Tercinta yang Menyentuh Hati Singkat 2, 3, 4 Bait
Tema paling sering yang digunakan dalam menulis puisi adalah tentang ibu. Hal ini karena ibu merupakan sosok terdekat dengan kita. Berikut ini adalah beberapa contohnya
5 Puisi untuk Ibu Tercinta yang Menyentuh Hati Singkat 2, 3, 4 Bait – Ada banyak jenis puisi tentang ibu yang pernah diciptakan. Sebagian berupa puisi pendek sementara lainnya adalah puisi panjang.
Puisi pendek adalah puisi yang hanya terdiri dari dua bait. Sedangkan puisi panjang adalah puisi yang terdiri lebih dari 4 bait.
Bagi kamu yang sedang mencari referensi mengenai puisi-puisi pendek tentang ibu, kamu bisa mencermati contoh puisi tentang ibu di bawah ini sampai selesai
Daftar Isi
Mengenai Puisi

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang lekat dengan penggunaan diksi-diksi atau kata yang indah. Sebagai suatu wujud karya seni, puisi juga merupakan media untuk berekspresi.
Beragam tema dalam kehidupan dapat dibuat menjadi puisi, mulai dari tema perjuangan, percintaan, hingga tema tentang ibu.
Biasanya, puisi-puisi dengan tema ibu akan banyak muncul ketika berada di momentum Hari Ibu. Namun, sebenarnya puisi bertema ibu tidak harus dibuat di momen tersebut.
Apapun harinya, kita bebas untuk membuat puisi tentang ibu sebagai wujud cinta.
Penasaran seperti apa contoh puisi untuk ibu? Simak contoh puisinya di bawah ini.
Contoh Puisi untuk Ibu 2 Bait
Contoh 1 – Ibu Memanen Mangga
Ibu nampak ragu saat akan memanen mangga
Yang ditanam ayah di kebun belakang rumah
Mangga yang telah ditanam
Dan dirawat dengan penuh cinta
Terpaksa harus dipanen ibu lebih dini
Sebab bahaya tengah menanti
Mata-mata yang mengintai
Kini tak terlihat lagi
Sementara batu dan kerikil
Yang terkumpul tak pernah dipakai
Pemiliknya yang gagal mencuri
Contoh 2 – Celengan Demi Ibu
Di rumahnya yang sedang sepi
Seorang anak memecah
Celengan ayam miliknya
Setelah dikeluarkan isinya
Anak itu terlihat ragu
Seolah tak percaya
Dengan yang ditangkap matanya
Kemudian dengan berurai air mata
Ia berikan seluruh uangnya
Kepada dokter yang merawat ibunya
“Dokter, hanya ini yang kupunya!” pintanya
Ia pun menangis sejadinya-jadinya
Sebab tak ingin kehilangan ibunya
Contoh 3 – Maafkan Kami, Bu
Ibu terimakasih atas semunya
Jika hari ini anakmu belum mampu
Menjadi seperti yang ibu pinta
Mohon ampuni anakmu
Anakmu janji akan lebih giat lagi
Ibu maafkan kami
Bukannya kami tidak ingin
Mewujudkan keinginan ibu
Tapi kami hanyalah wayang
Yang patuh pada kehendak Dalang
Halaman:

