5 Puisi untuk Ibu Tercinta yang Menyentuh Hati Singkat 2, 3, 4 Bait

5 Puisi untuk Ibu Tercinta yang Menyentuh Hati Singkat 2, 3, 4 Bait – Ada banyak jenis puisi tentang ibu yang pernah diciptakan. Sebagian berupa puisi pendek sementara lainnya adalah puisi panjang.

Puisi pendek adalah puisi yang hanya terdiri dari dua bait. Sedangkan puisi panjang adalah puisi yang terdiri lebih dari 4 bait.

Bagi kamu yang sedang mencari referensi mengenai puisi-puisi pendek tentang ibu. Kamu bisa mencermati contoh puisi tentang ibu di bawah ini sampai selesai

Mengenai Puisi

https://www.pexels.com/@olly/

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang lekat dengan penggunaan diksi-diksi atau kata yang indah. Sebagai suatu wujud karya seni, puisi juga merupakan media untuk berekspresi.

Beragam tema dalam kehidupan dapat dibuat menjadi puisi, mulai dari tema perjuangan, percintaan, hingga tema tentang ibu.

Biasanya, puisi-puisi dengan tema ibu akan banyak muncul ketika berada di momentum Hari Ibu. Namun, sebenarnya puisi bertema ibu tidak harus dibuat di momen tersebut.

Apapun harinya, kita bebas untuk membuat puisi tentang ibu sebagai wujud cinta. Penasaran seperti apa contoh puisi untuk ibu? Simak contoh puisinya di bawah ini.

Contoh Puisi untuk Ibu 2 Bait

Contoh 1 – Ibu Memanen Mangga

Ibu nampak ragu saat akan memanen mangga
Yang ditanam ayah di kebun belakang rumah
Mangga yang telah ditanam
Dan dirawat dengan penuh cinta
Terpaksa harus dipanen ibu lebih dini

Sebab bahaya tengah menanti
Mata-mata yang mengintai
Kini tak terlihat lagi
Sementara batu dan kerikil
Yang terkumpul tak pernah dipakai
Pemiliknya yang gagal mencuri

Contoh 2 – Celengan Demi Ibu

Di rumahnya yang sedang sepi
Seorang anak memecah
Celengan ayam miliknya
Setelah dikeluarkan isinya
Anak itu terlihat ragu
Seolah tak percaya
Dengan yang ditangkap matanya

Kemudian dengan berurai air mata
Ia berikan seluruh uangnya
Kepada dokter yang merawat ibunya
“Dokter, hanya ini yang kupunya!” pintanya
Ia pun menangis sejadinya-jadinya
Sebab tak ingin kehilangan ibunya

Contoh 3 – Maafkan Kami, Bu

Ibu terimakasih atas semunya
Jika hari ini anakmu belum mampu
Menjadi seperti yang ibu pinta
Mohon ampuni anakmu
Anakmu janji akan lebih giat lagi

Ibu maafkan kami
Bukannya kami tidak ingin
Mewujudkan keinginan ibu
Tapi kami hanyalah wayang
Yang patuh pada kehendak Dalang

Contoh 4 – Doa Ibu Di Mana-mana

Kini anakmu ada di sini
Bukan semata atas kemampuan kami
Tapi di setiap kemujuran
Yang datang tanpa kabar
Kami yakin ada doa ibu di sana

Meski kami tak meminta
Tapi doa ibu selalu tiba
Selalu menjadi penguat
Ketika kami dihadapkan
Pada pahitnya kenyataan

Contoh 5 – Doa Pengetuk Langit

Ibu
Bagaimana kabarnya?
Semoga ibu senantiasa bahagia
Karena senyuman ibu
Adalah surga bagi anak-anakmu

Ibu
Jangan khawatirkan kami
Selama doa-doa ibu
Masih mengetuk pintu-pintu langit
Tak akan ada bahaya
Yang tak bisa kami hadapi

Contoh Puisi untuk Ibu 3 Bait

Contoh 1 – Bu, Sabarlah

kepada ibu tercinta
malam ini anakmu memanggilmu
lewat doa yang dibawa angin
dan kemudian diturunkan oleh hujan

ibu meski rindu anakmu
sudah sampai pada titik puncak
tetapi maaf bila anakmu tak mampu
datang untuk menemuimu
sebab keadaan memang belum mengijinkan

ibu sabarlah menunggu
bila keadaan sudah memungkinkan
anakmu akan kembali pulang
dengan membawa berita
seperti yang ibu inginkan

Contoh 2 – Sebaris Doa Bahagia

bila musim-musim pergi
masih adakah jejak ibu yang masih kujumpai
untuk kurangkai dan kulukis dalam selembar kanvas
sebagai penampung atas sebuah nafas
dari mereka yang tanahnya telah terampas

bila musim-musim itu datang
dan tak mampu diberikannya kasih sayang
lalu, dimanakah para terbuang
harus mengubur nasibnya yang malang

bila musim-musim itu telah tiada
kan kukirimkan sebaris doa
supaya ibu senantiasa bahagia

Contoh 3 – Doa-doa Penguat

Kuaminkan lagi doa-doamu
Sebagai penguat tubuhku
Dikala rubuh sesaat sebelum subuh berlabuh
Nyatanya hanya doa-doamu
Penguat hatiku di kala kekalahan
Datang memberi pelajaran
Bahwa hidup harus mau menerima kenyataan

Ketika doa-doamu berdatangan
Sekali lagi semangat ini berkobar
Mencoba bangkit untuk sekian kali
Meski tak ada seorang pun tahu
Seperti apa hasilnya nanti

Ibu,
Bilang nanti aku datang padamu
Dengan tangis dan bersimbah air mata
Dekap aku seperti masa kecil dulu

Contoh 4 – Kenangan Pada Ibu

Masih kusimpan rapi dalam lemari
Sebuah topi masa kecil dulu
Yang ibu belikan di pasar malam
Tak mengapa telah usang warnanya

Usang adalah penegas
Bahwa ia tidak berusia muda
Dalam kebisuannya
Ia seperti ingin bercerita
Bahwa hanya waktu yang mampu
Menjadi penguji kesetiaan

Ibu kadang masih kudengar
Suara ibu yang tengah berdoa
Ketika malam hanya tinggal sepertiga
Mohon pada Tuhan
Supaya bahagia dilimpahkan
Pada aku anakmu

Contoh 5 – Membeli Waktu untuk Ibu

Malamku masih seperti kemarin
Berdaun sepi dan bertangkai sunyi
Untuk menikmati sendiri
Yang kubisa hanya menjahiti hati
Sehingga duka ini tidak terlalu menganga
Dan menguras lebih banyak air mata

Ketika sepi meninggi
Tidak ada yang kubica selain mengikhlaskan
Bahwa kesepian dilahirkan dan ditujukan
Kepada mereka yang terpilih
Sehingga ketika mereka mampu bertukar kasih
Tidak ada lagi kenangan yang sengaja dihilangkan
Malam ini hanya sepi
Yang dinginnya menusuk jantung hati

Kesunyian ini seolah mengingatkan
Bahwa tidak semua bisa dibeli
Seandainya waktu bisa dibeli
Aku ingin kembali menjadi bayi
Yang lelap dalam pelukanmu, ibu

Contoh Puisi untuk Ibu 4 Bait

Contoh 1 – Kembali Ke Ibu

Ibu…
Malamku masih seperti kemarin
Hanya gelap gulita
Berdaun sepi dan bertangkai sunyi
Tak ada hati yang menemani

Ibu…
Aku rindu masa lalu
Ketika aku lelap
Usai mendengar ceritamu
Tentang kancil yang usil
Atau tentang kupu yang lucu

Ibu…
Masihkah ada kesempatan
Untuk kembali mendengarkan
Dongeng pengantar tidur
Seperti yang pernah kuterima
Ketika masa kecil dulu

Ibu
Anakmu rindu
Padamu dan juga kampung halaman
Tempat dimana aku dilahirkan
Dan dibesarkan dengan kebahagiaan
Yang mungkin kini tinggal kenangan

Contoh 2 – Mewujudkan Impian, Ibu

Ibu…
Kukira dewasa itu menyenangkan
Ternyata aku keliru
Karena tak yang lebih menentramkan
Selain terlelap dalam pelukanmu

Ibu…
Maafkan anakmu yang masih nakal
Masih sulit diatur
Dan kadang buat ibu kecewa
Sampai meneteskan air mata

Ibu,
Hanya percaya dan doa yang anakmu pinta
Karena anakmu percaya
Bahwa hanya doa seorang ibu
Yang mampu mengetuk pintu langit
Dan menggetarkan semesta

Ibu
Mohon percaya pada anakmu
Yang sedang mati-matian belajar
Supaya dapat lulus dalam ujian
Sehingga jalan untuk mewujudkan cita-cita
Yang kelak ibu dapat bangga
Semakin terbuka

Contoh 3 – Pinta Sederhana untuk Ibu

Jika dewasa nanti tiba
Tak banyak yang kupinta
Tuhan aku hanya ingin meminta
Sebuah doa sederhana
Teruntuk ibuku tercinta

Bukan emas dan permata
Bukan pula pangkat dan kuasa
Yang aku inginkan hanya
Bisa hidup lebih lama
Tuk buat ibu bahagia

Ibu
Maafkan anakmu
Yang hingga kini
Masih belum mampu
Seperti yang ibu mau

Ibu
Kadang anakmu merasa rindu
Pada masa kecil yang telah lalu
Ketika aku lelap dalam dekapanmu
Usai mendengar dongenganmu

Contoh 4 – Tambahan Waktu Mencari Menantu

Tuhanku
Mohon beri hambamu
Sedikit waktu
Supaya bisa bahagiakan ibu

Ibuku
Mohon maafkan anakmu
Masih belum mampu
Menemukan menantu
Seperti yang ibu mau

Ibuku
Bukannya anakmu tidak mau
Mencarikanmu menantu
Sudah berulang kali dicobanya
Tapi semua berakhir sia-sia

Ibuku
Beri anakmu sedikit waktu
Untuk mengejar cita-cita
Sehingga ketika waktunya tiba
Semua akan bahagia

Contoh 5 – Bu, Anakmu Tuna Asmara

Telah banyak yang ibu korbankan
Mulai tenaga hingga air mata
Tetapi maafkan bila
Belum bisa bikin ibu bangga
Bukannya anakmu tidak berusaha

Anakmu tidak pernah lelah mencoba
Untuk mengejar cita dan cinta
Tapi seolah tak ada dukungan dari semesta
Sehingga cinta yang diberikan
Hampir selalu berakhir dengan penghianatan

Anakmu juga ingin melihat ibu
Seperti ibu-ibu lain
Menimang cucu
Usai belanja ke pasar bersama menantu
Tetapi apa mau dikata
Anakmu hanya tuna asmara
Yang sulit mendapatkan cinta

Ibu
Maaf jika hanya sepotong rindu
Yang bisa dikirim anakmu
Dari tanah perantauan
Sebab kehidupan tengah
Memberi pelajaran
Tentang betapa pahitnya kenyataan

Demikianlah 5 Puisi untuk Ibu Tercinta yang Menyentuh Hati Singkat 2, 3, 4 Bait, semoga dapat membantumu yang sedang mencari referensi puisi tentang ibu.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta