Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak, Tujuan, dan Contohnya

Posted in: Mapel Pelajar
Tagged: Materi Sekolah

Rekayasa Perangkat Lunak – Perangkat lunak menjadi salah satu bagian penting dalam menunjang kemajuan teknologi komputer. Semakin sempurna perangkat lunak yang dibuat, semakin canggih teknologi yang dihasilkan. Oleh sebab itu, dibutuhkan rekayasa perangkat lunak untuk meningkatkan kualitas software yang sudah ada.

Rekayasa dari perangkat lunak atau yang lebih dikenal dengan istilah RPL ini juga termasuk salah satu jurusan yang ada pada Sekolah Menengah Kejuruan. Tidak heran kalau pembahasannya cukup luas dan harus dipahami sebagai dasar dalam mengembangkan teknologi yang sudah ada. 

Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak

unsplash.com

Pada tingkat dasar, pengetahuan mengenai perangkat lunak sudah sangat umum dan bisa dipahami di luar kepala. Tapi ilmu mengenai rekayasa perangkat lunak justru baru dipelajari setelah seseorang masuk dalam tingkat praktik teknologi. 

Bagi Anda yang masih bingung dan belum pernah mempelajarinya, perhatikan beberapa definisi berikut ini.

1. Menurut Bahasa

Rekayasa software atau perangkat lunak berasal dari dua kata, yakni rekayasa dan perangkat lunak. Rekayasa sendiri menurut bahasa berarti penerapan dari kaidah ilmu yang meliputi kegiatan pembuatan, perancangan, pengoperasian sehingga menghasilkan sistem yang lebih efisien dan ekonomis.

Sementara perangkat lunak merupakan salah satu nyawa dari komputer dan perangkat keras yang ada di dalamnya, sehingga tanpa perangkat lunak komputer tidak akan bisa menjalankan fungsinya.

Dari dua asal kata di atas, dapat dipahami bahwa rekayasa dari perangkat lunak adalah suatu kegiatan merancang atau membuat perangkat lunak yang sudah ada, agar bisa menghasilkan perangkat yang lebih efisien bagi penggunanya. 

2. Menurut Para Ahli

Mengingat pentingnya wawasan terkait rekayasa software ini, maka beberapa para ahli ikut mendefinisikan dari sudut pandang masing-masing yang lebih mudah dipahami oleh para pemula. Beberapa ahli tersebut di antaranya:

1. Roger Pressman

Proses pembuatan sebuah program berupa perangkat lunak agar bisa digunakan oleh users untuk menjalankan fungsi dan instruksi tertentu. Rekayasa software juga disebut sebagai struktur data atau dokumen yang dimanfaatkan untuk memanipulasi segala informasi. 

Adapun prinsip yang digunakan dalam proses rekayasa software ini adalah keahlian teknik demi memperoleh software yang bisa bekerja lebih efisien pada mesin tertentu yang digunakan. 

2. Fritz Bauer

Sesuai namanya, rekayasa software adalah proses pengembangan software yang sudah ada dengan menggunakan prinsip dan teknik rekayasa, agar bisa menghasilkan software yang lebih efisien dalam penerapannya menggunakan mesin sesungguhnya. 

3. Stephen R. Schach

Suatu pengembangan software yang sengaja dilakukan agar bisa menghasilkan perangkat yang tidak bermasalah dan tidak mengalami kerusakan. 

Selain itu, proses itu juga sengaja dilakukan supaya pengiriman data melalui software tersebut bisa lebih efektif dan efisien sesuai keinginan users.

4. IEE Computer Society

Merupakan suatu pendekatan yang diterapkan dan dilakukan secara disiplin dan sistematis guna memelihara software.  Dengan pendekatan yang terkuantifikasi atas pengembangan dan sistematis inilah, perangkat lunak bisa dipelihara dengan sistem engineering. 

5. IEEE 610.12

Sebuah kegiatan rekayasa atau studi terkait perangkat lunak yang terdiri dari pendekatan sistematis, kuantifiabel, pengembangan, disiplin, operasi, hingga pemeliharaan perangkat lunak untuk mengembangkan perangkat lunak yang sudah ada. 

3. Secara Istilah

Menurut istilah, rekayasa software ini bisa didefinisikan dari penerapan dan praktiknya dalam kehidupan. Rekayasa perangkat lunak bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang proses perancangan, pembuatan, hingga pemeliharaan sebuah perangkat lunak.

Adapun sistem dan prinsip yang dipakai bersifat sistematis sehingga bisa menghasilkan software yang lebih fungsional dan sesuai dengan kebutuhan nyata dalam kehidupan. 

Dari beberapa definisi di atas, dapat ditemukan beberapa kriteria yang harus dijadikan tolak ukur dalam melakukan rekayasa software, di antaranya:

  1. Mampu memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh penggunanya.
  2. Bisa mengikuti keinginan pengguna.
  3. Mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sedang berkembang.
  4. Mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam menggunakan energi penggunanya.
  5. Bisa terus dipelihara dan dirawat untuk jangka panjang. 

Tujuan Rekayasa Perangkat Lunak

RPL atau rekayasa software tentu memiliki banyak tujuan positif yang memberikan kemudahan dan manfaat bagi manusia sebagai pembuat dan pengguna dari perangkat itu sendiri. Beberapa tujuan tersebut meliputi:

1. Mengembangkan Software yang Lebih Berkualitas

Tujuan utama yang sudah umum diketahui dari adanya RPL adalah untuk mengembangkan perangkat lunak yang sudah ada agar lebih berkualitas dan bermanfaat bagi penggunanya. Tentu saja kualitas tidak hanya dilihat dari user saja, tapi dari berbagai sudut pandang seperti pemakai, sponsor, dan maintainer.

Pemakai harus mengakui kualitas dari software hasil RPL karena benar-benar menunjang dan mempermudah kegiatan tertentu. Sementara pihak sponsor yang membangun perangkat lunak juga merasakan bahwa software hasil RPL bisa lebih efisien dari sebelumnya. 

Sementara maintainer juga merasakan kualitas dari software yang dianggap lebih mudah dalam pemeliharaannya dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama.  

2. Memperbarui Software Agar Lebih Fungsional

Dalam aplikasinya, perangkat lunak yang dibuat pasti memiliki kelemahan ketika sudah digunakan untuk berbagai kepentingan. Berbagai kelemahan ini perlu disempurnakan dan diperbaiki lagi, agar lebih fungsional dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Melalui prinsip kerja dari rekayasa software, tentu saja berbagai kelemahan tersebut bisa dipelajari secara mendalam untuk dicarikan solusi agar bisa disempurnakan kembali. Dengan begitu, perangkat lunak bisa lebih berguna sesuai dengan keinginan penggunanya. 

3. Menciptakan Software yang Lebih Mudah Digunakan

Adanya kegiatan rekayasa pada perangkat lunak juga memiliki tujuan untuk menyempurnakan software agar lebih mudah digunakan atau user friendly. Tidak hanya mudah diaplikasikan, tapi juga memiliki tampilan yang lebih menarik sehingga mudah dipahami saat dipakai.

Seorang yang memiliki ilmu tentang perangkat lunak tentunya mengetahui kesulitan dari software yang telah ada dari sudut pandang pengguna. Untuk itulah software dikembangkan lagi agar lebih mudah digunakan untuk masyarakat luas dari segala kalangan. 

4. Membantu Integrasi Perangkat Lunak dengan Peralatan Lainnya

Beberapa perangkat lunak juga diciptakan untuk membantu integrasi dengan peralatan lainnya. Sayangnya, dalam aplikasinya beberapa peralatan justru mengalami masalah saat dihubungkan dengan perangkat lunak.

Atas kendala itulah, RPL dilakukan untuk tujuan integrasi software dengan berbagai peralatan tersebut. Diharapkan RPL mampu meningkatkan sistem software agar lebih optimal, sehingga bisa mendukung berbagai peralatan yang dibutuhkan tersebut. 

5. Membantu Memelihara dan Merawat Perangkat Lunak

Tidak hanya membuat dan mengembangkan aplikasi saja, rekayasa software juga berguna untuk membantu perawatan dan pemeliharaan dari perangkat lunak tersebut. Dengan adanya perawatan melalui rekayasa software, tentu saja segala kendala dan masalah pada software bisa dihindari.

Dalam jangka panjang, sistem akan tetap berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna sesuai dengan keinginannya. 

6. Memodifikasi Perangkat Lunak Agar Lebih Hemat dan Efisien

Meskipun sudah sempurna dan fungsional, perangkat lunak yang ada terkadang juga memiliki masalah dari penggunaannya yang kurang efisien dan memakan banyak biaya. Untuk itulah rekayasa software diperlukan. 

7. Menciptakan Perangkat Lunak yang Tepat Waktu Sesuai Kebutuhan

Perangkat lunak yang diciptakan juga harus bisa tepat waktu sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Apabila perangkat tidak bisa bekerja tepat waktu dan sesuai kebutuhan, akan sangat merugikan dan mengurangi efektifitas serta fungsi dari perangkat lunak itu sendiri. 

Ruang Lingkup Rekayasa Perangkat Lunak

Melalui definisi dan tujuan yang diinginkan dari rekayasa software, dapat ditemukan beberapa ruang lingkup dari RPL itu sendiri yang harus tercakup di dalamnya, yaitu:

  1. Desain, yang menampilkan komponen, arsitektur, tampilan, serta karakteristik dari perangkat lunak.
  2. Requirement, terkait dengan berbagai spesifikasi persyaratan dan keperluan dari software.
  3. Configurations managemen, berupa berbagai usaha yang dilakukan untuk mengubah perangkat lunak agar bisa memenuhi kebutuhan tertentu. 
  4. Construction, yang mencakup berbagi rincian dari perangkat lunak itu sendiri hingga menguji software agar bebas dari kesalahan. 
  5. Engineering tools, berkaitan dengan kajian dari alat bantu dan metode rekayasa software.
  6. Engineering management, berupa pengukuran dan pengelolaan dari rekayasa software.
  7. Maintaince, berupa segala usaha untuk merawat software yang telah digunakan.
  8. Testing yang menguji semua perilaku dari software yang sudah ada dan akan digunakan. 

Contoh Rekayasa Perangkat Lunak

Untuk mempermudah pemahaman terkait RPL dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak contoh yang bisa dijadikan bahan rujukan dan pembelajaran. Berikut adalah beberapa contoh dari hasil rekayasa perangkat lunak ataupun contoh tugas dan pekerjaan yang dilakukan:

1. Aplikasi untuk Pembuatan Kamera Driver

Ada banyak aplikasi yang bisa dibuat dengan memanfaatkan berbagai software yang sudah ada sebelumnya. Untuk bisa memudahkan pengguna komputer dalam memaksimalkan fungsi driver kamera yang ada dalam perangkat, dibuatlah aplikasi untuk membuat kamera driver sesuai kebutuhan pengguna. 

2. Membuat Aplikasi Pencatat Data Kecelakaan

Data kecelakaan sulit dideteksi secara manual dan tentunya membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui jumlahnya. Sebagai solusinya, dibuatlah aplikasi yang bisa mencatat data kecelakaan tersebut secara otomatis dan mudah dengan memodifikasi software yang sudah ada sebelumnya. 

3. Mengubah Software Photoshop Agar Menjadi File WordPress

Untuk kepentingan tertentu, software berupa Photoshop terkadang dibutuhkan dalam wordpress. Bahkan kebutuhan ini terus meningkat sehingga menuntut mereka yang ahli RPL untuk membuat sistem yang mampu mengubah Photoshop menjadi file dalam WordPress. 

4. Membuat Perangkat Lunak Pendidikan

Seiring berkembangnya teknologi, sistem pendidikan yang ada juga dituntut lebih canggih agar bisa mempermudah pendataan dan memenuhi kebutuhan pendidikan. Dalam kondisi inilah dibutuhkan rekayasa perangkat lunak agar bisa menciptakan berbagai software pendukung proses pendidikan. 

5. Membangun Website dan Fasilitas di Dalamnya

Website yang sudah ada perlu dikembangkan terus agar sesuai dengan kebutuhan pengguna dari masa ke masa. Rancangan serta bentuk website dan fasilitas yang ada di dalamnya ini bisa dibuat dengan rekayasa software. Orang yang bertugas merancang web ini biasa disebut sebagai Web Engineer.  

6. Membuat Aplikasi Game Anak Usia Dini

Perkembangan gadget secara tidak langsung mempengaruhi anak usia dini untuk tertarik menggunakannya. Demi mencegah penyalahgunaan konten gadget oleh anak di bawah umur, maka dibuat aplikasi game yang lebih bermanfaat dan merangsang perkembangan anak di usia tersebut.

7. Membuat Program Perhitungan Akuntansi

Kebutuhan akuntansi juga semakin meningkat seiring berkembangnya kantor dan perusahaan yang menuntut pekerjaan tersebut. Agar bagian keuangan bisa bekerja dengan lebih mudah dan meminimalisir kesalahan perhitungan, aplikasi perhitungan akuntansi bisa dibuat melalui proses rekayasa software. 

8. Membantu Pekerjaan Database Engineer

Seorang database engineer sedikit banyak juga harus memiliki ilmu dan keahlian dalam rekayasa software. Melalui rekayasa ini seorang database engineer bisa melakukan perawatan dan pemeliharaan data yang ada dalam program terkait. 

Pengelolaan jaringan dalam perusahaan juga bisa dilakukan dengan menggunakan prinsip yang ada pada rekayasa software. 

Mengingat pentingnya rekayasa perangkat lunak ini, maka sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang ini harus terus ditambah. Semakin banyak SDM yang mampu melakukan RPL, maka teknologi yang berkembang akan jauh lebih canggih dan mampu memenuhi berbagai kebutuhan manusia. 


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah