Resensi Novel Teluk Alaska Lengkap Karya Eka Aryani Bahasa Indonesia
Kini, karya-karya penulis muda semakin mendapatkan tempat di hati para pembaca. Salah satu karya sastra yang berhasil menarik perhatian adalah novel berjudul “Teluk Alaska” karya Eka Aryani yang diterbitkan pada tahun 2019.
Apa Tujuan Penulisan Resensi Novel?
Terdapat sejumlah tujuan dalam penulisan resensi novel. Nah, tujuan itu bisa berkaitan dengan penulis ataupun pembaca.
Bagi seorang penulis, menulis resensi novel dapat menjadi sumber penghasilan apabila resensi tersebut dimuat di koran atau media massa.
Selain itu, menulis resensi novel juga bisa jadi bentuk apresiasi si penulis terhadap suatu karya sastra.
Sementara itu, bagi pembaca, resensi novel dapat menjadi bahan pertimbangan ketika ingin membeli sebuah karya sastra. Sebab, resensi memuat informasi mengenai kelebihan atau kekurangan suatu novel.
Tak hanya itu saja, resensi novel juga menyediakan gambaran soal apakah suatu novel layak menjadi bahan bacaan buat kalangan tertentu atau tidak.

Advertisement
Misalnya saja, saat resensi memuat informasi bahwa kisah dalam suatu novel mengandung konten kekerasan yang eksplisit, tentu orang tua dapat memikirkan lebih jauh apakah novel tersebut layak dibaca oleh anak-anak atau tidak.
Melalui resensi juga pembaca mendapatkan gambaran singkat terkait isi cerita suatu novel. Untuk tujuan yang satu ini memiliki makna yang nyaris sama dengan penulisan sinopsis yang turut menyajikan gambaran singkat terkait isi cerita yang ingin disampaikan penulis.
Contoh Resensi Novel Teluk Alaska Karya Eka Aryani
Berikut adalah contoh resensi novel berjudul “Teluk Alaska” karya Eka Aryani yang Mamikos kutip dari rukita.co.
1. Sinopsis
Novel “Teluk Alaska” mengisahkan perjalanan emosional seorang wanita muda bernama Maya. Dirinya harus terjebak dalam kebuntuan hidup setelah ditinggalkan oleh kekasihnya secara tiba-tiba dan menghilang tanpa jejak.
Maya, seorang perempuan yang tengah merasa terpuruk dan bingung, memutuskan untuk mengambil cuti dari rutinitasnya yang monoton dan pergi ke kota kecil di Teluk Alaska.
Hal itu dilakukannya dalam upaya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantuinya dan mencari kedamaian dalam hatinya yang bergejolak.
Perjalanan fisik yang diambil Maya menjadi perwujudan dari perjalanannya dalam merangkul perasaan-perasaan dan konflik internalnya.
Di Teluk Alaska, ia bertemu dengan berbagai tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan emosionalnya.