Advertisement
Source : histori.id

Ringkasan Cerita Rakyat Malin Kundang Singkat, tentang Seorang Anak yang Durhaka pada Ibunya

Cerita rakyat Malin Kundang termasuk cerita yang populer di Indonesia. Berikut bacaan ringkasannya.

14 September 2025 Zuly Kristanto

Malin Kundang di dalam Mimpi

Di dalam mimpinya, Malin Kundang menjadi sesosok saudagar yang sangat kaya. Ia mempunyai banyak kapal-kapal besar. Selain itu ia juga memiliki seorang pendamping hidup yang sangat elok paras wajahnya.

Ketika Malin Kundang sedang menikmati kekayaannya. Tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya.

“Lin, Malin. Bangun, Lin,” kata seseorang yang menepuk bahunya.

Malin Kundang menggeliat dan melihat sosok yang ada di hadapannya. Setelah tahu yang membangunkannya dari tidur pulasnya adalah Burhan. Terlihat raut kesal di wajah Malin Kundang.

“Ah, kau mengganggu mimpi indahku saja,” gerutu Malin Kundang.

“Hahaha… maaf lagian siang-siang begini bukannya kerja tetapi malah tidur. Oh, iya. Ada apa? Kata orang-orang kamu sedang mencariku?”

“Iya. Aku memang sedang mencarimu.”

“Memangnya ada urusan apa kamu mencariku, Lin?”

“Begini, Han. Aku sudah muak hidup miskin. Aku ingin merubah nasib. Aku ingin sekali menjadi orang yang kaya raya.”

“Kalau itu sama, Lin. Aku juga ingin hidup kaya raya. Tetapi, bagaimana caranya?”

“Aku ingin merantau. Siapa tahu diperantauan, aku dapat memiliki kehidupan yang lebih baik dari sekarang.”

“Kalau kamu sungguhan ingin merantau. Aku ikut ya, Lin. Aku sudah bosan tinggal di terus. Tidak ada tantangannya. Aku ingin mencari tantangan baru dan ingin melihat dunia yang lebih luas lagi. Lantas kapan kamu berangkat?”

“Rencananya kapan kamu berangkat?”

“Empat hari lagi.”

“Baiklah. Sepakat. Empat hari lagi kita akan memulai petualangan baru di tempat yang baru.”

Contoh Teks Biografi Jendral Sudirman beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Malin Kundang Berangkat Merantau

Setelah kesepakatan dibuat. Malin Kundang pun pulang kembali untuk menemui ibunya. Pada saat melihat ibunya termangu menanti dagangannya laku.

Malin Kundang berbisik lirih, “Aku akan merantau, Bu. Jika aku sukses nanti. Aku akan buat ibu bangga dan bahagia.”

Saat Malin Kundang berjalan mendekat ke arah ibunya. Tiba-tiba ada saudagar yang mampir dan membeli dagangan ibunya.

“Wah, kebetulan sekali. Aku akan bertanya kepada saudagar itu apakah aku boleh ikut berlayar dengannya.”

Sesaat kemudian Malin Kundang berkenalan dengan saudagar tersebut. Usai berkenalan, Malin Kundang pun mengutarakan keinginannya pada saudagar tersebut.

Betapa bahagianya Malin Kundang ketika saudagar tersebut mengijinkannya ikut berlayar dengannya. Dan yang lebih membuat hati Malin Kundang adalah ibunya memberikan ijin untuk merantau.

Beberapa hari kemudian Malin Kundang dan Burhan pergi berlayar dengan menaiki kapal seorang saudagar yang pernah membeli makanan di warung ibunya Malin Kundang.

Di atas kapal Malin Kundang sibuk mengamati orang-orang yang melakukan transaksi berbagai barang.

Selain itu dia juga menemui sang saudagar untuk meminta pekerjaan. Betapa gembira hati Malin Kundang saat keinginannya diwujudkan oleh sang saudagar.

Sementara Burhan lebih banyak duduk termenung. Kelihatannya dia lebih tertarik untuk memandangi indahnya samudra luas dan kapal-kapal besar yang ditemuinya sepanjang perjalanan daripada mencari pekerjaan.

Ketika kapal bersandar di sebuah bandar. Malin Kundang mulai bekerja sesuai dengan arahan dari sang saudagar.

Sebenarnya Malin Kundang sudah menawari Burhan pekerjaan. Tetapi Burhan menolaknya. Ia belum ingin bekerja. Ia ingin mengembara untuk mengetahui tempat yang lebih luas lagi.

Pada saat itulah Malin Kundang dan Burhan berpisah. Mereka mengejar mimpinya masing-masing.

Halaman:

Advertisement