Advertisement
Source : histori.id

Ringkasan Cerita Rakyat Malin Kundang Singkat, tentang Seorang Anak yang Durhaka pada Ibunya

Cerita rakyat Malin Kundang termasuk cerita yang populer di Indonesia. Berikut bacaan ringkasannya.

14 September 2025 Zuly Kristanto

Dosa Malin Kundang, Ringkasan Cerita Rakyat Malin Kundang

Berkat ketekunan dan keuletan dalam bekerja. Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun Malin Kundang sudah menjadi sosok pemuda yang sukses.

Bahkan, kini dirinya sudah memiliki kapal sendiri dan telah menikah dengan seorang perempuan yang cantik jelita.

Suatu hari kapal Malin Kundang sedang bersandar di dermaga baru. Usai membeli sejumlah barang, tiba-tiba ada seorang perempuan tua yang menarik bajunya.

“Kamu Malin? Malin Kundang anakku?” tanya perempuan itu.

“Aku memang Malin Kundang, tetapi aku ini bukan anakmu,” jawab Malin Kundang dengan ketus.

“Kamu sekarang sudah sukses, Nak. Ayo, Nak. Kita pulang ke rumah. Ibu sangat rindu padamu,” pinta perempuan tersebut.

“Tidak mau. Memangnya siapa kamu?”

“Aku ibumu, Nak. Apakah kamu sudah lupa pada ibu yang telah melahirkanmu?”

“Benarkah yang dikatakan perempuan ini, suamiku?”

“Jangan percaya, istriku. Aku tidak mungkin memiliki ibu sepertimu. Ibuku sangat cantik dan masih muda. Tidak. Kamu tidak mungkin ibuku.”

“Nak, Ini ibumu. Ibu yang telah melahirkanmu.”

“Bukan. Kamu bukan ibuku. Cepat pergi sana!” bentak Malin Kundang.

Perempuan tua itu terus merengek dan mengatakan dirinya adalah ibunya.

Malin Kundang yang kesal lalu memerintahkan pengawalnya untuk mengusir perempuan tersebut.

Setelah mengusir perempuan tadi Malin Kundang melanjutkan perjalanan. Betapa terpukul dan sedihnya hati perempuan yang diusir oleh anak kandungnya sendiri.

Contoh-contoh Dampak Positif dan Negatif dari Sikap Etnosentrisme

Perempuan tua itu memang benar-benar ibu kandungnya Malin Kundang.

“Kamu telah berubah, Nak. Harta telah mengubah hatimu menjadi batu. Jika seperti ini yang kau lakukan pada wanita yang telah melahirkanmu ke dunia. Aku kutuk kau menjadi batu.”

Usai memberikan kutukannya. Tiba-tiba langit yang semula cerah berubah menjadi gelap. Laut yang semula tenang berubah menjadi bergelombang.

Hujan badai dan gelombang besar menghajar kapal Malin Kundang hingga pecah menjadi berkeping-keping.

Malin Kundang yang sedang berjuang berenang ke tepian. Tiba-tiba tersambar petir, dan sambaran petir ini mengubah tubuh Malin Kundang berubah menjadi batu.

Sesaat sebelum peristiwa naas ini terjadi. Malin Kundang sempat berkata, “Ibu, maafkan anakmu.”

Sayangnya, semua sudah terlanjur. Malin Kundang pun berubah menjadi batu. Semua kekayaan yang telah membutakan hati Malin Kundang ditelan lautan yang ganas.

Demikian ringkasan cerita Malin Kundang si anak durhaka. Semoga dari cerita ini kita dapat belajar agar tidak memiliki nasib yang sama dengan Malin Kundang.  

Mitos Mahasiswa Unik dari 5 Jurusan Kuliah Terunik

Halaman:

Advertisement