Contoh-contoh Dampak Positif dan Negatif dari Sikap Etnosentrisme

Contoh-contoh Dampak Positif dan Negatif dari Sikap Etnosentrisme – Individu atau kelompok seringkali mendukung unsur budaya dengan menekankan etnosentrisme.

Faktor budaya tersebut meliputi bahasa, perilaku, adat istiadat dan agama. Secara lebih spesifik, etnosentrisme adalah pandangan atau persepsi seseorang atau kelompok. 

Etnosentrisme memiliki dampak positif dan negatif bagi sebuah negara ataupun kelompok. Namun sebelum mengetahui contoh dampaknya, ketahui terlebih dahulu yuk pengertian sikap etnosentrisme.

Apa Itu Sikap Etnosentrisme?

https://unsplash.com/@nickwang14

Istilah etnosentrisme berasal dari dua kata Yunani, yaitu ethos yang berarti rakyat dan kentron yang berarti pusat. Jadi, etnosentrisme adalah bangsa yang menjadi sentral. Sikap demikian memiliki berbagai implikasi etnosentris.

Etnosentrisme adalah kecenderungan yang memandang nilai dan norma budayanya sebagai yang utama, terbaik, mutlak, dan menggunakannya sebagai tolok ukur pembeda dengan budaya lain.

Etnosentrisme dapat dikatakan sebagai suatu bentuk perilaku, jjika disederhanakan dapat menciptakan perilaku yang muncul dari interaksi sosial yang dialami masyarakat.

Meskipun etnosentrisme bisa dibilang merupakan fenomena universal yang mempromosikan kohesi dan kontinuitas di semua tingkat organisasi sosial, etnosentrisme menawarkan alasan untuk menyerang budaya atau subkultur lain dalam bentuk ekstremnya.

Dampak Positif Sikap Etnosentrisme

1. Meningkatkan Kesetiaan kepada Kelompok

Kebanggaan terhadap budaya seseorang tentu membantu seseorang membawa reputasi baik dari kelompok yang mereka ikuti di masyarakat.

Terlalu sombong tidak benar-benar menyebabkan seseorang berpaling dari apa yang sudah dan sudah diterapkan dalam kehidupan. Loyalitas ini membuat orang peduli satu sama lain.

Contohnya wujud kesetiaan terhadap bentuk kelompok sosial tersebut dalam Forum Organisasi Sosial Masyarakat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menunjukkan persatuan dan kesatuan.

Terkadang, orang Indonesia yang tinggal di luar negeri merasakan hal yang sama dalam hal keadilan ketika anggota TKI berjuang. perlindungan terhadap perubahan

Orang yang bangga dengan budayanya cenderung fanatik. Ketika kita fanatik terhadap suatu hal, memang tidak mudah untuk menerima perubahan di sekitar kita, apalagi jika itu berkaitan dengan budaya yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.

2. Meningkatkan Semangat Juang

Semangat menjaga ciri khas daerah adalah hal yang baik. Semangat juang seorang fanatik budaya meningkatkan kepedulian terhadap budaya.

Perawatannya sangat berbeda, dari yang terlihat hingga yang tidak terlihat. Kepedulian yang nyata melalui pendirian sebuah pusat kebudayaan dan tetap dilaksanakannya segala adat istiadat yang berlaku di wilayahnya.

Semangat juang ini bisa dilihat dari adanya kompetisi antar daerah. Sebuah tim asal daerah tertentu seketika akan kompak dan saling mendukung untuk memenangkan pertandingan sehingga daerah tersebut menuang prestasi yang dapat dibanggakan.

3. Pelestarian Integritas Budaya

Keinginan untuk terus membudidayakan dan melestarikan kebudayaan memungkinkan kebudayaan itu tetap eksis.

Keberadaan budaya merupakan sesuatu yang sangat penting dan menentukan keutuhan budaya.

Integritas budaya tetap terjaga ketika etnosentrisme ini ditempatkan dengan benar. Terutama di lingkungan budaya dari mana ia berasal. 

Misalnya dalam sebuah daerah diadakan pagelaran seni tahunan atau pembukaan sanggar tari untuk warga sekitar dalam rangka melestarikan budaya sehingga keberadaannya akan terus ada selama upaya ini dilakukan.

4. Menjaga Kestabilan Budaya

Rasa memiliki terhadap suatu budaya tidak membuat budaya tersebut hilang dari lingkungan. Penggarapan budaya juga menciptakan stabilitas budaya namun tetap terjaga.

Seseorang tidak hanya harus bangga dengan budaya, tetapi juga bertindak untuk menjaga stabilitas budaya.

Contohnya adalah program-program pemerintah daerah dalam mengembangkan kebudayaan yang ada.

Biasanya setiap daerah memiliki alokasi dana pemerintah daerah untuk urusan pengembangan atau pelestarian budaya.

5. Meningkatkan Rasa Cinta Tanah Air

Kecintaan terhadap budaya akan terus ada di mana-mana. Ketika kamu bertemu orang lain, kamu secara tidak langsung memperkenalkan budaya lain.

Ketika kamu berbicara dengan orang lain, kamu pasti akan bertanya dari mana orang itu berasal.

Ketika hal ini diapresiasi oleh orang lain, maka akan semakin meningkatkan kecintaan terhadap negara dan budaya.

Contohnya adalah seseorang memuji keindahan pakaian batik yang digunakannya. Maka ia akan menjadi bangga terhadap warisan dari daerahnya karena telah melahirkan batik tersebut.

6. Menumbuhkan Patriotisme

Ketika individu memahami etnosentrisme, otomatis mereka memiliki jiwa yang kuat untuk mempertahankan identitasnya.

Ini sering disebut patriotisme. Contoh besarnya adalah pada semangat juang dalam melawan penjajahan pada era peperangan.

7. Perlindungan terhadap Perubahan

Hal ini dilihat dari semangat perubahan dari warga Jepang setelah negaranya dibom oleh musuh. Kekuatan dan kesatuan mereka akhirnya mendorong perubahan berbagai bidang secara revolusioner. 

Etnosentrisme adalah alat yang digunakan untuk mencegah masuknya unsur asing ke dalam budaya.

Hal itu memberikan kontribusi terhadap kemajuan besar yang menyebabkan perubahan pada bangsa Jepang.

8. Timbulnya Arus Politik

Diketahui bahwa sikap dalam perilaku politik dan komunikasi yang menjadi landasan utama etnosentrisme tidak terlepas dari kondisi geografis pergerakan para aktor, sehingga budaya dan agama seringkali menjadi unsur pembentuk gerakan politik.

Misalnya dalam pemilihan gubernur. Biasanya pendukung atau pemilih gubernur tersebut didominasi dari warga yang berasal dari kabupaten/ kecamatan / desa tempat calon gubernur itu tinggal.

Dampak Negatif Sikap Etnosentrisme

1. Konflik Etnis

Konflik rasisme anti-Tionghoa sudah beberapa kali muncul di Indonesia. Misalnya, pada kerusuhan Mei 1998, properti milik ras Tionghoa diserang dan dihancurkan.

2. Konflik Suku

Kerusuhan di Sampit, Kalimantan Tengah menimbulkan ketegangan antara suku Dayak dan Madura yang menyebar ke seluruh Kalimantan.

Pemberontakan ini dipicu oleh sikap saling menolak untuk menerima dan menghormati budaya kedua suku di Kalimantan Tengah tersebut.

3. Menghambat Proses Asimilasi dan Integrasi Budaya

Asimilasi budaya adalah proses sosial yang terdiri dari interaksi jangka panjang, langsung dan intens dengan latar belakang budaya yang berbeda, dari mana elemen budaya campuran muncul di antara kelompok-kelompok ini.

Contohnya penggunaan Koteka pada pria dewasa di Papua. Bagi orang non-Papua di rumah, menggunakan kotka bisa memalukan.

Namun, bagi penduduk pelosok Papua, menggunakan kotka untuk melindungi kemaluannya adalah hal yang wajar dan menjadi kebanggaan tersendiri.

4. Hilangnya Objektivitas Ilmiah

Etnosentrisme dapat menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Individu menunjukkan aspek subjektivitas dan objektivitas ketika mengevaluasi sesuatu.

Contohnya seorang peneliti lebih memilih mengamati masalah yang ada di daerahnya meskipun tidak memiliki urgensi yang penting, padahal di luar sana ada masalah relevan yang lebih penting untuk diteliti.

5. Diskriminasi dalam Industri Tertentu

Ketika seseorang milik suku tertentu dan memiliki bisnis. Ketika membutuhkan karyawan, ia mengutamakan karyawan di daerahnya tanpa mempertimbangkan kemampuan pelamar untuk bekerja.

Jika Anda pernah bekerja di bidang tertentu, ada juga banyak perbedaan perlakuan jika Anda berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

Etnosentrisme masih tersebar luas di lingkungan kita. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kasus rasisme yang membuat orang lain tidak nyaman.

Misalnya seorang karyawan asal Papua mengalami ejekan rasis saat ia bekerja di Jakarta karena terlihat berbeda dari orang-orang di sana pada umumnya.

Nah, demikian pembahasan mengenai contoh dampak positif dan negatif dari sikap etnosentrisme, semoga bermanfaat.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta