Source : Foto: Freepik

Jenis-jenis Uang Berdasarkan Lembaga Penerbit, Bentuk dan Bahan, serta Menurut Nilainya

Pelajari jenis-jenis uang berdasarkan lembaga penerbit, bentuk dan bahan, serta nilainya. Materi lengkap untuk pelajar dengan contoh dan fungsi uang.

27 Oktober 2026 Gita Pradina
Ringkasan Artikel
  • Uang adalah alat tukar yang mempermudah transaksi, berfungsi juga sebagai satuan hitung dan penyimpan nilai; selain bentuk fisik, uang kini bisa berbentuk nonfisik atau elektronik yang sah secara hukum.
  • Jenis uang diklasifikasikan menurut lembaga penerbit (mis. uang kartal dari bank sentral, uang giral di bank), menurut bentuk dan bahan (kertas, logam, elektronik), serta menurut nilainya (bernilai penuh vs tidak bernilai penuh).
  • Bagi pelajar, memahami jenis-jenis uang penting untuk literasi keuangan: biasakan menabung, bedakan kebutuhan dan keinginan, catat pengeluaran, gunakan uang digital dengan aman (cek nominal, jaga PIN/OTP, tinjau riwayat, dan pakai layanan berizin).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jenis-jenis uang merupakan materi penting yang perlu kamu pahami karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan, melakukan transaksi, serta mendukung berbagai kegiatan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Dengan memahami pengelompokan uang, kamu dapat mengenali fungsi setiap jenis uang secara lebih jelas. Pemahaman ini membantu kamu menggunakan uang secara bijak dan membangun literasi keuangan sejak dini.

Artikel Mamikos ini akan membahas jenis-jenis uang berdasarkan lembaga penerbitnya, bentuk dan bahan, serta nilainya. Yuk, simak selengkapnya!

Pengertian Uang Secara Umum

Jenis-jenis uang
Foto: Freepik

Uang adalah alat tukar yang digunakan untuk mempermudah kegiatan jual beli barang dan jasa. Sebelum uang dikenal, masyarakat melakukan sistem barter, yaitu menukar barang dengan barang lain.

Sistem ini dianggap kurang efektif karena sulit menemukan pihak yang ingin menukar barang yang saling dibutuhkan.

Seiring perkembangan peradaban, uang diciptakan sebagai solusi agar transaksi menjadi lebih praktis dan adil.

Uang memiliki nilai yang disepakati bersama sehingga dapat digunakan oleh seluruh anggota masyarakat. Selain sebagai alat tukar, uang juga berfungsi sebagai satuan hitung dan alat penyimpan nilai.

Dalam konteks modern, uang tidak selalu berbentuk fisik. Kemajuan teknologi membuat uang berkembang menjadi bentuk nonfisik yang tetap memiliki nilai dan diakui secara hukum.

Pembagian Ilmu Ekonomi Deskriptif, Teori Ekonomi, dan Terapan beserta Contoh dan Penjelasannya

Jenis Uang Berdasarkan Lembaga Penerbit

Jenis uang berdasarkan lembaga penerbit merupakan pengelompokan uang yang didasarkan pada pihak yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkannya. Pengelompokan ini penting agar kamu dapat memahami siapa yang bertanggung jawab atas keabsahan serta peredaran uang dalam sistem keuangan.

Berikut pembagian jenis uang berdasarkan lembaga penerbitnya.

1. Uang Kartal

Uang kartal adalah uang yang dikeluarkan oleh bank sentral dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di masyarakat.

Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) adalah lembaga yang berwenang menerbitkan uang kartal, yang proses pencetakannya dilakukan oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri).

Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam yang memiliki nilai nominal tertentu. Kedua jenis uang ini digunakan secara luas dalam transaksi sehari-hari, seperti membeli jajanan di kantin sekolah, membayar transportasi, atau membeli perlengkapan belajar.

Karena bentuknya fisik, uang kartal mudah dikenali dan digunakan oleh semua kalangan.

Namun, uang kartal juga memiliki kelemahan, seperti mudah rusak, terbatas jumlahnya, serta berisiko hilang jika tidak disimpan dengan baik. Oleh sebab itu, kamu perlu menggunakan dan menyimpan uang kartal secara hati-hati.

2. Uang Giral

Uang giral adalah alat tukar dalam bentuk simpanan di bank umum yang digunakan melalui instrumen tertentu. Instrumen utama uang giral antara lain cek, bilyet giro, dan instrumen pembayaran lainnya.

Dalam praktiknya, uang giral lebih sering digunakan untuk transaksi bernilai besar karena dinilai lebih aman dan praktis.

Jenis Uang Menurut Bentuk dan Bahan

Selain berdasarkan lembaga penerbit, uang juga dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan pembuatannya. Klasifikasi ini membantu kamu mengenali karakteristik fisik uang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Uang Kertas

Uang kertas terbuat dari kertas khusus yang dirancang lebih kuat dibandingkan kertas biasa. Uang ini digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dan beredar bersama dengan uang logam dalam berbagai nilai nominal.

Uang kertas dilengkapi dengan berbagai unsur pengaman untuk mencegah pemalsuan. Unsur pengaman tersebut antara lain tanda air (watermark), benang pengaman, hingga tinta khusus yang hanya dapat dilihat atau dirasakan dengan cara tertentu.

Meskipun praktis dan mudah dibawa, uang kertas relatif lebih mudah rusak, misalnya sobek atau luntur jika terkena air dan disimpan secara tidak tepat. Oleh karena itu, kamu perlu menyimpan uang kertas dengan baik agar tetap layak digunakan.

2. Uang Logam

Uang logam adalah uang yang terbuat dari bahan logam seperti nikel, tembaga, atau aluminium. Uang ini digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dan beredar bersama dengan uang kertas dalam berbagai nilai nominal.

Kelebihan uang logam adalah daya tahannya yang tinggi karena tidak mudah sobek atau rusak. Namun, uang logam memiliki bobot yang lebih berat dan kurang praktis jika dibawa dalam jumlah banyak dibandingkan uang kertas.

Dalam kehidupan sehari-hari, uang logam sering digunakan untuk transaksi bernilai kecil, misalnya sebagai uang kembalian saat kamu berbelanja di warung atau minimarket.

3. Uang Elektronik

Uang elektronik adalah alat pembayaran yang menggunakan media elektronik sebagai pengganti uang fisik. Uang elektronik tersimpan dalam media elektronik seperti dompet digital, kartu uang elektronik, atau aplikasi pembayaran berbasis server.

Penggunaan uang elektronik semakin berkembang seiring kemajuan teknologi. Banyak transaksi saat ini yang sudah menggunakan sistem nontunai karena dinilai lebih cepat dan efisien.

Bagi pelajar, uang elektronik dapat membantu melatih kebiasaan transaksi yang praktis dan aman, asalkan digunakan dengan bijak dan diawasi dengan baik.

Jenis Uang Menurut Nilainya

Selain berdasarkan lembaga penerbit serta bentuk dan bahan, uang juga dapat dibedakan berdasarkan nilainya. Pengelompokan ini membantu kamu memahami perbedaan antara nilai yang tertera pada uang dengan nilai bahan pembuatannya.

1. Uang Bernilai Penuh

Uang bernilai penuh adalah uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya. Artinya, nilai bahan pembuat uang tersebut sebanding dengan nilai yang tertera. Pada masa lalu, uang logam yang terbuat dari emas atau perak termasuk uang bernilai penuh. 

2. Uang Tidak Bernilai Penuh

Uang tidak bernilai penuh adalah uang yang nilai intrinsiknya lebih rendah daripada nilai nominalnya. Sebagian besar uang yang digunakan saat ini termasuk dalam kategori ini. Uang kertas dan uang logam modern tergolong uang tidak bernilai penuh.

Halaman: