Advertisement
Source : unsplash/@BadyAbbas

Pembagian Ilmu Ekonomi Deskriptif, Teori Ekonomi, dan Terapan beserta Contoh dan Penjelasannya

Temukan penjelasan dari pembagian ilmu ekonomi deskriptif, teori, dan terapan.

20 Agustus 2025 Nuril Hidayah

Pembagian Ilmu Ekonomi Deskriptif, Teori Ekonomi, dan Terapan beserta Contoh dan Penjelasannya – Berbicara tentang ekonomi, pasti langsung terbayang dengan uang, bisnis, belanja, sampai pasar. Tapi sebenarnya, ekonomi itu jauh lebih luas daripada sekadar jual-beli. Ekonomi membahas bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sumber daya terbatas.

Secara umum, ilmu ekonomi terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan. Masing-masing memiliki fungsi dan peran penting dalam memahami bagaimana sistem ekonomi berjalan di kehidupan sehari-hari. 

Yuk, artikel Mamikos akan bahas satu per satu dengan penjelasan pembagian ilmu ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan terapan yang mudah dimengerti, plus contohnya agar semakin relate sama kehidupan. Jadi, siap belajar ilmu ekonomi? 📊 💲 🏧

Mengenal Ilmu Ekonomi Deskriptif

pembagian ilmu ekonomi deskriptif, teori, dan terapan
unsplash/@BadyAbbas

Menurut Alfred W. Stonier, ekonomi deskriptif adalah cabang ilmu ekonomi yang berfungsi untuk mendeskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi di lapangan. 

Ekonomi deskriptif berperan mengumpulkan berbagai informasi penting terkait persoalan ekonomi, seperti kondisi sektor industri, krisis moneter, atau data pengangguran. 

Lebih mudahnya, misalnya kamu menjadi detektif ekonomi, tugasnya bukan menebak-nebak atau membuat teori baru, tapi mencatat, mengamati, dan menjelaskan fakta yang ada di lapangan. Nah, itulah fungsi ekonomi deskriptif.

Jadi, tidak ada analisis “seharusnya begini” atau “akan jadi begitu”. Murni laporan kondisi nyata yang bisa dipakai untuk memahami keadaan ekonomi suatu negara, wilayah, atau sektor tertentu.

Ciri-ciri Ekonomi Deskriptif:

  • Menyajikan data ekonomi apa adanya.
  • Biasanya berupa angka, tabel, grafik, atau laporan.
  • Tidak membahas solusi atau teori, hanya menggambarkan fakta.
  • Jadi dasar untuk cabang ekonomi lainnya.

Contoh Ekonomi Deskriptif:

  • Data inflasi Indonesia tahun 2024 → misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Indonesia sebesar 2,8%.
  • Jumlah pengangguran di suatu daerah → misalnya, pengangguran terbuka di Jawa Barat mencapai 8,3%.
  • Pertumbuhan ekonomi nasional → laporan tahunan yang menunjukkan seberapa besar kenaikan atau penurunan PDB (Produk Domestik Bruto).
  • Survei konsumsi rumah tangga → seperti berapa persen masyarakat lebih banyak mengeluarkan uang untuk makanan, transportasi, atau pendidikan.

Dari contoh tersebut terlihat bahwa ekonomi deskriptif itu ibarat foto kondisi ekonomi saat ini. Tanpa ini, tidak ada dasar untuk membuat teori atau solusi. Data yang akurat dari ekonomi deskriptif menjadi pijakan penting agar teori ekonomi dan langkah terapan bisa tepat sasaran.

Apa itu Trading Forex? Ini Cara Kerja dan Resiko yang Harus Dipahami oleh Pemula sebelum Mulai

Mengenal Ilmu Ekonomi Teori

Jika ekonomi deskriptif tadi sebatas “menceritakan apa adanya”, teori ekonomi sudah mulai melangkah ke analisis. 

Menurut N. Gregory Mankiw (dalam Principles of Economics, 1997) menjelaskan bahwa teori ekonomi membantu memahami hubungan sebab-akibat dalam aktivitas ekonomi, sehingga bisa digunakan untuk membuat prediksi atas fenomena ekonomi yang akan terjadi.

Ekonomi teori adalah cabang ilmu yang membahas hubungan sebab-akibat dalam aktivitas ekonomi, dengan tujuan mencari tahu mengapa suatu fenomena terjadi dan apa yang bisa terjadi di masa depan.

Dalam teori ekonomi, fakta-fakta yang terkumpul dari ekonomi deskriptif dipelajari, dianalisis, lalu dibuat model atau teori untuk menjelaskan pola yang ada.

Ciri-ciri Ekonomi Teori:

  • Bersifat analitis, bukan hanya deskriptif.
  • Mencari hubungan antar variabel ekonomi (misalnya harga dengan permintaan).
  • Bisa digunakan untuk memprediksi fenomena di masa depan.
  • Sering dibuat dalam bentuk model sederhana agar mudah dipahami.

Jenis-jenis Ekonomi Teori:

Nah, ilmu ekonomi teori terbagi sebagai berikut:

  1. Teori Ekonomi Mikro → Membahas perilaku ekonomi individu atau kelompok kecil, misalnya rumah tangga, perusahaan, atau konsumen. Contoh: teori permintaan dan penawaran, teori produksi, teori harga.

Misalnya, kalau harga kopi naik, permintaan bisa turu dan dijelaskan dalam hukum permintaan.

Halaman:

Advertisement