Ringkasan Materi PJOK Kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

Ringkasan Materi PJOK Kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka – Metode belajar yang tepat dapat membuat seorang siswa memiliki prestasi yang baik di kelasnya.

Salah satu yang paling populer adalah membuat ringkasan materi. Teknik ini dapat diaplikasikan untuk membuat siswa lebih mudah paham materi PJOK di kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka.

Nah, bagi kamu yang ingin tahu seperti apa ringkasan materi PJOK di kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka, kamu dapat membaca artikel di bawah ini.

Ringkasan Materi PJOK Kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka

pixabay/phillipkofler

Di bawah ini merupakan ringkasan materi PJOK Kelas 6 semester 1 dan 2 lengkap

Ringkasan Materi PJOK Kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka Semester 1

Bab 1 Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Permainan Bola Besar

Dalam bab pertama ini, materi yang diberikan guru kepada siswa adalah teknik memainkan bola yang baik dan benar.

Adapun bola besar yang diajarkan teknik permainannya pada bab pertama ini yaitu sepak bola, bola voli, dan bola basket.

Meski ketiganya sama-sama memakai bola untuk memainkannya. Tetapi, ketiganya memiliki jenis bola dan aturan permainan yang berbeda.

Dalam permainan sepak bola, kamu diajarkan mengenai bagaimana teknik memainkan sepak bola yang benar.

Mengenai teknik yang diajarkan adalah bagaimana cara menendang bola, mengontrol bola, sampai melakukan tembakan ke arah gawang lawan.

Selain itu, kamu juga akan belajar tentang bagaimana gerakan zig-zag dalam menggiring bola secara baik dan benar.

Setelah memahami teknik memainkan sepak bola yang baik dan benar. Kamu akan diajarkan cara bermain voli yang benar.

Sama seperti permainan sepak bola, dalam permainan voli ini kamu akan diajarkan bagaimana melakukan servis, menerima bola, hingga melakukan smash yang efisien.

Kemudian, yang terakhir adalah cara memainkan bola basket. Dalam bagian ini, kamu akan diajarkan bagaimana cara melakukan dribbling, teknik merebut bola, hingga teknik memasukkan bola basket.

Semua materi ini harus kamu kuasai dengan baik. Selain banyak-banyak membaca, supaya kamu paham bagaimana cara melakukannya. Kamu harus sering-sering praktek semua teknik yang diajarkan gurumu.

Bab 2 Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Berbagai Permainan Bola Kecil

Dalam bab selanjutnya yang kamu pelajari adalah bagaimana cara memainkan permainan dengan menggunakan bola kecil.

Mengenai bola kecil yang dimainkan dalam bab ini yaitu kasti dan rounders. Adapun teknik atau gerakan yang harus dikuasai yaitu lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif.

Supaya kamu dapat memahami dengan baik mengenai aturan dan bagimana cara memainkan permainan bola kecil ini kamu harus sering-sering latihan.

Bab 3 Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar Jalan, Lari, Lompat, dan Lempar

Dalam pembelajaran aktivitas atletik, pembahasan melibatkan variasi dan kombinasi gerak dasar seperti jalan, lari, dan lompat.

Olahraga lari dijelaskan sebagai kegiatan melangkahkan kedua kaki dengan gerakan cepat, dengan perbedaan signifikan dari berjalan.

Salah satu permainan yang dicontohkan adalah “Bermain Lompat Kelinci,” di mana kelompok anak-anak melakukan lompatan seiring dengan berbagai variasi gerak.

Pembelajaran dilanjutkan dengan penekanan pada lari jarak pendek atau sprint. Aktivitas ini memerlukan kekuatan dan kecepatan, dan siswa diajak untuk mempraktekkannya secara tekun dan disiplin.

Selanjutnya, materi membahas variasi jalan dengan kombinasi lari, dengan contoh kegiatan sprint relay yang melibatkan kelompok berlomba secara bergantian.

Pada bagian berikutnya, pembahasan beralih ke olahraga lompat, terutama lompat jauh. Gerak dasar lompat jauh dijelaskan dengan langkah-langkah seperti awalan, tolakan, melayang, dan mendarat.

Faktor-faktor penting seperti posisi tubuh dan koordinasi gerakan dijelaskan untuk mencapai lompatan maksimum.

Selanjutnya, materi memperkenalkan variasi gerak dasar dengan kombinasi lari dan lompat, melibatkan aktivitas bermain dan berkelompok.

Pembahasan dilanjutkan ke lempar roket sebagai alternatif dari lempar lembing, dengan penekanan pada variasi lari pelan dan cepat dengan kombinasi lempar roket.

Latihan dan aktivitas kelompok juga disertakan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memahami dan melaksanakan variasi gerak dasar.

Bab 4 Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Seni Bela Diri Pencak Silat

Dalam pencak silat, variasi gerak dasar nonlokomotor dengan kombinasi gerak lokomotor menjadi fokus pembelajaran.

Bab ini mencakup berbagai sikap kuda-kuda dengan kombinasi pukulan, seperti kuda-kuda depan dan belakang dengan pukulan lurus yang melibatkan langkahan kaki, serta kuda-kuda tengah dan samping dengan dorongan melangkah lurus.

Selain itu, terdapat variasi sikap kuda-kuda dengan kombinasi tendangan melangkahkan kaki, tangkisan samping melangkah mundur, dan hindaran melangkahkan kaki mundur.

Selanjutnya, pembelajaran mencakup variasi gerak dasar lokomotor dengan kombinasi gerak nonlokomotor.

Dalam hal ini, termasuk pola gerak langkah lurus dan berkelok-kelok dengan kombinasi pukulan, tendangan, tangkisan, serta pola langkah dengan kombinasi hindaran.

Dengan demikian, siswa diajak untuk memahami dan mempraktikkan beragam teknik dasar pencak silat untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Bab 5 Aktivitas Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kemampuan untuk melakukan aktivitas tanpa merasa lelah dan masih memiliki tenaga.

Unsur kebugaran jasmani melibatkan kekuatan, kelenturan, kecepatan, keseimbangan, daya tahan, dan kelincahan.

Latihan kebugaran termasuk lompat tali, sit up, push up, back up, dan lari cepat.

Faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani meliputi faktor fisik, keturunan, usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, pola istirahat, dan pola makan.

Pola hidup sehat, seperti makan bergizi, istirahat, dan olahraga, juga berperan penting dalam meningkatkan kebugaran.

Pengukuran tingkat kebugaran jasmani dapat dilakukan dengan menghitung denyut nadi, mengukur kekuatan otot, kelenturan tubuh, dan daya tahan tubuh.

Melakukan aktivitas kebugaran secara rutin dan disiplin dapat membentuk tubuh ideal dan meningkatkan kualitas kebugaran jasmani.

Dalam latihan kebugaran, peregangan otot dan pelemasan sendi sebelumnya sangat penting untuk mengurangi risiko cedera.

Dengan menjalankan program kebugaran, individu dapat mencapai kebugaran jasmani yang baik, mendukung kesehatan, dan meningkatkan kemampuan fisik.

Ringkasan Materi PJOK Kelas 6 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka Semester 2

Bab 6 Gerakan Dominan dalam Senam Lantai

Materi selanjutnya adalah membahas tentang gerak berguling dalam senam lantai, dengan fokus pada gerakan guling ke depan, guling ke belakang, dan guling lenting.

Gerak berguling merupakan keterampilan dasar yang melibatkan kontrol tubuh, penguasaan tubuh, dan keterampilan putaran.

Rangkaian gerak dominan dalam senam lantai mencakup bertumpu, gerak berpindah, pendaratan, ayunan, tolakan, dan putaran.

Gerakan guling ke depan melibatkan berguling ke arah depan dengan awalan berdiri atau jongkok.

Guling ke belakang, sebaliknya, merupakan gerakan berguling ke arah belakang dengan awalan berdiri atau jongkok.

Guling lenting melibatkan melentingkan badan ke depan atas dengan lemparan kedua kaki dan tolakan kedua tangan.

Pentingnya gerak berguling ini dalam senam lantai adalah untuk melatih daya tahan otot, kekuatan, kelenturan, koordinasi, kelincahan, dan keseimbangan.

Rangkaian gerakan senam lantai juga dibahas, mengombinasikan guling ke depan, guling ke belakang, dan guling lenting.

Praktik gerakan ini dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan. Gerak berguling menjadi keterampilan yang wajib dikuasai dalam senam lantai.

Senam lantai memberikan manfaat fisik dan mental, termasuk pengembangan komponen fisik, kemampuan gerak, dan pelatihan kreativitas dalam pemecahan masalah gerak.

Keseluruhan materi tersebut mengajak siswa untuk praktik senam lantai dengan mencoba kombinasi gerakan secara disiplin, sportif, dan tanggung jawab.

Bab 7 Variasi dan Kombinasi Gerak Dasar dalam Aktivitas Gerak Berirama

Gerak berirama atau senam irama melibatkan rangkaian gerak mengikuti irama, nada, atau ketukan, disebut juga gerak ritmik.

Variasi gerak langkah kaki dan ayunan lengan dapat dilakukan dengan menggabungkan gerakan dasar dalam gerak berirama.

Variasi langkah kaki meliputi ke depan, ke belakang, ke samping, berkelok-kelok, dan mengayunkan kaki ke depan.

Variasi ayunan lengan dengan kombinasi jalan melibatkan mengayunkan lengan ke depan, mendorong lengan ke depan, menekuk dan mengangkat siku, serta mengayunkan lengan ke samping.

Gerak melangkah dapat dikombinasikan dengan ayunan lengan. Praktikkan variasi ini dalam kelompok dengan lagu daerah sebagai pengiring.

Senam irama memiliki manfaat untuk kesehatan dan mengajarkan kerjasama, disiplin, dan saling menghargai.

Bab 8 Renang Gaya Punggung dan Dasar-Dasar Penyelamatan Diri di Air

Pada dasarnya, renang gaya punggung melibatkan gerakan meluncur, gerakan kaki, posisi tubuh, gerakan lengan, dan cara pengambilan napas.

Gerakan meluncur dimulai dengan masuk ke kolam renang, pegang dinding, dorong kaki, dan lakukan gerakan kaki.

Gerakan kaki mirip dengan gaya bebas, tetapi dalam posisi tubuh telentang. Latihan dapat dilakukan mandiri, dengan bantuan, atau menggunakan papan pembelajaran.

Penyelamatan diri di air melibatkan konsep mandiri atau bantuan orang lain, dengan memahami bahaya seperti kejang otot atau tidak dapat berenang.

Upaya mencegah kecelakaan saat berenang termasuk pemanasan, menghindari lari-lari di sekitar kolam, menghindari candaan berlebihan, dan menggunakan perlengkapan renang.

Dengan praktik bersama teman dan guru, siswa dapat meningkatkan keterampilan renang gaya punggung dan menyadari pentingnya keselamatan saat beraktivitas di air.

Bab 9 Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi

Kesehatan tubuh, terutama alat reproduksi, sangat penting dilakukan. Makanya, hal ini sangat perlu mendapat perhatian khusus melalui pemeliharaan kebersihan.

Dalam upaya memahami kebersihan tubuh, siswa diajak bermain tebak kartu dengan kelompoknya.

Setelahnya, fokus beralih pada kebersihan alat reproduksi, dengan penekanan pada mencuci tangan, membersihkan diri setelah buang air, dan menjaga kebersihan pakaian.

Adapun tujuan menjaga kebersihan alat reproduksi, seperti memelihara fungsi organ dan mencegah penyakit, ditekankan sebagai langkah penting.

Selain itu, siswa juga diajak memahami penyakit yang dapat timbul akibat kebersihan alat reproduksi yang tidak terjaga, seperti infeksi saluran kencing, kudis, eksim, dan urethritis.

Tak hanya itu, siswa diberi wawasan mengenai menghindari pelecehan seksual sebagai upaya menjaga kesehatan mental sejak dini.

Demikian ringkasan materi PJOK Kelas 6 Semester 1 dan 2 yang bisa disampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta