Sah Tidak Sholat Idul Adha Sendiri di Rumah? Ini Hukum, Tata Cara, dan Niatnya
Ingin tahu bagaimana hukum, niat, dan tata cara melakukan sholat Idul Adha di rumah? Yuk, perhatikan langkah-langkahnya dalam artikel berikut!
- Hukum: Sholat Idul Adha adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan dilaksanakan berjamaah di masjid/lapangan, tetapi dibolehkan dikerjakan sendiri (munfarid) di rumah apabila ada udzur syar'i seperti perang, pandemi, bencana, sakit yang menular, atau ancaman keselamatan.
- Waktu & jumlah rakaat: Dilakukan pada 10 Dzulhijjah mulai setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur (atau saat matahari setinggi tombak), terdiri dari 2 rakaat β rakaat pertama dengan 7 takbir tambahan dan rakaat kedua dengan 5 takbir tambahan.
- Tata cara ringkas & niat: Niat sholat Idul Adha munfarid sebelum memulai; dilanjutkan takbir, doa iftitah, Al-Fatihah + surah, rukuk, sujud, tasyahhud akhir dan salam seperti sholat sunnah pada umumnya (rincian bacaan sama seperti petunjuk tata cara sholat Idul Adha).
Sholat Idul Adha merupakan salah satu sholat sunnah yang paling dinantikan umat muslim di seluruh dunia dalam setiap tahunnya.
Biasanya kebanyakan orang muslim melakukan sholat Idul Adha ini secara bersama-sama keluarga, sahabat, maupun para tetangga. Namun, karena suatu hal ada beberapa orang yang terpaksa melakukan sholat Idul Adha ini sendiri di rumah.
Nah, pastinya kamu bertanya-tanya apakah sholat Idul Adha yang dilakukan di rumah ini bisa sah serta bagaimana hukum dan tata cara melakukannya. Dalam artikel ini, Mamikos akan memberikan artikel tentang hukum, tata cara, dan niat untuk melakukannya. πβ¨
Daftar Isi
Sah tidak Sholat Idul Adha Sendiri di Rumah

Di bawah ini adalah penjelasan tentang sholat Idul Adha di rumah.
Hukum Sholat Idul Adha Sendiri di Rumah
Sebagian ulama menyarankan agar umat muslim melakukan sholat Idul Adha secara bersama-sama. Maka, tidak mengherankan apabila dalam setiap pelaksanaannya yakni di setiap 10 Dzulhijjah umat muslim senantiasa menunaikan sholat Idul Adha secara bersama-sama seperti di masjid atau di lapangan.
Hanya saja umat muslim tetap boleh menunaikan ibadah sholat Idul Adha sendiri di rumah atau dilakukan secara munfarid.
Seperti yang dilansir dari nu.or.id, sholat Idul Adha merupakan salah satu bentuk ibadah yang dihukumi sunnah muakad.
Sehingga dalam pelaksanaannya tidak diwajibkan untuk senantiasa berjamaah alias bisa dilakukan secara munfarid (sendiri).
Namun, perlu ditekankan bahwa dalam menjalankan sholat Idul Adha secara munfarid (sendiri) ini harus memiliki alasan syarβi yang harus kuat.
Beberapa alasan yang bisa digunakan untuk membuat seseorang melakukan sholat Idul Adha secara munfarid (sendiri) antara lain adalah saat terjadi perang, terjadi pandemi, bencana alam, sakit yang dikhawatirkan menular pada orang lain.
Alasan lain yang membolehkan seseorang menjalankan sholat Idul Adha secara mandiri atau sendiri adalah terjadi hal-hal yang bisa mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain apabila menjalankan sholat Idul Adha secara berjamaah.
Kiai Mukti Ali selaku Ketua Fatwa MUI menjelaskan bahwa pelaksanaan sholat Idul Adha secara munfarid atau sendiri ini tertulis dalam Kitab Hasyiyah Ibrahim Al-Bajuri ala Fathil Qartib.
Di sana dituliskan bawah tidak ada kewajiban untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Adha secara jamaah di masjid.
Halaman:



