Advertisement
Source : unsplash.com/id/@haseebm

13 Soal TKA Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 2026 beserta Jawabannya Lengkap

Pelajari soal TKA Bahasa Indonesia SMA kelas 12 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan sebagai bahan latihan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

10 Agustus 2026 Lailla

Bagi kamu siswa SMA yang sedang bersiap untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), jangan lupa untuk berlatih soal TKA bahasa Indonesia SMA kelas 12 2026 agar hasilnya maksimal.

Bingung harus mulai belajar dari mana? Jangan khawatir karena pada artikel ini Mamikos akan mengulas informasi terkait soal-soal TKA bahasa Indonesia SMA yang bisa kamu jadikan referensi belajar. ✍️📚

Kumpulan Soal TKA Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 2026

Soal TKA Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 2026 Beserta Jawabannya Lengkap
unsplash.com/id/@haseebm
Kisi-kisi TKA SMA Kelas 12 2025 Mapel Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

TKA adalah asesmen nasional yang dirancang oleh Kemendikdasmen untuk mengukur capaian akademik siswa selama belajar di sekolah. Pada jenjang SMA, mapel TKA yang diujikan meliputi bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan matematika serta dua mata pelajaran pilihan sesuai minat.

Biasanya, menjelang TKA siswa akan mempersiapkan diri dengan berbagai cara seperti belajar soal-soal, memperdalam pemahaman terhadap materi, hingga mengikuti bimbingan belajar.

Jika dibandingkan mata pelajaran lainnya, barangkali mata pelajaran bahasa Indonesia dianggap santai karena tidak ada rumusnya. Tetapi, justru banyak yang nilainya kurang memuaskan karena salah strategi belajar.

Perlu kamu ketahui bahwa TKA bahasa Indonesia di jenjang SMA tidak hanya menguji kemampuan pemahaman tata bahasa, tetapi juga kemampuan membaca secara kritis, memahami isi bacaan, menyimpulkan makna tersirat, hingga menilai kualitas suatu tulisan.

55 Contoh Soal TKA Sejarah SMA 2026 dan Jawabannya untuk Bahan Belajar

Berdasarkan website https://pusmendik.kemendikdasmen.go.id/, kemampuan membaca dinilai melalui dua jenis bacaan, yaitu teks informasi (tunggal atau jamak) dan teks fiksi.

  • Teks informasi disajikan dalam satu atau beberapa bacaan yang saling terkait. Isi teks mencakup fakta, konsep, prosedur, serta pengetahuan metakognitif dari berbagai bidang, topik, jenis teks, dan konteks, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
  • Teks fiksi dapat berbentuk cerita realistis maupun absurd. Ceritanya bisa berlatar situasi yang nyata atau abstrak, menghadirkan tokoh dengan karakter yang kompleks, memiliki satu atau lebih konflik dengan akhir yang terbuka, menggunakan alur campuran, serta memanfaatkan sudut pandang yang beragam.
55 Contoh Soal TKA Sosiologi SMA 2026 beserta Jawabannya Kurikulum Merdeka

Untuk bisa mengerjakan soal-soal dengan mudah, kamu perlu mengetahui karakteristik teks yang digunakan pada TKA:

  • Karakteristik kosakata: menggunakan kata umum dan kata khusus, kata berimbuhan yang kompleks, kata bermakna abstrak, makna denotatif, istilah teknis, serta kata bermakna konotatif dengan konteks yang lebih luas.
  • Karakteristik kalimat: setiap kalimat umumnya terdiri dari 8-12 kata dengan penggunaan kalimat kompleks yang memiliki beragam pola, termasuk kalimat inversi.
  • Karakteristik wacana: memanfaatkan konjungsi antarkalimat maupun antarparagraf yang menunjukkan hubungan pertentangan dan sebab-akibat, serta menggunakan tanda baca untuk memperjelas makna dan penekanan. Panjang teks sekitar 250-300 kata, kecuali teks puisi.

Sekarang, kamu bisa menguji pemahamanmu dengan soal TKA bahasa Indonesia SMA kelas 12 2026 berdasarkan matriks asesmen resminya berikut ini:

Teks 1 (Soal 1-6)

Mengembalikan Kelestarian Hutan Bakau Pesisir Mempawah

Sebanyak 150 relawan dari berbagai komunitas menanam 2.500 bibit bakau (mangrove) di Dusun Senggiring, Desa Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan restorasi hutan bakau tahap ketiga dari target 10.000 bibit. Penanaman digagas oleh kelompok Mempawah Mangrove Conservation (MMC) dengan dukungan WWF-Indonesia. Langkah konservasi ini diambil karena abrasi dan erosi air laut kian mengancam tambak, kebun, hingga pemukiman warga yang kini jaraknya hanya tersisa 500 meter dari garis pantai. Sebagai dukungannya, pemerintah desa bahkan menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) tentang rehabilitasi hutan dan lahan mangrove.

Marine Biodiversity Conservation Officer WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat, Hendro Susanto, menjelaskan bahwa hilangnya sabuk hijau (green belt) di pesisir utara dapat menyebabkan daratan tergerus hingga 30 meter per tahun, seperti yang terjadi di Sambas. Oleh karena itu, penanaman ini ditargetkan mampu membentuk kembali proteksi alami pesisir. Pascapenanaman, MMC akan melakukan monitoring secara berkala untuk memantau pertumbuhan bibit serta melakukan penyulaman dengan mengganti tanaman yang rusak atau mati dengan bibit baru agar pesisir Mempawah kembali hijau dan lestari.

Sumber: https://www.wwf.id/id/blog/mengembalikan-kelestarian-hutan-bakau-pesisir-mempawah

Soal 1

Perhatikan kata-kata pada paragraf 1. Kata serapan dari bahasa asing yang memiliki arti ‘pengikisan pinggir pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang merusak’ adalah…
A. restorasi
B. konservasi
C. abrasi
D. erosi
E. rehabilitasi

Jawaban: C. abrasi
Pembahasan:
Abrasi adalah pengikisan pantai oleh gelombang atau arus laut.
Erosi secara umum adalah pengikisan tanah/batuan, restorasi adalah pemulihan, konservasi adalah pelestarian, dan rehabilitasi adalah perbaikan kembali.

Soal 2

Kata penyulaman pada paragraf 2 berasal dari kosakata di bidang pertanian atau kehutanan. Makna kata penyulaman berdasarkan konteks teks di atas adalah…
A. Pemangkasan daun tanaman bakau yang mulai membusuk
B. Pengamatan rutin terhadap laju pertumbuhan bibit bakau
C. Penambahan pupuk organik pada bibit bakau yang baru ditanam
D. Penggantian bibit tanaman yang mati atau rusak dengan bibit baru
E. Pembersihan sampah plastik di sekitar area penanaman bibit

Jawaban: D. Penggantian bibit tanaman yang mati atau rusak dengan bibit baru
Pembahasan:
Pada teks dijelaskan secara eksplisit ‘melakukan penyulaman dengan mengganti tanaman yang rusak atau mati dengan bibit baru agar pesisir Mempawah kembali hijau dan lestari’.

Soal 3

Berdasarkan bacaan di atas, latar tempat dan fenomena alam yang menjadi latar belakang dilakukannya aksi penanaman bakau adalah…
A. Pesisir Dusun Senggiring; garis pantai yang tergerus abrasi hingga mendekati pemukiman
B. Perkebunan warga Sambas; tingginya tingkat pencemaran limbah industri
C. Kabupaten Mempawah; hilangnya mata pencaharian warga akibat hilangnya tambak
D. Wilayah perairan Pontianak; bencana banjir rob yang merendam rumah penduduk
E. Desa Bakau Kecil; munculnya konflik lahan antara masyarakat dan pemerintah

Jawaban: A. Pesisir Dusun Senggiring; garis pantai yang tergerus abrasi hingga mendekati pemukiman
Pembahasan:
Latar tempat berada di Dusun Senggiring (Desa Bakau Kecil, Mempawah). Fenomena utama yang diangkat adalah abrasi laut yang mengancam kebun dan pemukiman karena jarak pantai tinggal 500 meter.

Materi TKA Kelas 12 yang Diujikan Tahun Ajaran 2027 dan Penjelasannya

Soal 4

Sikap yang ditunjukkan kelompok Mempawah Mangrove Conservation (MMC) dan Pemerintah Desa Bakau Kecil dalam menghadapi ancaman lingkungan berdasarkan teks tersebut adalah…
A. Pasif dan bergantung penuh pada bantuan dana asing dari WWF
B. Reaktif dan baru bertindak setelah pemukiman warga hancur diterjang abrasi
C. Proaktif dan kolaboratif dalam merencanakan pemulihan ekosistem serta payung hukumnya
D. Otoriter dalam memaksa warga desa untuk mendonasikan tanahnya
E. Individualis karena hanya fokus menyelamatkan area perkebunan tertentu

Jawaban: C. Proaktif dan kolaboratif dalam merencanakan pemulihan ekosistem serta payung hukumnya
Pembahasan:
MMC dan Pemdes bersikap proaktif dengan menggalang aksi 10.000 bibit & merilis Perdes serta kolaboratif dengan bekerja sama menggandeng WWF dan menggandeng berbagai komunitas.

Soal 5

Bagan yang paling tepat dan logis untuk menggambarkan alur informasi pada Paragraf 1 adalah…
A. [Aksi Penanaman Bakau] → [Penyebab Bencana Abrasi] → [Keterlibatan WWF]
B. [Ancaman Abrasi di Senggiring] → [Penerbitan Perdes] → [Aksi Penanaman Bakau]
C. [Aksi Penanaman 2.500 Bibit] → [Latar Belakang Ancaman Abrasi] → [Dukungan Kebijakan Perdes]
D. [Target 10.000 Bibit MMC] → [Bantuan Komunitas Luar] → [Kerusakan Tambak Warga]
E. [Penerbitan Perdes Mangrove] → [Ancaman Abrasi Pantai] → [Penyulaman Bibit Mati]

Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf 1 dibuka dengan fakta aksi penanaman 2.500 bibit, kemudian dilanjutkan hal yang melatarbelakangi, yaitu ancaman abrasi dan jarak pantai sisa 500m, kemudian ditutup dengan dukungan Pemdes berupa Perdes.

Soal 6

Kerangka bagan berikut memuat alur penanganan masalah lingkungan pada teks di atas:

[Masalah: Abrasi mengancam pemukiman]

[Tindakan: Penanaman 2.500 bibit bakau]

[X]

Isi yang paling tepat untuk melengkapi bagian [X] pada bagan di atas berdasarkan isi Paragraf 2 adalah…
A. Penebangan pohon bakau tua untuk membangun benteng beton
B. Evaluasi dampak ekonomi penanaman terhadap pendapatan warga
C. Penghentian kerja sama dengan WWF jika bibit gagal tumbuh
D. Pembentukan organisasi relawan baru khusus untuk kawasan pesisir Sambas
E. Monitoring berkala dan penyulaman bibit yang rusak atau mati

Jawaban: E. Monitoring berkala dan penyulaman bibit yang rusak atau mati
Pembahasan:
Langkah lanjutan pasca penanaman yang disebutkan pada Paragraf 2 adalah tahap monitoring secara berkala dan penyulaman (penggantian bibit mati) agar program keberlanjutan berhasil.

Teks 2 (Soal 7-10)

Desa yang Melupakan Garis Pantai

Dulu, Kakek Bejo selalu mewanti-wanti warga Desa Mangkubanyu untuk tidak mengusik barisan pohon bakau di muara. Kata beliau, akar-akar meliuk itu adalah “jemari bumi” yang mencengkeram daratan agar tidak terseret ke dasar laut. Namun, sejak kawasan pesisir dilirik untuk proyek resor dan tambak modern, petuah Kakek Bejo dianggap angin lalu. Pohon-pohon bakau ditumbangkan, digantikan beton dan cerobong mesin. Kakek Bejo hanya bisa mengelus dada sambil tetap berusaha menanam bibit-bibit bakau di sejengkal tanah sisa di belakang rumahnya.

Sepuluh tahun pun berlalu. Gelombang ombak kini tak lagi ramah. Tanpa benteng bakau, air asin makin meluas menghantam daratan setiap kali pasang tiba. Sumur-sumur warga mulai terasa payau dan yang paling dikhawatirkan kakek Bejo, garis pantai sudah bergeser belasan meter hingga menelan pekarangan rumah. Saat rapat desa digelar, warga saling tuduh mengenai siapa yang harus bertanggung jawab atas rusaknya tanah mereka. Dari pojok ruangan, Kakek Bejo menatap nanar, kemudian berdiri untuk meletakkan sebuah polybag berisi bibit bakau muda di atas meja yang langsung disambut dengan senyuman getir warga. Hanya dengan melihat apa yang diletakkan kakek Bejo, mereka sudah tahu jawabannya.

Soal 7

Konflik utama yang dialami oleh tokoh Kakek Bejo dalam cerita di atas adalah…
A. Pertentangan batin karena bibit bakau di belakang rumahnya dirusak oleh warga desa
B. Pergolakan antara upaya melestarikan lingkungan dan ketidakpedulian masyarakat di sekitarnya
C. Perselisihan harga ganti rugi lahan pesisir antara dirinya dan pengembang resor
D. Kemarahannya kepada pemerintah desa saat rapat warga berlangsung
E. Kekecewaannya karena sumur di rumahnya sudah tercemar air asin

Jawaban: B. Pergolakan antara upaya melestarikan lingkungan dan ketidakpedulian masyarakat di sekitarnya
Pembahasan:
Konflik fokus pada usaha Kakek Bejo menjaga lingkungan (menanam bakau) yang berbenturan dengan sikap warga yang mengabaikan petuahnya demi pembangunan dan uang.

Soal 8

Amanat atau nilai moral yang ingin disampaikan pengarang melalui tindakan Kakek Bejo saat meletakkan bibit bakau di akhir cerita adalah…
A. Menyindir warga secara terbuka jauh lebih efektif daripada menegur dengan kata-kata
B. Pembangunan ekonomi harus didahulukan meskipun harus mengorbankan lingkungan
C. Kesadaran untuk memperbaiki kerusakan lingkungan sering kali baru muncul setelah bencana terjadi
D. Penyesalan atas keputusan masa lalu tidak akan mampu mengubah kondisi alam yang rusak
E. Menjaga tradisi leluhur hanya wajib dilakukan oleh generasi tua di desa

Jawaban: C. Kesadaran untuk memperbaiki kerusakan lingkungan sering kali baru muncul setelah bencana terjadi
Pembahasan:
Tindakan tanpa teriakan yang dilakukan Kakek Bejo menyadarkan warga bahwa kehancuran pekarangan dan air sumur mereka adalah akibat mengabaikan konservasi di masa lalu.

Soal 9

Hubungan sebab-akibat antara kejadian di Paragraf 1 dan Paragraf 2 ditunjukkan oleh…
A. Penebangan hutan bakau untuk resor → Air laut mengikis daratan dan merusak sumber air bersih warga
B. Penanaman bibit di belakang rumah Kakek Bejo → Kegagalan proyek resor dan tambak modern
C. Peralihan fungsi lahan pesisir → Kakek Bejo memutuskan pindah dari Desa Mangkubanyu
D. Pembangunan benteng beton di pantai → Garis pantai meluas dan pemukiman menjadi aman
E. Kemunculan sumur berair payau → Warga menumbangkan sisa pohon bakau di muara

Jawaban: A. Penebangan hutan bakau untuk resor → Air laut mengikis daratan dan merusak sumber air bersih warga
Pembahasan:
Paragraf 1 menceritakan alih fungsi lahan dan pembabatan bakau. Dampaknya bisa dilihat pada paragraf 2 berupa abrasi (garis pantai tergerus) dan intrusi air asin ke sumur warga.

Soal 10

Berdasarkan sikap warga di akhir, peristiwa yang kemungkinan besar akan terjadi berikutnya adalah…
A. Warga mengusir Kakek Bejo dari ruang rapat karena merasa tersindir
B. Warga menginisiasi gerakan gotong royong menanam kembali bakau di pesisir
C. Pengembang resor membeli sisa rumah Kakek Bejo dengan harga tinggi
D. Warga memutuskan meninggalkan Desa Mangkubanyu dan mengungsi ke kota
E. Pemerintah desa melanjutkan pembangunan tambak modern di area muara

Jawaban: B. Warga menginisiasi gerakan gotong royong menanam kembali bakau di pesisir
Pembahasan:
Suasana hening dan kesadaran warga setelah melihat bibit bakau Kakek Bejo mengindikasikan kesadaran dan perubahan sikap untuk memulihkan pantai.

Teks 3 (Soal 11-13)

Hentikan Carbon Offset Sekarang!

Mekanisme tebus karbon (carbon offset) sering digadang-gadang sebagai jalan keluar tercepat untuk menekan krisis iklim. Logikanya sederhana: pencemar lingkungan seperti industri bahan bakar fosil dapat membayar proyek pelestarian hutan di tempat lain demi “menebus” emisi yang mereka lepaskan. Namun, kampanye dari organisasi perlindungan hutan World Rainforest Movement (WRM) menegaskan bahwa perdagangan karbon justru memberikan hak bagi korporasi untuk terus mencemari bumi.

Skema ini mengandung kelemahan mendasar. Pertama, pemanasan global disebabkan oleh pembakaran karbon terperangkap (minyak dan batubara) yang melepaskan emisi secara permanen, sementara karbon yang diserap pohon bersifat sementara karena hutan rentan terbakar atau ditebang kembali. Kedua, proyek-proyek offset di negara berkembang kerap memicu perampasan lahan dan membatasi akses masyarakat adat terhadap wilayah jelajah mereka. Alih-alih menghentikan pencemaran dari sumber utamanya, skema tebus karbon hanyalah ilusi finansial yang menunda aksi iklim yang sejati.

Disadur dari:https://www.wrm.org.uy/id/stop-carbon-offsetting

Soal 11

Kritik terhadap skema tebus karbon dalam teks di atas paling sesuai dengan perilaku masyarakat sehari-hari ketika…
A. Memilih naik transportasi umum untuk mengurangi polusi udara di perkotaan
B. Membuang sampah plastik sembarangan tetapi merasa tidak berdosa karena sudah membayar iuran kebersihan
C. Mengolah sampah organik dapur menjadi kompos untuk pupuk tanaman di pekarangan
D. Membeli barang bekas di pasar loak demi menghemat pengeluaran bulanan
E. Mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja di minimarket

Jawaban: B. Membuang sampah plastik sembarangan tetapi merasa tidak berdosa karena sudah membayar iuran kebersihan
Pembahasan:
Inti tebus karbon yang dikritik adalah merasa boleh merusak atau mencemari asal sudah membayar uang ganti rugi.

Soal 12

Penulis membandingkan karbon hasil pembakaran bahan bakar fosil dengan karbon yang diserap oleh pohon. Ketepatan argumen penulis pada perbandingan tersebut dinilai kuat karena…
A. Pohon di hutan dijamin tidak akan mati atau mengalami kepunahan selama ratusan tahun
B. Bahan bakar fosil merupakan sumber energi terbarukan yang tidak akan pernah habis diproduksi
C. Emisi dari bahan bakar fosil berdampak permanen di atmosfer, sedangkan penyimpanan karbon di hutan berisiko terlepas kembali jika hutan terbakar
D. Karbon yang dihasilkan dari pabrik lebih mudah diserap oleh air laut daripada oleh daun-daun pohon
E. Pembakaran batubara menghasilkan oksigen murni yang dapat menetralkan efek rumah kaca

Jawaban: C. Emisi dari bahan bakar fosil berdampak permanen di atmosfer, sedangkan penyimpanan karbon di hutan berisiko terlepas kembali jika hutan terbakar
Pembahasan:
Argumen penulis akurat secara fakta sains: emisi fosil menambah beban karbon secara permanen, sedangkan penyerapan oleh vegetasi bersifat sementara (dapat terlepas lagi jika ada kebakaran hutan/penebangan).

Soal 13

Setelah membaca uraian teks di atas, respons emosional dan reflektif yang paling mungkin muncul dari pembaca adalah…
A. Rasa kagum atas kedermawanan industri minyak dalam membiayai penanaman hutan
B. Keresahan dan kewaspadaan terhadap klaim-klaim ramah lingkungan yang ternyata tidak menyelesaikan akar masalah emisi
C. Kecewa kepada masyarakat adat yang menolak pembangunan di kawasan hutan
D. Rasa optimis bahwa krisis iklim akan selesai sepenuhnya lewat transaksi tebus karbon
E. Ketakutan bahwa pohon di bumi tidak lagi memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis

Jawaban: B. Keresahan dan kewaspadaan terhadap klaim-klaim ramah lingkungan yang ternyata tidak menyelesaikan akar masalah emisi
Pembahasan:
Teks ini didesain untuk membuka mata dan membangun kesadaran kritis, sehingga membangkitkan rasa waspada terhadap klaim ramah lingkungan yang semu (greenwashing).

Penutup

Demikian soal TKA bahasa Indonesia SMA kelas 12 2026 yang bisa menjadi referensi belajar tambahan. Maksimalkan waktu belajar di rumah dan sekolah agar kamu bisa mendapatkan hasil terbaik.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan tips-tips mengerjakan soal TKA bahasa Indonesia. Selamat berjuang dan semoga sukses! 🎓🎉

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta

Advertisement