3 Struktur Dasar Algoritma beserta Contoh dan Penjelasannya

3 Struktur Dasar Algoritma beserta Contoh dan Penjelasannya – Dalam dunia pemrograman, algoritma merupakan serangkaian instruksi untuk mengerjakan suatu program. 

Algoritma membentuk dasar dari semua program komputer, dan pemahaman tentang struktur dasar algoritma adalah kunci dalam pengembangan perangkat lunak yang efisien dan efektif. 

Melalui artikel berikut ini akan membahas struktur dasar algoritma beserta contoh dan penjelasannya.

Struktur Dasar Algoritma

unsplash.com/KellySikkema

Algoritma adalah serangkaian langkah atau instruksi yang terorganisir dan terstruktur yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencapai suatu tujuan. 

Selain itu, algoritma dapat dianggap sebagai resep atau panduan yang jelas untuk menyelesaikan suatu tugas.

Struktur dasar algoritma adalah kerangka atau pola umum yang digunakan untuk merancang algoritma. Struktur dasar ini juga membantu dalam mengatur langkah-langkah yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu.

Algoritma dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pemrograman komputer, matematika, ilmu data, kecerdasan buatan, dan lainnya. 

Mempelajari dan memahami struktur dasar algoritma sangat penting dalam pengembangan perangkat lunak dan pemecahan masalah secara efisien.

Berikut contoh struktur dasar algoritma, diantaranya:

1. Algoritma Sekuensial

Struktur dasar algoritma yang paling sederhana adalah sekuensial, di mana instruksi dieksekusi secara berurutan. Dalam struktur ini, setiap instruksi dikerjakan satu per satu, mulai dari awal hingga akhir. 

Contohnya, algoritma sederhana untuk menghitung luas segitiga, sebagai berikut:

  1. Mulai
  2. Masukkan panjang alas segitiga
  3. Masukkan tinggi segitiga
  4. Hitung luas segitiga dengan rumus luas = 0.5 * alas * tinggi
  5. Tampilkan luas segitiga
  6. Selesai

Dalam contoh di atas, algoritma sekuensial dimulai dengan meminta input dari pengguna berupa panjang alas dan tinggi segitiga.

Kemudian, algoritma menghitung luas segitiga dengan rumus luas = 0.5 * alas * tinggi. Hasil luas segitiga kemudian ditampilkan sebagai output dan selesai. 

Flowchart memberikan representasi visual dari langkah-langkah algoritma, sementara algoritma sekuensial memberikan penjelasan langkah-langkah secara berturut-turut dalam bentuk teks. 

Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjelaskan proses yang harus dilakukan untuk menghitung luas segitiga secara sekuensial.

2. Algoritma Percabangan

Struktur dasar percabangan terdiri dari tiga jenis dasar, yaitu percabangan if, if-else, dan if-else if-else. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang struktur dasar percabangan:

A. Percabangan If

Struktur percabangan if digunakan untuk mengevaluasi suatu kondisi dan menjalankan blok instruksi tertentu jika kondisi tersebut benar (true).

Format umum:

JIKA kondisi THEN

    // Blok instruksi yang dijalankan jika kondisi benar

AKHIR JIKA

Contoh:

if nilai > 80:

    cetak(“Selamat! Anda lulus dengan nilai tinggi.”)

B. Percabangan If-Else

Struktur percabangan if-else memungkinkan program untuk menjalankan blok instruksi jika kondisi benar (true), dan menjalankan blok instruksi lain jika kondisi salah (false).

Format umum:

JIKA kondisi THEN

    // Blok instruksi yang dijalankan jika kondisi benar

ELSE

    // Blok instruksi yang dijalankan jika kondisi salah

AKHIR JIKA

Contoh:

if umur >= 18:

    cetak(“Anda berhak memilih dalam pemilu.”)

else:

    cetak(“Anda belum mencapai usia yang memenuhi syarat untuk memilih.”)

C. Percabangan If-Else If-Else

Struktur percabangan if-else if-else memungkinkan program untuk mengevaluasi beberapa kondisi secara berurutan dan menjalankan blok instruksi yang sesuai dengan kondisi yang pertama kali terpenuhi.

Format umum:

JIKA kondisi1 THEN

    // Blok instruksi yang dijalankan jika kondisi1 benar

ELSE JIKA kondisi2 THEN

    // Blok instruksi yang dijalankan jika kondisi2 benar

ELSE

    // Blok instruksi yang dijalankan jika semua kondisi salah

AKHIR JIKA

Contoh:

if skor >= 90:

    cetak(“Anda mendapatkan nilai A.”)

elif skor >= 80:

    cetak(“Anda mendapatkan nilai B.”)

elif skor >= 70:

    cetak(“Anda mendapatkan nilai C.”)

else:

    cetak(“Anda mendapatkan nilai D.”)

Struktur dasar percabangan ini memungkinkan program untuk membuat keputusan berdasarkan kondisi yang diberikan. 

Dengan menggunakan kondisi dan pernyataan percabangan yang tepat, program dapat menjalankan blok instruksi yang relevan tergantung pada kondisi yang dievaluasi.

3. Algoritma Perulangan (Looping)

Struktur dasar algoritma perulangan digunakan ketika Anda ingin menjalankan serangkaian instruksi secara berulang sampai kondisi tertentu terpenuhi. 

Ada tiga jenis dasar perulangan yang umum digunakan, yaitu perulangan while, do-while, dan for. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang struktur dasar perulangan:

A. Perulangan While

Struktur perulangan while akan menjalankan blok instruksi selama kondisi yang ditentukan benar (true).

Format umum:

WHILE kondisi DO

    // Blok instruksi yang dijalankan selama kondisi benar

END WHILE

Contoh:

while angka < 10:

    cetak(angka)

    angka = angka + 1

2. Perulangan Do-While

Struktur perulangan do-while akan menjalankan blok instruksi setidaknya sekali, kemudian akan terus menjalankan blok instruksi selama kondisi yang ditentukan benar (true).

Format umum:

DO

    // Blok instruksi yang dijalankan setidaknya sekali

WHILE kondisi

Contoh:

angka = 1

do:

    cetak(angka)

    angka = angka + 1

while angka < 10

3. Perulangan For

Struktur perulangan for digunakan ketika Anda sudah mengetahui berapa kali perulangan akan dilakukan. Perulangan ini mengatur kondisi awal, kondisi penghentian, dan penambahan iterasi dalam satu baris.

Format umum:

FOR inisialisasi; kondisi; iterasi DO

    // Blok instruksi yang dijalankan selama kondisi benar

END FOR

Contoh:

for i = 1 to 5 do

    cetak(i)

end for

Cara Penyajian Algoritma

Untuk mengkomunikasikan algoritma dengan jelas kepada orang lain atau mengimplementasikannya dalam pemrograman, diperlukan cara penyajian yang efektif. 

Melalui artikel ini, kita akan menjelajahi tiga cara penyajian algoritma yang umum digunakan: pseudocode, flowchart, dan bahasa pemrograman.

1. Pseudocode

Pseudocode adalah representasi teks dari algoritma yang menggunakan gaya penulisan yang mirip dengan kode pemrograman, tetapi tidak bergantung pada sintaksis tertentu. 

Hal tersebut digunakan untuk menjelaskan langkah-langkah algoritma dengan jelas dan lebih mudah dipahami oleh manusia. Pseudocode mengikuti beberapa prinsip dasar:

a. Struktur Hierarkis: Pseudocode mengorganisir algoritma dalam blok-blok yang terstruktur, seperti if-else, loop, dan subrutin.

b. Penamaan Variabel: Variabel yang digunakan dalam pseudocode diberi nama yang relevan dan deskriptif untuk memperjelas penggunaannya.

c. Komentar: Komentar dapat ditambahkan dalam pseudocode untuk memberikan penjelasan tambahan dan meningkatkan pemahaman tentang algoritma.

2. Flowchart

Flowchart adalah representasi visual dari algoritma menggunakan simbol-simbol geometris yang terhubung dengan panah untuk menggambarkan alur eksekusi algoritma. 

Flowchart membantu dalam pemahaman visual dan menyederhanakan representasi algoritma. Simbol-simbol dasar dalam flowchart meliputi:

a. Terminal: Menandakan awal dan akhir algoritma.

b. Proses: Menandakan instruksi yang dilakukan dalam algoritma.

c. Keputusan: Menandakan percabangan atau pengujian kondisi.

d. Panah: Menghubungkan simbol-simbol untuk mengindikasikan aliran eksekusi.

3. Bahasa Pemrograman

Selain pseudocode dan flowchart, algoritma juga dapat disajikan dalam bahasa pemrograman yang sesuai. 

Menggunakan bahasa pemrograman memungkinkan implementasi langsung dan eksekusi algoritma oleh komputer. Pemilihan bahasa pemrograman tergantung pada kebutuhan dan preferensi Anda.

Pemilihan cara penyajian algoritma tergantung pada konteks dan audiens yang dituju.

  • Pseudocode memberikan penjelasan yang lebih terperinci dan fleksibilitas dalam menggunakan bahasa yang lebih dekat dengan pemrograman. 
  • Flowchart memberikan visualisasi yang jelas dan membantu pemahaman alur eksekusi.
  • Sementara itu, menggunakan bahasa pemrograman langsung memungkinkan implementasi dan eksekusi algoritma oleh komputer. 

Pilihlah cara penyajian yang paling sesuai untuk tujuan Anda dan pastikan algoritma Anda dapat dipahami dengan jelas oleh orang lain.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta