<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/contoh-playing-victim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-playing-victim/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 08:29:41 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-playing-victim/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>7 Contoh Playing Victim dalam Hubungan serta Cara Menghadapinya</title>
            <category>General</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-playing-victim-dalam-hubungan-gnr/</link>
            <pubDate>Wed, 05 Mar 2025 09:14:20 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Bella Carla</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-playing-victim-dalam-hubungan-gnr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Perilaku playing victim sebenarnya bukan hal baru yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun belakangan ini, istilah playing victim menjadi populer di kalangan anak-anak muda dan media sosial.</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-playing-victim-dalam-hubungan-gnr/">7 Contoh Playing Victim dalam Hubungan serta Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>7 Contoh Playing Victim dalam Hubungan serta Cara Menghadapinya – Istilah <em>playing victim</em> kini bukanlah istilah yang asing lagi didengar.</p>



<p><em>Playing victim </em>sendiri merupakan kondisi di mana seseorang selalu merasa menjadi korban dalam situasi apa pun, termasuk dalam suatu hubungan. Hal ini bisa terjadi karena mentalitasnya atau ada orang lain yang memang ingin disalahkan.</p>



<p>Nah, buat kamu yang ingin tahu lebih jauh mengenai <em>playing victim</em>, contohnya dalam hubungan hingga cara menghadapinya. Berikut ulasan lengkapnya.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f46b.png" alt="👫" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1fa7a.png" alt="🩺" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berikut Pengertian hingga Contoh Playing Victim dalam Hubungan serta Cara Menghadapinya</strong></h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/03/Contoh-Playing-Victim.jpg" alt="Contoh Playing Victim " class="wp-image-282393" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/03/Contoh-Playing-Victim.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/03/Contoh-Playing-Victim-720x480.jpg 720w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/03/Contoh-Playing-Victim-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">unsplash.com/MatthewBall</figcaption></figure></div>


<p>Hubungan yang harmonis dan <em>balance </em>merupakan dasar dari kebahagiaan bersama. Namun, tak jarang juga kamu menjumpai pasangan yang selalu mengambil peran sebagai korban dalam berbagai situasi atau yang dikenal dengan istilah <em>playing victim</em>.</p>



<p>Kata <em>playing victim</em> muncul di saat seseorang merasa terdesak dengan tekanan yang signifikan. Alhasil, pola pikir ‘seolah-olah menjadi korban’ ini muncul untuk membantu membentengi diri dari kesalahan yang mungkin ia lakukan.</p>



<p>Tindakan <em>playing victim</em> dalam hubungan menjadi salah satu hal yang penting untuk diantisipasi. Hal tersebut dikarenakan orang-orang yang melakukan <em>playing victim</em> dalam hubungan dapat membahayakan <a href="https://mamikos.com/info/cara-menjaga-kesehatan-mental-dengan-cara-sederhana-gnr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">kesehatan mental</a> pasangannya.</p>



<p>Ketika seseorang terus-menerus berperan sebagai korban, mereka cenderung menghindari tanggung jawab dan menyalahkan orang lain. Hal ini tentunya akan menjadi sangat melelahkan dan merusak hubungan dalam jangka panjang.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-kalimat-gaslighting-dalam-hubungan-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-kalimat-gaslighting-dalam-hubungan-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/11/Contoh-Kalimat-Gaslighting-dalam-Hubungan-beserta-Dampak-dan-Cara-Mengatasinya-1-500x333.jpg" alt="8 Contoh Kalimat Gaslighting dalam Hubungan beserta Dampak dan Cara Mengatasinya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">8 Contoh Kalimat Gaslighting dalam Hubungan beserta Dampak dan Cara Mengatasinya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengertian Playing Victim</strong></h2>



<p>Sebelum mengetahui seperti apa saja contoh <em>playing victim</em> dalam hubungan dan cara mengatasinya, penting untuk diketahui pengertian dari <em>playing victim</em> itu sendiri.</p>



<p><em>Playing victim</em> merupakan frasa bahasa Inggris yang kerap muncul dalam pembahasan seputar perilaku atau sikap manusia.</p>



<p>Dalam bahasa Indonesia, playing victim diartikan sebagai berlagak seperti korban. Dikutip dari laman KBBI VI Daring, kbbi.kemdikbud.go.id, berlagak mempunyai arti sebagai berlaku seperti atau berpura-pura.</p>



<p>Berdasarkan arti berlagak dalam KBBI, jelas bahwa <em>playing victim</em> juga mempunyai arti sebagai berpura-pura seperti korban.</p>



<p>Hal itu berarti orang yang <em>playing victim</em> bukan korban yang sebenarnya, melainkan hanya berpura-pura.</p>



<p>Umumnya, seseorang yang <em>playing victim</em> cenderung memosisikan diri seolah-olah menjadi korban untuk mengamankan diri sendiri.</p>



<p>Sikap tersebut dapat muncul karena berbagai macam faktor, mulai dari trauma masa lalu, manipulatif, atau merasa terkhianati.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/kenapa-cowok-memandang-fisik-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/kenapa-cowok-memandang-fisik-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/01/Kenapa-Cowok-Memandang-Fisik-720x480.jpg" alt="Kenapa Cowok Memandang Fisik? Ini Alasannya dalam Psikologi dan Ciri-cirinya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Kenapa Cowok Memandang Fisik? Ini Alasannya dalam Psikologi dan Ciri-cirinya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Penyebab Munculnya Sikap Playing Victim</strong></h2>



<p>Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, <em>playing victim</em> merupakan tindakan seseorang yang memosisikan dirinya seolah-olah menjadi korban atas situasi atau kondisi tertentu.</p>



<p>Seseorang dapat melakukan tindakan seperti tentu dikarenakan adanya berbagai penyebab, berikut tiga contoh penyebabnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Manipulatif</strong></h3>



<p>Sisi manipulatif dapat memicu sikap <em>playing victim</em>. Dikutip dari buku Sosiologi untuk Kesehatan, Sudarma (2008: 38), orang-orang yang menganut nilai manipulatif adalah orang yang berusaha mencapai tujuan pribadi sendiri dengan manipulasi orang lain sedemikian rupa.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Trauma Masa Lalu</strong></h3>



<p>Penyebab yang kedua adalah pengalaman trauma masa lalu yang membuat seseorang menjadi <em>playing victim</em>. Trauma tersebut membuat pola pikir seseorang berlagak seperti korban berkembang sebagai mekanisme pertahanan diri.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Terkhianati</strong></h3>



<p>Seseorang yang merasa terkhianati oleh orang yang telah dipercaya juga bisa memiliki sikap <em>playing victim</em>. Perasaan terkhianati dapat muncul karena kecewa kepada orang tua, pasangan, atau teman dekat.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ciri-ciri Orang Playing Victim</strong></h2>



<p>Terdapat beberapa ciri-ciri orang yang memiliki karakteristik <em>playing victim </em>dikutip dari halodoc.com, antara lain:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Tanda-tanda perilaku</strong></h3>



<ul>
<li>Sering menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan.</li>



<li>Mengalami kesulitan mengambil tanggung jawab pribadi karena takut salah atau disalahkan.</li>



<li>Terlalu kritis terhadap diri sendiri atau orang lain.</li>



<li>Hanya bergaul dengan orang-orang sepemikiran.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Tanda-tanda mental dan kognitif</strong></h3>



<ul>
<li>Melihat dunia tidak adil atau tidak aman bagi dirinya.</li>



<li>Distorsi kognitif, yaitu cara pikir yang cenderung tidak akurat atau merubah informasi sesuai dengan pemahaman subjektif.</li>



<li>Pola pikir yang merugikan atau pesimisme.</li>



<li>Merenungkan kesalahan dan rasa sakit dari masa lalu.</li>



<li>Pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Tanda-tanda hubungan</strong></h3>



<ul>
<li>Kesulitan dengan keintiman dan kepercayaan.</li>



<li>Memiliki empati yang terbatas terhadap orang lain.</li>



<li>Kesulitan menerima kritik yang membangun.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Tanda-tanda emosional</strong></h3>



<ul>
<li>Kecemasan.</li>



<li>Depresi.</li>



<li>Merasa tidak diperhatikan.</li>



<li>Rendah diri.</li>



<li>Merasakan kebencian orang lain.</li>



<li>Isolasi sosial.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Sabotase diri sendiri</strong></h3>



<p>Orang yang hidup dengan mentalitas playing victim mungkin akan melakukan sabotase diri dengan pemikiran:</p>



<ul>
<li>“Segala sesuatu yang buruk hanya terjadi padaku.”</li>



<li>“Aku tidak bisa berbuat apapun, jadi, mengapa harus mencobanya?”</li>



<li>“Aku pantas menerima segala hal buruk yang menimpaku.”</li>



<li>“Tidak ada satupun orang yang peduli padaku.”</li>
</ul>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-gaslighting-pada-anak-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-gaslighting-pada-anak-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-Perilaku-Gaslighting-Pada-Anak-Beserta-Ciri-Ciri-Penyebab-dan-Dampaknya-Pada-Anak-500x333.jpg" alt="Contoh Perilaku Gaslighting Pada Anak beserta Ciri-ciri, Penyebab, dan Dampaknya pada Anak" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Perilaku Gaslighting Pada Anak beserta Ciri-ciri, Penyebab, dan Dampaknya pada Anak</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Playing Victim dalam Hubungan</strong></h2>



<p>Nah, di bawah ini adalah beberapa contoh <em>playing victim</em> yang dapat terjadi dalam hubungan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Hanya Fokus pada Masalah yang Ada</strong></h3>



<p>Ketika sedang terjadi masalah dalam hubungan, pasangan yang <em>playing victim</em> akan cenderung lebih fokus pada masalah yang terjadi, bukan solusi yang harus diambil.</p>



<p>Padahal, masalah yang terjadi dalam hubungan perlu diselesaikan dengan baik terlebih dahulu agar hubungan tetap berjalan dengan baik.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Membesarkan Masalah Kecil</strong></h3>



<p>Adanya masalah kecil yang menimbulkan konflik ringan merupakan hal yang wajar.</p>



<p>Namun, bagi seseorang yang memiliki sikap <em>playing victim</em> akan lebih cenderung membesarkan kesulitan, penderitaan atau kesusahan yang ada sehingga terlihat seolah-olah hanya dirinya yang menjadi korban.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Cenderung Merasa Tidak Berdaya</strong></h3>



<p>Saat sedang terjadi masalah dan konflik, seseorang yang memiliki sikap <em>playing victim</em> akan bersikap seolah-olah tidak memiliki kekuatan untuk mengubah situasi atau masalah yang terjadi.</p>



<p>Tentunya hal ini tidak seharusnya dilakukan karena akan memperburuk kondisi hubungan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Selalu Menganggap Disudutkan</strong></h3>



<p>Saat orang lain memberikan masukan atau saran yang baik, seseorang yang memiliki sikap <em>playing victim</em> akan merasa terancam dan disudutkan.</p>



<p>Hal tersebut terus dilakukannya dan membuat dirinya seolah-olah korban dari tindakan yang dilakukannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>5. Melakukan Manipulasi Emosional</strong></h3>



<p>Kondisi mental korban akan dimanipulasi sedemikian rupa agar pasangan merasa dirinya yang salah, bukan sebaliknya. Hal ini biasanya dilakukan seseorang untuk mengambil keuntungan tertentu.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>6. Merasa Tidak Berdaya</strong></h3>



<p>Perasaan tidak berdaya dan tidak mampu mengubah situasi adalah ciri umum dari seseorang yang memiliki sikap <em>playing victim</em>.</p>



<p>Kamu mungkin merasa bahwa tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki hubungan atau mengubah dinamika yang ada.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/ucapan-anniversary-pernikahan-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/ucapan-anniversary-pernikahan-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/02/Ucapan-Anniversary-Pernikahan-720x480.jpg" alt="18 Ucapan Anniversary Pernikahan untuk Suami Tercinta yang Simple tapi Bermakna" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">18 Ucapan Anniversary Pernikahan untuk Suami Tercinta yang Simple tapi Bermakna</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>7. Menghindari Konflik Konstruktif</strong></h3>



<p>Jika pasanganmu cenderung menghindari diskusi atau konflik yang konstruktif dan lebih memilih untuk menyimpan dendam atau mengeluh di belakangmu, ini bisa menjadi tanda <em>playing victim</em>. Konflik yang sehat adalah bagian penting dari hubungan yang kuat dan saling mendukung.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Cara Menghadapi Playing Victim dalam Hubungan</strong></h2>



<p>Jika kamu sudah merasa hubungan kamu tidak sehat karena terlalu sering menerima sikap <em>playing victim</em>, sebaiknya hadapilah dengan melakukan langkah-langkah berikut ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Memberitahu Sikapnya yang Menganggu</strong></h3>



<p>Pertama-tama, kamu tentu harus memberitahu bahwa sikap pasanganmu tersebut sangat mengganggu.</p>



<p>Kamu bisa menyampaikan perasaanmu dengan bijaksana dan berusaha untuk mencari solusi bersama.</p>



<p>Oh ya, hindari menyalahkan atau menuduh, namun kamu bisa coba mengajak pasanganmu untuk berbicara secara terbuka tentang apa yang mereka rasakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Hindari Berdebat Terlalu Dalam</strong></h3>



<p>Seseorang yang memiliki sikap <em>playing victim</em> akan selalu merasa dirinya sebagai korban, meskipun kamu telah menjelaskan kesalahannya.</p>



<p>Daripada terus membicarakan kesalahan pasanganmu, lebih baik kamu menghindarinya sementara.</p>



<p>Terlalu banyak mendengar keluhan pasanganmu yang berusaha membela dirinya sendiri dapat mengganggu kesehatan mentalmu.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Pergi Mencari Bantuan Profesional</strong></h3>



<p>Kamu bisa mendorong pasanganmu untuk mencari bantuan profesional. Namun, apabila kamu merasa perilaku pasangan kamu ini mengganggu hubungan kamu secara serius, ajak pasanganmu untuk mencari bantuan dari terapis atau konselor.</p>



<p>Dengan bantuan terapis tentunya bisa menolong mereka mengatasi masalah yang mendasari dan belajar cara menghadapinya dengan cara yang lebih sehat.</p>



<p>Nah, di atas tadi adalah informasi terkait contoh hingga cara menghadapi sikap <em>playing victim</em> dalam hubungan yang bisa Mamikos bagikan kepada kamu.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f46b.png" alt="👫" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1fa7a.png" alt="🩺" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p>Mengidentifikasi perilaku <em>playing victim</em> dalam hubungan bisa menjadi langkah pertama untuk memperbaiki dinamika hubungan yang tidak sehat.</p>



<p>Buat kamu yang masih ingin mengulik lebih banyak lagi tentang informasi menarik lainnya, seperti <a href="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-playing-victim-gnr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Contoh Perilaku Playing Victim beserta Ciri-ciri</a> hingga <a href="https://mamikos.com/info/cara-menyelesaikan-masalah-dengan-pacar-secara-dewasa-gnr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Cara Menyelesaikan Masalah dengan Pacar</a>, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>FAQ</strong></h3>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1741150789911"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa itu playing victim dan contohnya?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Playing victim juga ditandai dengan orang yang selalu berbicara negatif tentang dirinya sendiri dengan harapan orang lain akan merasa kasihan padanya. Contohnya, “segala sesuatu yang buruk selalu terjadi padaku”, “aku pantas untuk menerima hal buruk”, atau “tidak ada yang peduli dan sayang padaku”.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1741150794316"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa ciri-ciri orang playing victim?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Beberapa orang berkarakteristik playing victim tampak senang menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka timbulkan. Mereka juga akan menyerang dan membuat orang lain merasa bersalah, atau memanipulasi orang lain untuk mendapatkan simpati dan perhatian.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1741150794727"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa itu laki-laki playing victim?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Playing victim merupakan pola perilaku seseorang yang merasa bahwa dirinya selalu menjadi korban dari keadaan atau tindakan orang lain, tanpa mengakui tanggung jawab pribadi dalam situasi tersebut.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1741150795236"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apakah playing victim itu toxic?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Playing Victim termasuk ke dalam perilaku yang Toxic, terutama jika digunakan untuk memanipulasi salah satu pihak dalam sebuah hubungan.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1741150814788"><strong class="schema-faq-question"><strong>Apa bedanya playing victim dan manipulatif?</strong></strong> <p class="schema-faq-answer">Playing victim merupakan pola perilaku seseorang yang menempatkan dirinya sebagai korban dalam berbagai situasi. Termasuk situasi yang benar-benar terjadi maupun hal yang hanya ada dalam pikirannya saja. Sedangkan manipulatif adalah cara seseorang untuk membuat suatu hubungan berjalan seperti yang mereka inginkan.</p> </div> </div>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-55c11992-2059-4e2f-860d-4d3a6780e1af" data-mobilecollapse="true" data-desktopcollapse="true">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-c21fe211-1851-4978-a0f8-8126fa85c7d3">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-55c11992-2059-4e2f-860d-4d3a6780e1af" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-55c11992-2059-4e2f-860d-4d3a6780e1af"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="false" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap ub-hide" id="ub-content-toggle-panel-0-55c11992-2059-4e2f-860d-4d3a6780e1af">

<p>Apa Arti Playing Victim? Cek Pengertian dan Penyebabnya di Sini [Daring]. https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/apa-arti-playing-victim-cek-pengertian-dan-penyebabnya-di-sini-23SXwPVFZCK/full</p>



<p>5 Contoh Playing Victim dalam Hubungan yang Perlu Diantisipasi [Daring]. Tautan: https://kumparan.com/info-psikologi/5-contoh-playing-victim-dalam-hubungan-yang-perlu-diantisipasi-21kXU1w9IDZ</p>



<p>Mengenal Playing Victim: Pengertian, Ciri, dan Penyebabnya [Daring]. Tautan: https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-playing-victim-pengertian-ciri-dan-penyebabnya?srsltid=AfmBOoobaRQBw81jQMo4TNuZs0deV8XffqGtCjWkrKJy_gd5kojSgAeB</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjogja" target="_blank">Kost Jogja Murah<br></a><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjakarta" target="_blank">Kost Jakarta Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bandung-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbandung" target="_blank">Kost Bandung Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-denpasar-bali-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosdenpasar" target="_blank">Kost Denpasar Bali Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossurabaya" target="_blank">Kost Surabaya Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossemarang" target="_blank">Kost Semarang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmalang" target="_blank">Kost Malang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossolo" target="_blank">Kost Solo Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bekasi-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbekasi" target="_blank">Kost Bekasi Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-medan-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmedan" target="_blank">Kost Medan Murah</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86633" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-playing-victim-dalam-hubungan-gnr/">7 Contoh Playing Victim dalam Hubungan serta Cara Menghadapinya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/03/Contoh-Playing-Victim-dalam-Hubungan-serta-Cara-Menghadapinya.jpg" length="80384" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/03/Contoh-Playing-Victim-dalam-Hubungan-serta-Cara-Menghadapinya-480x480.jpg" width="480" height="480" />
        </item>
                    <item>
            <title>Contoh Perilaku Playing Victim beserta Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya yang Tepat</title>
            <category>General</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-playing-victim-gnr/</link>
            <pubDate>Wed, 30 Oct 2024 04:50:20 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Citra</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-playing-victim-gnr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Playing victim merupakan sikap di mana pelaku bersikap seolah menjadi korban untuk mendapatkan simpati dan menghindari tanggung jawab. Simak contoh, ciri dan cara menghadapinya di sini, yuk!</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-playing-victim-gnr/">Contoh Perilaku Playing Victim beserta Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya yang Tepat</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Contoh Perilaku Playing Victim beserta Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya yang Tepat — <em>Playing victim</em> belakangan menjadi istilah populer di kalangan pengguna media sosial.</p>



<p>Apa sih yang dimaksud dengan perilaku <em>playing victim</em> itu dan bagaimana cara menghadapinya?</p>



<p>Selain akan membahas hal-hal tersebut, Mamikos juga akan memberikan beberapa contoh perilaku <em>playing victim</em> yang kerap terjadi di kehidupan sehari-hari. Simak, ya!<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4d6.png" alt="📖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Playing Victim</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-perilaku-playing-victim.jpg" alt="Contoh perilaku playing victim" class="wp-image-266601" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-perilaku-playing-victim.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-perilaku-playing-victim-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-perilaku-playing-victim-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-perilaku-playing-victim-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">canva.com/@dimaberlinphotos</figcaption></figure>



<p>Sebelum mengetahui apa saja contoh perilaku <em>playing victim</em>, ada baiknya kita pelajari dulu yuk apa yang dimaksud dengan perilaku <em>playing victim</em> itu.</p>



<p><em>Playing </em>dapat diartikan dengan bermain, sedangkan <em>victim</em> bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya adalah korban.</p>



<p>Menurut Stephan F. Mayer dalam jurnal berjudul <em>Playing Victim A Psychological Perspective</em> menyebutkan <em>playing victim</em> sebagai ‘bermain korban’.</p>



<p>Bermain korban yang dimaksud yaitu keadaan di mana seseorang bersikap seolah-olah dia adalah korban dengan cara mengeluarkan argumentasi untuk mendapatkan justifikasi dari orang lain.</p>



<p>Secara lebih sederhana, <em>playing victim</em> ialah berperilaku seolah sebagai korban dengan cara menuduhkan kesalahannya pada orang lain yang tidak bersalah sehingga mereka bisa dianggap korban, mendapat simpati dan berhasil memanipulasi orang lain.</p>



<p>Secara tidak sadar, orang-orang yang berada di sekitar pelaku <em>playing victim</em> akan didorong untuk masuk dalam permainan mereka dan membantu pelaku untuk membenarkan bahwa dirinya adalah seorang korban.</p>



<p>Namun, apabila pada akhirnya bantuan yang mereka dapatkan dari orang lain itu tidak memuaskan maka dia akan mendramatisir keadaan dan menganggap bahwa semua orang tidak menyukainya.</p>



<p>Dalam keadaan yang lebih ekstrem, apabila perhatian dan kepercayaan orang lain padanya mulai menipis.</p>



<p>Pelaku <em>playing victim</em> tidak segan untuk menyakiti dirinya sendiri untuk mencari atensi dan membuat orang-orang merasa bersalah sehingga perhatian orang-orang akan kembali menyorotinya.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-gaslighting-pada-anak-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-gaslighting-pada-anak-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-Perilaku-Gaslighting-Pada-Anak-Beserta-Ciri-Ciri-Penyebab-dan-Dampaknya-Pada-Anak-500x333.jpg" alt="Contoh Perilaku Gaslighting Pada Anak beserta Ciri-ciri, Penyebab, dan Dampaknya pada Anak" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Perilaku Gaslighting Pada Anak beserta Ciri-ciri, Penyebab, dan Dampaknya pada Anak</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Ciri-ciri Playing Victim</h2>



<p>Kenali dulu yuk ciri-ciri <em>playing victim</em> sebelum kamu melihat contoh perilaku <em>playing victim </em>yang sudah Mamikos himpun!</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Menyalahkan Orang Lain</h3>



<p>Menyalahkan pihak lain atas perbuatan yang diperbuatnya merupakan ciri utama dari perilaku <em>playing victim</em>.</p>



<p>Orang yang playing victim akan merasa senang dan lega apabila orang lain merasa bersalah atas kesalahan yang sebenarnya tidak diperbuat oleh orang itu.</p>



<p>Orang yang sudah terbiasa melakukan <em>playing victim</em> juga tidak segan untuk melakukan <em>gaslighting</em> agar meraih tujuannya.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f635.png" alt="😵" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">2. Tidak Bertanggung Jawab</h3>



<p>Orang yang melakukan playing victim sering menghindari <a href="https://mamikos.com/info/contoh-sikap-tanggung-jawab-dalam-kehidupan-sehari-hari-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">tanggung jawab</a> dan tidak ingin tertimpa risiko atas kesalahan yang diperbuatnya. </p>



<p>Orang tersebut akan terus berkelit dan mencari-cari alasan untuk membuat dirinya tidak terlibat.</p>



<p>Selain melimpahkan tanggung jawab dan konsekuensi perbuatannya kepada orang lain, pelaku <em>playing victim</em> justru berlaku seolah dia adalah ‘korban’ supaya orang lain percaya dan simpati padanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Merasa Dirinya Tidak Berdaya</h3>



<p>Banyak pelaku <em>playing victim</em> berpura-pura dirinya lemah dan tidak berdaya untuk menyelesaikan masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. </p>



<p>Namun, sebenarnya mereka tidak benar-benar lemah, mereka memang tidak mau melakukan apapun untuk memperbaiki kesalahan yang sudah dia lakukan.</p>



<p>Keuntungan yang mereka dapatkan dengan berpura-pura lemah dan menghindari tanggung jawab ini akhirnya membuat mereka nyaman karena mereka lebih mendapatkan keuntungan daripada kerugian.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Kerap Membicarakan Hal Negatif tentang Dirinya</h3>



<p>Orang yang <em>playing victim</em> sering membicarakan hal negatif atau kemalangan yang menimpanya pada orang lain untuk mendapat simpati.</p>



<p>Contohnya “Aku selalu ditinggal teman-temanku” atau “aku sering diselingkuhi mantan-mantanku”, dan sebagainya.</p>



<p>Hal ini memang sukses membuat mereka mendapatkan simpati, tapi secara tidak langsung mereka sudah memanipulasi dirinya sendiri sehingga label-label negatif itu secara perlahan menghantui pikiran mereka.</p>



<p>Mereka jadi memiliki ketakutan-ketakutan untuk melangkah hingga menyulitkan diri sendiri karena cap negatif yang kadung melekat di kepalanya sendiri.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-melupakan-orang-yang-kita-sayang-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-melupakan-orang-yang-kita-sayang-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/01/Move-on-500x333.jpg" alt="10 Cara Melupakan Orang yang Kita Sayang dan Cintai secara Perlahan Tanpa Membenci, Move On Yuk!" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">10 Cara Melupakan Orang yang Kita Sayang dan Cintai secara Perlahan Tanpa Membenci, Move On Yuk!</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">5. Memiliki Kepercayaan Diri yang Rendah</h3>



<p>Orang yang menerapkan perilaku playing victim biasanya memiliki kepercayaan diri yang rendah karena memandang diri mereka tidak mampu, tidak kompeten dan orang lain lebih kompeten dari dirinya.</p>



<p>Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman masa lalu di mana dia menemui kegagalan dalam mengusahakan apa yang dia mau, kemudian mengubah perspektifnya sebagai seorang korban dari situasi yang tidak menguntungkan.</p>



<p>Orang yang kerap playing victim pada akhirnya tidak akan suka jika melihat orang lain memiliki pencapaian yang lebih baik daripadanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">6. Terlalu Bergantung pada Orang Lain</h3>



<p>Orang yang menunjukkan perilaku playing victim biasanya tidak mandiri dan bergantung pada orang lain sehingga masalah yang terjadi akan membuatnya kesulitan mengatasinya sendiri.</p>



<p>Apabila tidak ada orang lain yang bersedia membantunya, dia justru akan menganggap orang lain tidak menyukainya dan menganggap dirinya sebagai korban dari keegoisan orang lain.</p>



<p>Padahal, tidak semua masalah bisa diselesaikan oleh bantuan orang lain. Ada tanggung jawaban tertentu yang harusnya diselesaikan secara mandiri oleh orang tersebut.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">7. Haus Validasi</h3>



<p>Ciri perilaku <em>playing victim</em> lainnya adalah haus validasi. Seseorang yang <em>playing victim</em> biasanya menginginkan perhatian dan pengakuan lebih.</p>



<p>Hal tersebut biasanya mereka lakukan dengan cara menjual kisah sedih atau pengalaman tidak menyenangkan yang mereka alami untuk menarik simpati orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyebab Seseorang Menjadi Playing Victim</h2>



<p>Sebelum menengok apa saja contoh perilaku <em>playing victim</em>, cari tahu dulu yuk apa penyebab seseorang memiliki perilaku <em>playing victim</em>.</p>



<p>Menurut laman Halodoc, ada 4 sebab yang mendasari seseorang berperilaku playing victim, di antaranya yaitu:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Trauma Masa Lalu</h3>



<p>Trauma di masa lalu bisa memicu seseorang mengembangkan karakteristik playing victim karena perilaku ini dipandang metode terbaik untuk mengatasi trauma di masa lalunya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Pengkhianatan</h3>



<p>Pengkhianatan yang kerap terjadi membuat seseorang merasa menjadi korban dan kesulitan dalam mempercayai orang lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Manipulasi</h3>



<p>Untuk memanipulasi orang lain untuk bertindak seperti apa yang mereka inginkan, playing victim yang diterapkan bisa lebih efektif.</p>



<p>Apalagi jika seseorang yang ingin dimanipulasi memiliki hati yang baik dan tidak nyaman melihat orang lain dalam kesulitan</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/pertanyaan-untuk-pacar-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/pertanyaan-untuk-pacar-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/01/Pertanyaan-untuk-Pacar-agar-Lebih-Mengenal-Satu-Sama-Lain-1-500x333.jpg" alt="﻿25 Pertanyaan untuk Pacar agar Lebih Mengenal dan Hubungan Jadi Lebih Langgeng" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">﻿25 Pertanyaan untuk Pacar agar Lebih Mengenal dan Hubungan Jadi Lebih Langgeng</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">4. Kodependensi</h3>



<p>Kondisi ini merupakan keadaan di mana seseorang menjadi memiliki ketergantungan tidak sehat kepada orang lain.</p>



<p>Pengidap lebih fokus untuk memenuhi segala kebutuhan dan keperluan orang lain daripada dirinya sendiri.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/kata-kata-melamar-wanita-ke-orang-tuanya-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/kata-kata-melamar-wanita-ke-orang-tuanya-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/contoh-kata-kata-melamar-wanita-ke-orang-tuanya-500x333.jpg" alt="10 Contoh Kata-kata Melamar Wanita ke Orang Tuanya yang Baik dan Sopan Agar Diterima" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">10 Contoh Kata-kata Melamar Wanita ke Orang Tuanya yang Baik dan Sopan Agar Diterima</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Perilaku Playing Victim</h2>



<p>Berikut beberapa contoh perilaku <em>playing victim</em> yang kerap terjadi pada kehidupan sehari-hari:</p>



<ol>
<li>Mengeluh tentang ketidakadilan dalam hidupnya tapi enggan berusaha memperbaiki keadaan.</li>



<li>Menyalahkan orang tua atas ketidakberuntungan yang terjadi dalam hidupnya</li>



<li>Menggunakan alasan kesehatan sebagai alasan untuk tidak bertanggungjawab.</li>



<li>Anti kritik dan merasa dendam jika diberi saran untuk perbaikan</li>



<li>Sering merasa sebagai korban fitnah atau gosip di lingkungan sekitar.</li>



<li>Mendramatisir kesulitan yang didapatkannya dengan tujuan mendapatkan simpati atau bantuan tertentu.</li>



<li>Takut mencoba hal baru karena terbayang-bayangi kegagalan sembari menyalahkan keadaan.</li>



<li>Sering membandingkan nasib buruk yang menimpanya dengan nasib baik yang orang lain miliki.</li>



<li>Menyalahkan pasangan secara sepihak tanpa mau mengoreksi kesalahan yang ada pada diri sendiri.</li>



<li>Menolak disalahkan apabila sudah melakukan perbuatan yang salah dan justru melempar kesalahan pada orang lain.</li>
</ol>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading">Cara Menghadapi Orang dengan Perilaku Playing Victim</h2>



<p>Nah, kamu sudah mengetahui tentang contoh perilaku <em>playing victim </em>dalam kehidupan sehari-hari, maka sekarang saatnya kamu belajar bagaimana menghadapi orang dengan perilaku playing victim. Simak cara berikut, ya!</p>



<ol>
<li>Jangan terlalu cepat menanggapi dan memberikan validasi sebagai &#8216;korban&#8217; pada orang lain yang sedang bercerita jika dirinya merupakan korban.</li>



<li>Tetaplah objektif dalam menilai cerita yang orang lain paparkan. Jangan sampai kamu terjebak dalam sudut pandang di pencerita. Jika perlu, cari tahu juga sudut pandang dari pihak lain untuk menambah objektivitas informasi.</li>



<li>Tunjukkan empati seperlunya saja.</li>



<li>Biarkan orang yang bercerita padamu menumpahkan semua ceritanya hingga selesai.</li>



<li>Alihkan pembicaraan jika obrolan kamu dan pelaku playing victim sudah mengarah pada topik negatif. Jaga obrolan kalian tetap positif agar energimu tidak terkuras.</li>



<li>Jangan mudah meminta maaf, terutama jika kamu merasa kamu tidak bersalah atas terjadinya suatu kejadian.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f64f.png" alt="🙏" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/274c.png" alt="❌" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></li>



<li>Jangan menyerang langsung orang yang kamu duga sendang &#8216;playing victim&#8217;. Tetaplah bersikap tenang.</li>



<li>Apabila dirasa seseorang yang kamu duga kerap playing victim sudah mengganggu hidupmu secara berlebiham, maka ajak dia berbicara dengan ahli seperti psikolog atau psikiater.</li>



<li>Buat batasan yang sehat supaya kamu tidak terlibat terlalu jauh dan akhirnya menjadi korban manipulasi dari seseorang yang playing victim.</li>



<li>Jaga jarak aman. Apabila kamu merasa kehadiran orang yang playing victim dalam hidupmu itu sudah mengganggu dan kamu tidak sanggup lagi menghadapinya, maka belajar untuk bilang &#8216;tidak&#8217;.</li>
</ol>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Demikian contoh perilaku <em>playing victim</em> beserta ciri-ciri dan cara menghadapinya. Semoga kita bukan termasuk orang yang memiliki perilaku ini ya dalam sebuah hubungan.</p>



<p>Namun, jangan khawatir jika kamu atau orang terdekatmu memiliki perilaku playing victim, kamu bisa <a href="https://mamikos.com/info/pertanyaan-deep-talk-dengan-pacar-atau-gebetan-gnr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">deep talk</a> untuk mencari jalan tengah atau meminta bantuan ahli seperti psikolog.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f9d1-200d-2695-fe0f.png" alt="🧑‍⚕️" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p>Berikut informasi tambahan terkait playing victim yang sudah Mamikos himpun dalam sebuah FAQ!</p>



<h3 class="wp-block-heading">FAQ</h3>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1730259151187"><strong class="schema-faq-question">Apa ciri-ciri orang playing victim?</strong> <p class="schema-faq-answer">Ciri-ciri orang yang playing victim antara lain:<br/>a. Selalu mengasihani diri sendiri<br/>b. Suka membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain<br/>c. Sulit bersyukur dan cenderung tidak bahagia dengan hidupnya<br/>d. Tidak bersedia menanggung akibat dari kesalahan yang dia perbuat.<br/></p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1730259175322"><strong class="schema-faq-question">Apa penyebab seseorang menjadi playing victim?</strong> <p class="schema-faq-answer">Perilaku playing victim bisa disebabkan oleh victim mentality atau seseorang merasa sedang terdesak dengan tekanan yang besar.<br/>Oleh sebab itu, pola pikir &#8216;seolah korban&#8217; akan muncul guna membantu membentengi diri mereka dari konsekuensi kesalah yang sudah mereka lakukan.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1730259207471"><strong class="schema-faq-question">Apa bedanya playing victim dan manipulatif?</strong> <p class="schema-faq-answer">Secara singkat, <em>playing victim</em> merupakan perilaku di mana seseorang menempatkan dirinya sebagai korban untuk menghindari tanggung jawab, mencari simpati atau mendapatkan perhatian.<br/>Sedangkan manipulatif merupakan suatu strategi yang diterapkan oleh seseorang guna mengontrol atau mempengaruhi orang lain demi kepentingan pribadinya.<br/>Salah satu cara yang bisa digunakan untuk memanipulasi orang lain adalah dengan bermain korban (<em>playing victim</em>).</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1730259228538"><strong class="schema-faq-question"><em>Playing victim</em> apa gangguan mental?</strong> <p class="schema-faq-answer"><em>Playing victim</em> bukan termasuk gangguan mental, tapi perilaku ini bisa jadi merupakan tanda-tanda adanya gangguan mental seperti borderline personality disorder (BPD), narsistik maupun PTSD.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1730259253208"><strong class="schema-faq-question">Apa hukumnya orang yang playing victim?</strong> <p class="schema-faq-answer">Menurut surah An-Nisa ayat 112 orang yang suka <em>playing victim</em> dalam arti surat tersebut yaitu mengerjakan kesalahan kemudian dituduhkan kepada orang lain, maka dianggap sudah berbuat suatu kebohongan dan akan mendapatkan dosa.</p> </div> </div>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-8b3003f7-8098-493c-b8cb-b178c571128b" data-mobilecollapse="false" data-desktopcollapse="false">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-5083a8a1-b3f9-46be-98eb-73a5b72b8755">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-8b3003f7-8098-493c-b8cb-b178c571128b" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-8b3003f7-8098-493c-b8cb-b178c571128b"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down open"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="true" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap" id="ub-content-toggle-panel-0-8b3003f7-8098-493c-b8cb-b178c571128b">

<p>Stephan F. Myler, Playing Victim A Psychological Perspective, Psychology and Behavioral Science International Journal, Vol.3, (2017), h.1 [daring].&nbsp; Tautan: https://juniperpublishers.com/pbsij/pdf/PBSIJ.MS.ID.555601.pdf</p>



<p>Playing Victim, Kenali, Arti, Ciri-ciri, dan Cara Menghadapinya [daring]. Tautan: https://www.alodokter.com/playing-victim-kenali-arti-ciri-ciri-dan-cara-menghadapinya</p>



<p>Mengenal Playing Victim: Pengertian, Ciri, dan Penyebabnya [daring]. Tautan: https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-playing-victim-pengertian-ciri-dan-penyebabnya?srsltid=AfmBOoopIq3gwrvXcEtExTuufYzlOJt570WmgdmmwTFb77Ejynxvv7nE</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjogja" target="_blank">Kost Jogja Murah<br></a><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjakarta" target="_blank">Kost Jakarta Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bandung-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbandung" target="_blank">Kost Bandung Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-denpasar-bali-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosdenpasar" target="_blank">Kost Denpasar Bali Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossurabaya" target="_blank">Kost Surabaya Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossemarang" target="_blank">Kost Semarang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmalang" target="_blank">Kost Malang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossolo" target="_blank">Kost Solo Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bekasi-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbekasi" target="_blank">Kost Bekasi Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-medan-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmedan" target="_blank">Kost Medan Murah</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86633" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-playing-victim-gnr/">Contoh Perilaku Playing Victim beserta Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya yang Tepat</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-perilaku-playing-victim.jpg" length="81126" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-perilaku-playing-victim-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
    </channel>
</rss>