<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/contoh-puisi-ode/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-puisi-ode/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Fri, 10 Apr 2026 08:29:41 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-puisi-ode/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>12 Contoh Puisi Ode Berisi Pujian atau Sanjungan Lengkap dengan Nama Pengarangnya</title>
            <category>Bahasa Indonesia</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-puisi-ode-pljr/</link>
            <pubDate>Wed, 12 Feb 2025 02:35:44 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Lintang Filia</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-puisi-ode-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Sudah tahu apa itu puisi ode? Apa saja contohnya? Yuk, pelajari tentang puisi ode di artikel ini!</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-ode-pljr/">12 Contoh Puisi Ode Berisi Pujian atau Sanjungan Lengkap dengan Nama Pengarangnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>12 Contoh Puisi Ode Berisi Pujian atau Sanjungan Lengkap dengan Nama Pengarangnya – Ode merupakan salah satu bentuk puisi lirik yang memiliki keunikan tersendiri dalam dunia sastra.</p>



<p>Sejumlah penyair ternama telah melahirkan ode-ode indah yang tetap hidup hingga kini, lho. Lewat puisi tersebut, kita tidak hanya disuguhi keindahan bahasa, tetapi juga diajak merenungi makna yang lebih dalam di balik setiap baitnya.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/2728.png" alt="✨" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p>Nah, di artikel ini tersedia 12 contoh puisi ode yang berisi pujian atau sanjungan, lengkap dengan nama pengarangnya.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4dc.png" alt="📜" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f58b.png" alt="🖋" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengertian Puisi Ode</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/02/contoh-puisi-ode.jpg" alt="contoh puisi ode" class="wp-image-278394" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/02/contoh-puisi-ode.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/02/contoh-puisi-ode-720x480.jpg 720w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/02/contoh-puisi-ode-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">Canva/@ultramarinfoto</figcaption></figure></div>


<p>Puisi ode merupakan salah satu <a href="https://mamikos.com/info/jenis-puisi-beserta-contoh-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">jenis puisi</a> yang berisi pujian atau penghormatan terhadap seseorang, sesuatu, atau sebuah peristiwa yang dianggap memiliki nilai penting dan bermakna.</p>



<p>Biasanya, ode ditulis dalam nada yang serius dan memiliki bentuk yang lebih panjang dibandingkan dengan puisi pada umumnya.</p>



<p>Oleh karena itu, tema dalam ode sering kali berkisar pada hal-hal yang menginspirasi, heroik, atau memberikan kesan mendalam.</p>



<p>Ode umumnya juga memiliki struktur yang teratur dengan bahasa yang puitis serta sarat dengan simbolisme dan majas, lho.</p>



<p>Selain itu, puisi ode tidak hanya digunakan untuk memuja tokoh tertentu, tetapi juga untuk merayakan keindahan alam, ide, atau bahkan momen-momen penting.</p>



<p>Contoh puisi ode yang terkenal seperti <em>Teratai</em> karya Sanusi Pane, <em>Diponegoro</em> karya Chairil Anwar, dan <em>Ode Buat Proklamator</em> karya Leon Agusta.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-lama-dan-puisi-baru-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-lama-dan-puisi-baru-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/05/Contoh-puisi-lama-dan-puisi-baru-500x333.jpg" alt="14 Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Contoh dan Perbedaannya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">14 Contoh Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Contoh dan Perbedaannya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Ciri-ciri Puisi Ode</h2>



<p>Berbeda dengan puisi lainnya, ode sering digunakan untuk mengungkapkan rasa kagum, penghormatan, atau sanjungan terhadap sesuatu yang dianggap berharga.</p>



<p>Gaya bahasanya cenderung lebih anggun dan bernilai estetika tinggi. Untuk memahami lebih jauh, berikut beberapa ciri khas yang membedakan ode dari jenis puisi lainnya:</p>



<p><strong>1. Memiliki nada yang anggun dan megah</strong></p>



<p>Ode menggunakan bahasa yang indah dan terkesan luhur. Gaya bahasanya lebih tinggi dibandingkan puisi biasa karena bertujuan untuk memuliakan atau mengagungkan sesuatu, baik itu seseorang, alam, atau konsep abstrak.</p>



<p><strong>2. Menggunakan gaya dan nada yang resmi</strong></p>



<p>Berbeda dengan puisi bebas yang bisa lebih santai atau ekspresif, ode cenderung menggunakan bahasa yang lebih formal dan terstruktur.</p>



<p>Nada dalam ode bisa bersifat khidmat, serius, atau bahkan reflektif karena sering kali membahas sesuatu yang dianggap berharga atau bermakna mendalam.</p>



<p><strong>3. Berisi sanjungan atau penghormatan</strong></p>



<p>Salah satu ciri utama ode adalah sifatnya yang memberikan penghormatan atau pujian terhadap suatu objek, baik itu tokoh, pahlawan, keindahan alam, maupun gagasan tertentu. Oleh sebab itu, isinya biasanya mengandung rasa kekaguman dan penghormatan yang kuat.</p>



<p><strong>4. Memiliki struktur teratur dan panjang</strong></p>



<p>Dibandingkan dengan jenis puisi lain, ode umumnya lebih panjang dan memiliki struktur yang teratur. Terdiri dari beberapa bait yang bisa mencapai puluhan baris, ode juga sering kali mengikuti pola rima tertentu meskipun tidak selalu kaku dalam bentuknya.</p>



<p><strong>5. Bersifat reflektif dan penuh makna</strong></p>



<p>Ode tidak hanya sekadar memberikan pujian, tetapi juga sering kali mengandung renungan mendalam tentang kehidupan, keindahan, atau nilai-nilai yang lebih filosofis. Makna yang disampaikan dalam ode biasanya lebih dalam dibandingkan puisi biasa.</p>



<p><strong>6. Mengandung tema yang mulia dan luhur</strong></p>



<p>Tema dalam ode biasanya berkaitan dengan hal-hal yang dianggap tinggi dan berharga, seperti keindahan alam, perjuangan, kepahlawanan, kebijaksanaan, atau keagungan suatu objek yang dihormati.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-syair-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-syair-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/12/Contoh-Puisi-Syair-Singkat-Berbagai-Tema-yang-Bisa-Jadi-Inspirasi-500x333.jpg" alt="11 Contoh Puisi Syair Singkat Berbagai Tema yang Bisa Jadi Inspirasi" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">11 Contoh Puisi Syair Singkat Berbagai Tema yang Bisa Jadi Inspirasi</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi Ode</h2>



<p>Sebagai salah satu karya sastra, puisi ode juga memiliki unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik, lho. Yuk, Mamikos ajak kamu untuk belajar tentang unsur-unsur puisi ode.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Unsur Intrinsik Puisi Ode</h4>



<p>Unsur intrinsik adalah elemen yang membangun puisi dari dalam. Unsur tersebut berupa semua hal yang ada di dalam karya yang membuat puisi jadi hidup, bermakna, dan estetis.</p>



<p>Berikut adalah unsur intrinsik puisi ode:</p>



<p>1. Tema</p>



<p>Tema merupakan pokok pikiran atau gagasan utama yang diangkat dalam puisi. Nah, pada puisi ode, temanya biasanya tentang pujian atau penghormatan.</p>



<p>2. Diksi</p>



<p>Pemilihan kata yang digunakan penyair untuk menyampaikan pesan atau emosi tertentu. Kata dalam ode biasanya puitis dan formal.</p>



<p>3. Imaji</p>



<p>Gambaran yang bisa merangsang pancaindra pembaca. Dalam puisi, terdapat tiga jenis imaji yang sering muncul, nih, yaitu:</p>



<ul>
<li>Imaji visual (penglihatan)</li>



<li>Imaji auditori (pendengaran)</li>



<li>Imaji kinestetik (gerakan)</li>
</ul>



<!--nextpage-->



<p>4. Majas (Gaya Bahasa)</p>



<p>Selanjutnya puisi ode menggunakan berbagai <a href="https://mamikos.com/info/macam-jenis-majas-dan-contohnya-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">macam majas</a>. Majas sendiri merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk memperindah puisi, seperti metafora, personifikasi, dan hiperbola.</p>



<p>5. Rima dan Ritme</p>



<p>Pola bunyi dan irama yang membuat puisi terasa harmonis saat dibaca. Ode biasanya punya rima teratur.</p>



<p>6. Nada dan Rasa</p>



<p>Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca, misalnya formal dan penuh hormat dalam ode. Sedangkan rasa adalah emosi yang dirasakan pembaca, seperti kekaguman atau penghormatan.</p>



<p>7. Amanat<br>Pesan moral atau nilai yang ingin disampaikan penyair melalui puisinya.</p>



<p>8. Tipografi</p>



<p>Tipografi merupakan bentuk tata letak puisi, termasuk jumlah baris dan baitnya. Ode biasanya berbentuk rapi dengan bait panjang.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Unsur Ekstrinsik Puisi Ode</h4>



<p>Unsur ekstrinsik adalah faktor luar yang memengaruhi lahirnya puisi. Bisanya unsur akan berkaitan dengan latar belakang dan kondisi di luar teks itu sendiri, di antaranya:</p>



<p>1. Latar Belakang Penyair</p>



<p>Berupa kehidupan, pengalaman, atau pandangan dunia penyair yang memengaruhi isi puisinya.</p>



<p>2. Konteks Sosial dan Budaya</p>



<p>Situasi sosial, politik, atau budaya pada masa puisi ditulis. Dalam hal ini, ode sering muncul dalam konteks penghormatan atas momen besar atau tokoh penting.</p>



<p>3. Nilai yang Berlaku di Masyarakat</p>



<p>Puisi ode biasanya mencerminkan nilai-nilai positif seperti keberanian, patriotisme, atau keindahan alam.</p>



<p>4. Pengaruh Karya Sastra Lain</p>



<p>Inspirasi dari karya sastra lain atau tradisi sastra tertentu, misalnya tradisi ode yang berasal dari Yunani Kuno.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Puisi Ode</h2>



<p>Setelah tadi kita sudah mempelajari pengertian, ciri, serta unsur intrinsik dan ekstrinsik, di bagian ini tersedia berbagai contoh puisi ode.</p>



<p>Berikut adalah 12 contoh puisi ode pujian lengkap dengan nama pengarangnya:</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. &nbsp;Tafsir Ayub, Sang Nabi</h4>



<p>Karya: Motinggo Busye</p>



<p>Empat puluh masa</p>



<p>Genap sudah</p>



<p>Sang Nabi teruji</p>



<p>Dalam sakit kulit yang parah</p>



<p>Ayub keluar lewat belukar</p>



<p>Dari hutan sunyi</p>



<p>Dekat air terjun yang bernyanyi</p>



<p>Wahai Nabi-Ku, titah Tuhan</p>



<p>Sungguh tabah kau bertahan</p>



<p>Sekarang ambillah</p>



<p>Seratus ranting kering</p>



<p>Rajamlah tiap ranting</p>



<p>Istrimu seratus kali</p>



<p>Ayub mengikat seratus ranting dalam seikat</p>



<p>Dia rajam sang istri</p>



<p>Satu kali</p>



<h4 class="wp-block-heading">2.&nbsp; Ode Prajurit Tanpa Nama</h4>



<p>Karya: Ahmadun Yosi Herfanda</p>



<p>Bendera-bendera berkibar di udara.</p>



<p>Burung-burung bernyanyi di dahannya.</p>



<p>Dan orang-orang berteriak “telah bebas negeri kita”.</p>



<p>Tapi aku tertatih sendiri.</p>



<p>Di bawah patung kemerdekaan yang letih.</p>



<p>Dan tersuruk di bawah mimpi reformasi.</p>



<p>Kau pasti tak mengenaliku lagi.</p>



<p>Seperti dulu,</p>



<p>Ketika tubuhku terkapar penuh luka.</p>



<p>Di sudut stasiun Jatinegara,</p>



<p>Setelah sebutir peluru menghajarku dalam penyerbuan itu.</p>



<p>Dan negeri yang kacau mengubur riwayatku.</p>



<p>Dalam sejarah berdebu.</p>



<p>Setengah abad lewat kita melangkah.</p>



<p>Di tanah merdeka,</p>



<p>Sejak Soekarno-Hatta mengumumkan kebebasan negeri kita.</p>



<p>Lantas kau dirikan partai-partai.</p>



<p>Juga kursi-kursi di atasnya.</p>



<p>Tapi kau kini menjelma konglomerat berdasi.</p>



<p>Penguasa yang merampas kemerdekaan rakyat sendiri.</p>



<p>Gedung-gedung berjulangan.</p>



<p>Hotel-hotel berbintang, toko-toko swalayan,</p>



<p>Jalan-jalan layang,</p>



<p>Mengembang bersama korupsi, kolusi, monopoli, manipulasi,</p>



<p>Yang membengkakkan perutmu sendiri.</p>



<p>Sedang aku tetap prajurit tanpa nama,</p>



<p>Tanpa tanda jasa, tanpa seragam veteran,</p>



<p>Tanpa kursi jabatan, tanpa gaji bulanan,</p>



<p>Tanpa tanah peternakan, tanpa rekening siluman,</p>



<p>Tanpa istri simpanan.</p>



<p>Bendera-bendera kini berkibaran lagi.</p>



<p>Dan sambil bernyanyi “padamu negeri”.</p>



<p>Kau bagi-bagi uang hasil korupsi.</p>



<p>Sedang aku tertatih sendiri.</p>



<p>Letih dibakar matahari.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3.&nbsp; Puisi untuk Guru</h4>



<p>Karya: Muhammad Yanuar</p>



<p>Engkau bagaikan cahaya</p>



<p>Yang menerangi jiwa</p>



<p>Dari segala gelap dunia</p>



<p>Engkau adalah setetes embun</p>



<p>Yang menyejukkan hati</p>



<p>Hati yang ditikam kebodohan</p>



<p>Sungguh mulia tugasmu guru</p>



<p>Tugas yang sangat besar</p>



<p>Guru engkau adalah pahlawanku</p>



<p>Yang tidak mengharapkan balasan</p>



<p>Segala yang engkau lakukan</p>



<p>Engkau lakukan dengan ikhlas</p>



<p>Guru jasamu takkan kulupa</p>



<p>Guru ingin kuucapkan</p>



<p>Terima kasih atas jasamu</p>



<h4 class="wp-block-heading">4.&nbsp; Ibu</h4>



<p>Karya: Chen Mardiayanto</p>



<p>Lenganmu yang rapuh</p>



<p>Masih saja gigih menepis gerimis</p>



<p>Yang menyapu wajah kelabumu</p>



<p>Sedang aku cuma bisa</p>



<p>Terpaku menggigil</p>



<p>Menyaksikan dan mencoba meraba</p>



<p>Perih yang kau derita</p>



<h4 class="wp-block-heading">5.&nbsp; Generasi Sekarang</h4>



<p>Karya: Asmara Hadi</p>



<p>Generasi Sekarang</p>



<p>Di atas puncak gunung fantasi</p>



<p>Berdiri aku, dan dari sana</p>



<p>Mandang ke bawah, ke tempat berjuang</p>



<p>Generasi sekarang di panjang masa</p>



<p>Menciptakan kemegahan baru</p>



<p>Pantoen keindahan Indonesia</p>



<p>Yang jadi kenang-kenangan</p>



<p>Pada zaman dalam dunia</p>



<h4 class="wp-block-heading">6. Ibu Kartini</h4>



<p>Karya: Fatkhan T. Haqque</p>



<p>Ibu Kartini bunga bangsa</p>



<p>Harum mewangi sepanjang massa</p>



<p>Meski kini engkau tiada</p>



<p>Harum muliamu tetap terbawa</p>



<p>Tetap abadi hingga masa kini</p>



<p>Meski engkau tak hidup kembali</p>



<p>Serasa hati kau masih ada</p>



<p>Masih bicara masih berkata</p>



<p>Jasamu takkan kulupa</p>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading">7. Teratai</h4>



<p>Karya: Sanusi Pane</p>



<p>Dalam kebun di tanah airku</p>



<p>Tumbuh sekuntum bunga teratai</p>



<p>Tersembunyi kembang indah permai</p>



<p>Tidak terlihat orang yang lalu</p>



<p>Akarnya tumbuh di hati dunia</p>



<p>Daun berseri Laksmi mengarang</p>



<p>Biarpun ia diabaikan orang</p>



<p>Seroja kembang gemilang mulia</p>



<p>Teruslah,</p>



<p>O Teratai Bahagia</p>



<p>Berseri di kebun Indonesia</p>



<p>Biar sedikit penjaga taman</p>



<p>Biarpun engkau tidak dilihat</p>



<p>Biarpun engkau tidak diminat</p>



<p>Engkau turut menjaga zaman</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-singkat-berbagai-tema-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-singkat-berbagai-tema-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/07/15-Contoh-Puisi-Singkat-Berbagai-Tema-yang-Bisa-Jadi-Inspirasi-500x333.jpg" alt="15 Contoh Puisi Singkat Berbagai Tema yang Bisa Jadi Inspirasi" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">15 Contoh Puisi Singkat Berbagai Tema yang Bisa Jadi Inspirasi</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h4 class="wp-block-heading">8. Ode to a Nightingale</h4>



<p>Karya: John Keats</p>



<p><em>My heart aches, and a drowsy numbness pains</em></p>



<p><em>My sense, as though of hemlock I had drunk,</em></p>



<p><em>Or emptied some dull opiate to the drains</em></p>



<p><em>One minute past, and Lethe-wards had sunk</em></p>



<h4 class="wp-block-heading">9. Diponegoro</h4>



<p>Karya: Chairil Anwar</p>



<p>Di masa pembangunan ini</p>



<p>Tuan hidup kembali</p>



<p>Dan bara kagum menjadi api</p>



<p>Di depan sekali tuan menanti</p>



<p>Tak genta. Lawan banyaknya seratus kali</p>



<p>Pedang di kanan, keris di kiri</p>



<p>Berselempang semangat yang tak bisa mati</p>



<p>MAJU</p>



<p>Ini barisan tak bergenderang-berpalu</p>



<p>Kepercayaan tanda menyerbu</p>



<p>Sekali berarti</p>



<p>Sudah itu mati</p>



<p>MAJU</p>



<p>Bagimu Negeri</p>



<p>Menyediakan api</p>



<p>Punah di atas menghamba binasa di atas ditindas</p>



<p>Sungguhpun dalam ajal baru tercapai</p>



<p>Jika hidup harus merasai</p>



<p>Maju.</p>



<p>Serbu.</p>



<p>Serang.</p>



<p>Terjang.</p>



<p>Februari 1943</p>



<h4 class="wp-block-heading">10.&nbsp; Indonesia Tumpah Darahku</h4>



<p>Karya: M. Yamin</p>



<p>Bersatu kita teguh</p>



<p>Bercerai kita jatuh</p>



<p>Duduk di pantai tanah yang permai</p>



<p>Tempat gelombang pecah berderai</p>



<p>Berbuih putih di pasir terderai</p>



<p>Tampaklah pulau di lautan hijau</p>



<p>Gunung-gunung bagus rupanya</p>



<p>Dilingkari air mulia tampaknya</p>



<p>Tumpah darahku Indonesia namanya</p>



<p>Lihatlah kelapa melambai-lambai</p>



<p>Berdesir bunyinya sesayup sampai</p>



<p>Tumbuh di pantai bercerai-cerai</p>



<p>Memagar daratan aman kelihatan</p>



<p>Dengarlah ombak datang berlagu</p>



<p>Mengejar bumi ayah dan ibu</p>



<p>Indonesia namanya, tanah airku</p>



<p>Tanahku bercerai seberang-menyeberang</p>



<p>Merapung di air, malam dan siang</p>



<p>Sebagai telaga dihiasi kiambang</p>



<p>Sejak malam diberi kelam</p>



<p>Sampai bulan terang-benderang</p>



<p>Di sanalah gerangan bangsaku gerangan menopang&#8230; Selama berteduh di alam nan lapang</p>



<p>Tumpah darah nusa India</p>



<p>Dalam hatiku selalu mulia</p>



<p>Dijunjung tinggi atas kepala</p>



<p>Semenjak diri lahir ke bumi</p>



<p>Sampai bercerai badan dan nyawa</p>



<p>Karena kita sedarah sebangsa</p>



<p>Bertanah air di Indonesia</p>



<h4 class="wp-block-heading">11. Lagu Angin</h4>



<p>Karya: W.S. Rendra</p>



<p>Jika aku pergi ke timur</p>



<p>arahku jauh, ya, ke timur.</p>



<p>Jika aku masuk ke hutan</p>



<p>aku disayang, ya, di hutan.</p>



<p>Aku pergi dan kakiku adalah hatiku.</p>



<p>Sekali pergi menolak rindu.</p>



<p>Ada duka, pedih dan airmata biru</p>



<p>tapi aku menolak rindu.</p>



<h4 class="wp-block-heading">12. Untuk Ibu</h4>



<p>Karya: Pejalandikakibumi</p>



<p>Ibu, baginya anak adalah titipan Tuhan</p>



<p>Dibawa ke dunia dengan kebahagiaan</p>



<p>Meski nyawanya harus meregang</p>



<p>Sakit pun dia tahan</p>



<p>Dalam senyumnya ada ketulusan</p>



<p>Dalam tawanya ada kehangatan</p>



<p>Dalam tangisnya ada pengharapan</p>



<p>Bahasa kalbu yang terulang sejak dalam kandungan</p>



<p>Melahirkan adalah keberanian</p>



<p>Membesarkanku kadang jadi ujian</p>



<p>Mencintaimu adalah sebuah kehormatan</p>



<p>Menjadi dirimu adalah kebangaan</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-contoh-puisi-pendek-gnr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-contoh-puisi-pendek-gnr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/12/Contoh-contoh-puisi-pendek-estetik-yang-menarik-dan-penuh-makna-500x333.jpg" alt="24 Contoh-contoh Puisi Pendek Estetik yang Menarik dan Penuh Makna" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">24 Contoh-contoh Puisi Pendek Estetik yang Menarik dan Penuh Makna</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Itulah tadi 12 contoh puisi ode yang berisi pujian dan sanjungan yang telah dilengkapi dengan nama pengarangnya.</p>



<p>Apabila kamu masih membutuhkan contoh-contoh karya sastra lainnya, pastikan untuk mengunjungi blog Mamikos, ya.<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4bb.png" alt="💻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/2728.png" alt="✨" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-4cf66121-a0b7-4c9e-8664-abb43b532393" data-mobilecollapse="true" data-desktopcollapse="true">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-8276d181-9916-4fd6-af67-b8683361fef6">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-4cf66121-a0b7-4c9e-8664-abb43b532393" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-4cf66121-a0b7-4c9e-8664-abb43b532393"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="false" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap ub-hide" id="ub-content-toggle-panel-0-4cf66121-a0b7-4c9e-8664-abb43b532393">

<p>Analisis Unsur Pembangunan Puisi Bahasa Indonesia. Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia [Daring/PDF]. Tautan https://repositori.kemdikbud.go.id/21680/1/X_Bahasa-Indonesia_KD-3.17_Final.pdf</p>



<p>8 Contoh Puisi Ode yang Berisi Pujian Beserta Pengertian dan Cirinya [Daring]. Tautan: https://www.sonora.id/read/424212822/8-contoh-puisi-ode-yang-berisi-pujian-beserta-pengertian-dan-cirinya</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat ITS Surabaya</a><a href="https://recreativ.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"></a></p>



<p><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86630" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-puisi-ode-pljr/">12 Contoh Puisi Ode Berisi Pujian atau Sanjungan Lengkap dengan Nama Pengarangnya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/02/contoh-puisi-ode.jpg" length="332122" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/02/contoh-puisi-ode-480x480.jpg" width="480" height="480" />
        </item>
    </channel>
</rss>