<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/tes-ukpppg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/tes-ukpppg/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Mon, 20 Apr 2026 09:20:37 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/tes-ukpppg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>3 Contoh Studi Kasus PPG 2026 dan Cara Membuatnya agar Lulus UKPPPG</title>
            <category>Tips Kerja</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/</link>
            <pubDate>Tue, 10 Feb 2026 02:29:00 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Lintang Filia</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Bagi Anda yang akan mengerjakan studi kasus PPG, wajib menyimak contohnya terlebih dahulu di artikel Mamikos kali ini. </p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/">3 Contoh Studi Kasus PPG 2026 dan Cara Membuatnya agar Lulus UKPPPG</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Salah satu tugas yang harus diselesaikan oleh peserta PPG Dalam Jabatan adalah menyusun studi kasus.</p>



<p>Sebagai peserta, Anda diharapkan mampu menunjukkan kemampuan reflektif sebagai pendidik dalam menghadapi permasalahan nyata di kelas. Namun, tak sedikit guru yang merasa kesulitan saat membuatnya. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4dd.png" alt="📝" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p>Nah sebagai panduan dan referensi, Mamikos telah menyiapkan contoh studi kasus PPG 2026 lengkap dengan cara membuatnya di artikel ini. Simak sampai selesai dan jangan ada bagian yang terlewat, ya. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f447-1f3fb.png" alt="👇🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus PPG 2026</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025.jpg" alt="contoh studi kasus PPG 2026" class="wp-image-300104" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025-720x480.jpg 720w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">Canva/@Ron Lach</figcaption></figure></div>

    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/latihan-soal-cpns-dan-jawabannya-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/latihan-soal-cpns-dan-jawabannya-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/09/latihan-soal-CPNS-2025-dan-jawabannya-720x480.png" alt="45 Latihan Soal CPNS 2026 dan Jawabannya, TIU, TKP dan TWK" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">45 Latihan Soal CPNS 2026 dan Jawabannya, TIU, TKP dan TWK</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Setelah memahami pengertian dan cara penyusunan studi kasus dalam PPG yang sudah Mamikos bahas, kini saatnya melihat langsung contoh yang bisa Anda jadikan referensi pembuatan. &nbsp;</p>



<p>Oh, ya, perlu diingat bahwa contoh studi kasus PPG 2026 di bawah ini bukan merupakan studi kasus yang nyata. Narasi ini Mamikos tulis sebagai ilustrasi dari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di kelas.</p>



<p>Tujuannya adalah memberikan gambaran tentang bagaimana menyusun studi kasus yang baik, dengan alur yang jelas, bahasa yang mengalir, dan muatan reflektif yang kuat.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/jawaban-soal-modul-3-4-pintar-kemenag-qna-jul-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/jawaban-soal-modul-3-4-pintar-kemenag-qna-jul-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/Jawaban-Soal-Modul-3.4-PINTAR-Kemenag-Pendayagunaan-Ekonomi-dan-SDM-di-Rumah-Ibadah-720x480.png" alt="Jawaban Soal Modul 3.4 PINTAR Kemenag Pendayagunaan Ekonomi dan SDM di Rumah Ibadah" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Jawaban Soal Modul 3.4 PINTAR Kemenag Pendayagunaan Ekonomi dan SDM di Rumah Ibadah</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus 1 – Siswa Memiliki Tingkat Literasi Rendah</h3>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Permasalahan yang di hadapi</strong></h3>



<p>Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII, saya menghadapi tantangan besar yaitu rendahnya kemampuan literasi siswa. Masalah tersebut terlihat saat mereka diminta membaca teks naratif lalu menjawab pertanyaan pemahaman.</p>



<p>Ternyata banyak siswa yang kesulitan menemukan ide pokok, menyimpulkan isi bacaan, hingga memahami makna kata dalam konteks. Bahkan beberapa siswa enggan membaca teks panjang karena merasa lelah atau bingung dengan isi bacaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Upaya penyelesaian masalah</strong></h3>



<p>Langkah pertama yang saya lakukan adalah menggali penyebab rendahnya literasi melalui observasi dan wawancara ringan dengan siswa. Saya temukan bahwa sebagian siswa kurang terbiasa membaca karena akses bacaan yang terbatas dan minimnya kebiasaan membaca di rumah.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/download-aplikasi-exambppp-untuk-ujian-ppg-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/download-aplikasi-exambppp-untuk-ujian-ppg-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/Download-Aplikasi-EXAMBPPP-untuk-Ujian-PPG-720x480.jpg" alt="Download Aplikasi EXAMBPPP untuk Ujian PPG 2026 dan Panduan saat UTBK, Lengkap!" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Download Aplikasi EXAMBPPP untuk Ujian PPG 2026 dan Panduan saat UTBK, Lengkap!</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Setelah itu saya mencoba beberapa strategi berikut:</p>



<ul>
<li>Memilih teks bacaan pendek dan kontekstual yang sesuai dengan minat siswa, misalnya kisah inspiratif remaja, cerita rakyat lokal, atau fabel dengan ilustrasi.</li>



<li>Membiasakan membaca bersama di awal pembelajaran. Saya membacakan teks dengan intonasi dan ekspresi, lalu mengajak siswa membaca bergantian untuk meningkatkan keterlibatan mereka.</li>



<li>Menggunakan teknik jigsaw untuk melatih siswa bekerja sama memahami teks secara bertahap. Setiap kelompok memegang bagian teks dan saling menjelaskan kepada kelompok lain.</li>



<li>Membuat jurnal literasi mingguan, di mana siswa diminta menuliskan satu hal menarik dari bacaan yang mereka pilih sendiri dari sudut baca kelas.</li>



<li>Memberikan pertanyaan pemantik sederhana sebelum membaca, agar siswa lebih siap dan memiliki tujuan membaca yang jelas.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Hasil upaya</strong></h3>



<p>Setelah konsisten menerapkan strategi tersebut selama beberapa minggu, saya mulai melihat perubahan positif. Siswa menjadi lebih terbuka untuk mencoba membaca, dan beberapa bahkan mulai meminjam buku di sudut baca.</p>



<p>Saat diskusi kelas, mereka bisa mengungkapkan isi teks meskipun dengan kalimat sederhana. Kemampuan menyimpulkan bacaan meningkat, dan hasil latihan soal bacaan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Pengalaman berharga yang didapat</strong></h3>



<p>Saya belajar bahwa literasi bukan sekadar soal kemampuan teknis membaca, tapi juga tentang membangun rasa percaya diri dan minat siswa terhadap bacaan.</p>



<p>Memberi ruang yang nyaman, pendekatan yang tidak menghakimi, serta pemilihan teks yang relevan bisa membuka jalan bagi siswa untuk mulai mencintai membaca.</p>



<p>Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa peningkatan literasi harus dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran. Setiap langkah kecil dari siswa patut diapresiasi, karena dari situlah semangat belajar akan tumbuh.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus 2 – Kurangnya Media Pembelajaran</h3>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Permasalahan yang di hadapi</strong></h3>



<p>Ada satu momen yang masih saya ingat dengan jelas. Di tengah penjelasan saya tentang materi &#8220;konversi energi&#8221; pada pelajaran IPA, seorang siswa mengangkat tangan dan bertanya, “Bu, itu maksudnya energi gerak berubah jadi apa, sih? Saya nggak bisa ngebayangin.”</p>



<p>Pertanyaan itu sederhana, tapi mengena. Saya sadar, selama ini saya terlalu mengandalkan penjabaran verbal dan papan tulis, tanpa memberi visualisasi yang bisa diakses semua siswa.</p>



<p>Beberapa anak mungkin bisa membayangkan dari cerita, tapi yang lainnya butuh melihat langsung dan di situlah masalahnya, bahwa saya tidak punya media bantu yang memadai untuk menjembatani konsep abstrak menjadi sesuatu yang lebih konkret.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Upaya penyelesaian masalah</strong></h3>



<p>Alih-alih membeli alat peraga baru yang tentu butuh anggaran, saya mulai dari sesuatu yang bisa saya jangkau. Saya cari barang-barang bekas di rumah seperti dinamo kecil dari mainan rusak, sendok logam, baterai, dan kabel, yang saya rakit jadi alat demonstrasi konversi energi sederhana.</p>



<p>Waktu alat itu saya tunjukkan di kelas, ekspresi para siswa berubah. Ada yang langsung bersorak, ada yang maju ingin mencoba. Mereka bukan hanya menonton, tapi ikut terlibat.</p>



<p>Dari situ saya mulai mengajarkan <a href="https://mamikos.com/info/cara-membuat-media-pembelajaran-interaktif-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">cara membuat media pembelajaran</a> dan melibatkan mereka membuat alat peraga versi mereka sendiri dari benda sehari-hari. Beberapa kelompok bahkan merekam penjelasan mereka dan membuat video pendek. Saya bantu unggah di grup kelas agar bisa dilihat semua.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-tugas-refleksi-modul-pedagogik-topik-1-8-ppg-pai-kemenag-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-tugas-refleksi-modul-pedagogik-topik-1-8-ppg-pai-kemenag-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/09/contoh-tugas-refleksi-modul-Pedagogik-topik-1-8-PPG-PAI-Kemenag-720x480.jpg" alt="Contoh Tugas Refleksi Modul Pedagogik Topik 1-8 PPG PAI Kemenag 2026" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Tugas Refleksi Modul Pedagogik Topik 1-8 PPG PAI Kemenag 2026</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Hasil upaya</strong></h3>



<p>Hasilnya tidak hanya terlihat dari meningkatnya skor ulangan harian, tapi dari sikap mereka selama pembelajaran. Siswa yang sebelumnya pasif jadi lebih aktif.</p>



<p>Mereka bertanya, berdiskusi, bahkan saling mengoreksi dengan cara yang asyik. Kelas tidak lagi sunyi seperti sebelumnya. Kali ini ramai karena mereka benar-benar terlibat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Pengalaman berharga yang didapat</strong></h3>



<p>Saya belajar bahwa siswa tidak butuh guru yang sempurna, tapi guru yang mau berusaha mencari cara terbaik agar mereka bisa paham. Media pembelajaran ternyata tidak hanya alat-alat canggih, melainkan bagaimana kita menghidupkan pembelajaran itu sendiri.</p>



<p>Saya jadi semakin percaya bahwa ketika guru mau sedikit “turun tangan”, siswa akan lebih mudah membuka diri dan semangatnya pun tumbuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus 3 – Rendahnya Partisipasi Siswa dalam Diskusi Kelas</h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. Permasalahan yang dihadapi</h3>



<p>Dalam pembelajaran IPS kelas VIII, saya sering mengajak siswa berdiskusi tentang peristiwa sosial di sekitar mereka. Namun, setiap kali diskusi berlangsung, hanya beberapa siswa yang aktif berbicara, sementara sebagian besar lainnya memilih diam.</p>



<p>Bahkan ketika saya memberikan pertanyaan terbuka, banyak siswa menunduk, menghindari kontak mata, atau saling mendorong temannya untuk menjawab. Akibatnya, diskusi kelas tidak berjalan maksimal dan tujuan pembelajaran kurang tercapai.</p>



<p>Setelah saya amati, sebagian siswa merasa takut salah, kurang percaya diri, dan khawatir ditertawakan oleh teman-temannya jika jawabannya keliru.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Upaya penyelesaian masalah</h3>



<p>Untuk mengatasi masalah tersebut, saya mulai melakukan beberapa langkah berikut:</p>



<p>Saya menciptakan suasana kelas yang lebih aman dan suportif dengan menegaskan bahwa tidak ada jawaban yang salah selama disampaikan dengan sopan dan berdasarkan pemikiran sendiri.</p>



<p>Saya membagi siswa ke dalam kelompok kecil berisi 4–5 orang untuk melakukan diskusi awal sebelum berbicara di forum kelas. Dengan cara ini, mereka bisa berlatih menyampaikan pendapat terlebih dahulu dalam kelompok.</p>



<p>Saya menerapkan metode “think–pair–share”, yaitu siswa berpikir sendiri, berdiskusi dengan pasangan, lalu berbagi di depan kelas.</p>



<p>Saya memberikan apresiasi sederhana, seperti pujian verbal atau poin keaktifan, bagi siswa yang berani mencoba berbicara.</p>



<p>Saya juga menyiapkan pertanyaan bertahap, dari yang mudah hingga lebih menantang, agar siswa tidak merasa langsung terbebani.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Hasil upaya</h3>



<p>Setelah beberapa kali pertemuan, suasana diskusi mulai berubah. Siswa yang sebelumnya pasif mulai berani menyampaikan pendapat, meskipun masih singkat dan sederhana.</p>



<p>Diskusi kelompok menjadi lebih hidup, dan ketika masuk ke diskusi kelas, jumlah siswa yang aktif meningkat. Mereka juga terlihat lebih saling menghargai pendapat teman.</p>



<p>Nilai tugas berbasis diskusi pun menunjukkan peningkatan, karena siswa lebih memahami materi melalui proses bertukar pikiran.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Pengalaman berharga yang didapat</h3>



<p>Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa rendahnya partisipasi siswa bukan selalu karena mereka tidak mampu, tetapi karena belum merasa aman dan percaya diri.</p>



<p>Sebagai guru, saya perlu menjadi fasilitator yang membangun iklim belajar positif, bukan hanya penyampai materi. Memberi ruang untuk mencoba, salah, dan belajar bersama ternyata sangat penting dalam membentuk keberanian siswa.</p>



<p>Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keaktifan siswa tumbuh ketika mereka merasa dihargai dan didukung sepenuh hati.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Dimaksud dengan Studi Kasus PPG?</h2>



<p>Studi kasus PPG adalah salah satu bentuk tugas yang mengajak guru untuk bercerita tentang pengalaman nyata saat mengajar.</p>



<p>Isinya bisa bermacam-macam, tapi biasanya berangkat dari satu masalah yang muncul di kelas, lalu diceritakan bagaimana guru menghadapinya, apa hasilnya, dan pelajaran apa yang dapat diambil dari pengalaman tersebut.</p>



<!--nextpage-->



<p>Melalui studi kasus ini, guru tidak hanya menunjukkan apa yang mereka lakukan, tapi juga bagaimana cara berpikir saat menghadapi tantangan.</p>



<p>Studi kasus PPG juga bisa menjadi semacam ruang untuk refleksi untuk melihat kembali apa yang sudah berjalan baik, apa yang belum, dan apa yang bisa diperbaiki ke depannya.</p>



<p>Lalu apa saja sih yang dibahas dalam contoh studi kasus PPG 2026 yang nanti akan Mamikos berikan? Nah, yang dibahas dalam studi kasus biasanya meliputi empat hal penting, yaitu:</p>



<ul>
<li>Apa masalah yang muncul saat pembelajaran.</li>



<li>Apa yang dilakukan untuk mengatasinya.</li>



<li>Hasil yang terlihat setelah upaya dilakukan.</li>



<li>Pengalaman berharga yang didapat dari proses tersebut.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Membuat Studi Kasus PPG</h2>



<p>Selanjutnya agar studi kasus dalam proses PPG berjalan dengan baik dan dapat dinilai secara optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.</p>



<p>Sebelumnya perlu diingat bahwa studi kasus yang baik tidak hanya menceritakan pengalaman mengajar, tetapi juga menunjukkan kemampuan reflektif dan pemahaman yang lebih terhadap proses pembelajaran.</p>



<p>Sebagai panduan pembuatan studi kasus PPG 2026, berikut beberapa langkah yang dapat diikuti:</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. Mulailah dari permasalahan yang benar-benar terjadi di kelas</h4>



<p>Pertama, pilih satu situasi atau tantangan yang pernah Anda alami sendiri saat mengajar. Permasalahan tersebut bisa berkaitan dengan rendahnya minat belajar siswa, kurangnya media pembelajaran, kesulitan memahami konsep, atau hal lain yang relevan.</p>



<p>Hindari membuat kasus yang terlalu umum atau tidak memiliki konteks yang jelas, karena hal tersebut akan menyulitkan saat menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. Jelaskan upaya penyelesaian secara runtut dan masuk akal</h4>



<p>Kemudian tuliskan apa saja yang telah Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sampaikan secara mengalir, mulai dari hal yang paling awal dilakukan, pertimbangan dalam memilih strategi, hingga pelaksanaan di kelas.</p>



<p>Hindari hanya menyebutkan teori atau pendekatan secara singkat, ya, tetapi tunjukkan bagaimana hal itu benar-benar diterapkan dalam situasi nyata.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. Tunjukkan hasilnya baik secara proses maupun dampaknya</h4>



<p>Bagian ini penting untuk menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan memiliki dampak. Hasil yang disampaikan tidak selalu harus berupa peningkatan nilai, tetapi bisa juga berupa perubahan perilaku belajar, meningkatnya partisipasi siswa, atau suasana kelas yang menjadi lebih kondusif.</p>



<p>Intinya, bisa disimpulkan bahwa semakin konkret hasil yang ditunjukkan, maka semakin kuat pula kualitas studi kasus tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">4. Tutup dengan refleksi pribadi yang jujur dan bermakna</h4>



<p>Selanjutnya sampaikan apa yang Anda pelajari dari pengalaman tersebut. Refleksi yang baik akan menunjukkan bahwa Anda mampu mengambil pelajaran dari situasi yang dihadapi dan siap untuk terus berkembang sebagai pendidik.</p>



<h4 class="wp-block-heading">5. Gunakan bahasa yang jelas, mengalir, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan</h4>



<p>Terakhir, pastikan penulisan studi kasus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun tetap terasa alami dan tidak kaku. Jangan gunakan istilah-istilah teknis yang terlalu berat, kecuali memang relevan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Demikian pembahasan Mamikos kali ini tentang contoh studi kasus PPG 2026 dan bagaimana cara membuatnya yang benar. Semoga artikel ini membantu proses Anda, ya.</p>



<p>Jangan lupa mampir ke blog Mamikos untuk mendapatkan berbagai tips hingga <a href="https://mamikos.com/info/contoh-soal-ukpppg-kry/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">contoh soal UKPPPG 2026</a> terbaru. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b" data-mobilecollapse="true" data-desktopcollapse="true">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-0fe2f41d-da51-4442-925e-8d10f5df1893">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="false" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap ub-hide" id="ub-content-toggle-panel-0-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b">

<p>Contoh Studi Kasus PPG 2025 Batas 500 Kata, Cocok untuk Guru SD-SMA [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8030743/contoh-studi-kasus-ppg-2025-batas-500-kata-cocok-untuk-guru-sd-sma</p>



<p>4 Contoh Studi Kasus PPG 2025 Masalah Media, LKPD, Strategi Pembelajaran, dan Penilaian [Daring]. Tautan: https://www.tribunnews.com/pendidikan/2025/07/29/4-contoh-studi-kasus-ppg-2025-masalah-media-lkpd-strategi-pembelajaran-dan-penilaian?page=4</p>



<p>Contoh Studi Kasus PPG [Daring]. Tautan: https://id.scribd.com/document/793771495/CONTOH-STUDI-KASUS-PPG</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjogja" target="_blank">Kost Jogja Murah<br></a><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjakarta" target="_blank">Kost Jakarta Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bandung-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbandung" target="_blank">Kost Bandung Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-denpasar-bali-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosdenpasar" target="_blank">Kost Denpasar Bali Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossurabaya" target="_blank">Kost Surabaya Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossemarang" target="_blank">Kost Semarang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmalang" target="_blank">Kost Malang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossolo" target="_blank">Kost Solo Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bekasi-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbekasi" target="_blank">Kost Bekasi Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-medan-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmedan" target="_blank">Kost Medan Murah</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86633" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/">3 Contoh Studi Kasus PPG 2026 dan Cara Membuatnya agar Lulus UKPPPG</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025.jpg" length="285042" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025-480x480.jpg" width="480" height="480" />
        </item>
    </channel>
</rss>