34 Tarian Daerah di Provinsi Indonesia beserta Asal Daerah dan Gambarnya Lengkap!
Indonesia begitu kaya. Salah satu bukti kekayaannya adalah begitu banyaknya tarian daerah di Indonesia. Simak tarian tradisional di Indonesia dalam artikel ini.
6. Tari Selamat Datang Papua

Tari Selamat Datang menjadi salah satu dari tarian daerah di Provinsi Indonesia yang juga berkesan. Tari tradisional satu ini akan diperagakan sebagai tari penyambutan untuk para tamu.
Biasanya tarian ini akan dilakukan oleh penari pria dan wanita untuk menyambut para tamu kehormatan atau tamu penting yang tengah berkunjung.
Di dalam pertunjukannya, para penari akan menggunakan kostum busana tradisional khas Papua yang disertai dengan atribut seperti senjata dan alat musik tradisional Tifa.
Hal yang membuat tarian ini unik adalah ketika para penari wanita menjemput tamu yang kemudian dilanjutkan dengan memasangkan penutup kepala dan kalung sebagai tanda penghormatan mereka. Unik sekali, ya.

Advertisement
7. Tari Tenun Songket

Berikutnya ada Tari Tenun Songket yang menjadi bagian dari daftar tarian daerah di Provinsi Indonesia. Tarian satu ini juga cukup populer lho.
Tarian Tenun Songket adalah jenis tari tradisional dari Sumatera Selatan dan menggambarkan kegiatan remaja putri dan ibu rumah tangga di Palembang dalam memanfaatkan waktu luang dengan menenun kain songket.
Tarian ini akan dibawakan oleh lima orang, para penari menggunakan baju khas Palembang yang didominasi oleh warna emas dan tak ketinggalan pula dengan kain songket di bagian bawahnya.
Dalam pertunjukannya penari akan diiringi oleh alat musik gendang dan musik perkusi yang dimainkan secara bersamaan.
8. Tari Campak

Tarian ini berasal dari daerah Bangka Belitung. Tari Campak juga menggambarkan sebuah keceriaan dari bujang dan dayang yang biasanya dipertunjukan pada saat panen padi atau sepulang dari ume atau kebun.
Tarian yang masuk dalam daftar tarian daerah di Provinsi Indonesia rekomendasi Mamikos ini juga kadang diperagakan sebagai hiburan dalam berbagai kegiatan, seperti penyambutan tamu atau pada pesta pernikahan.
Tarian ini berkembang pada masa kependudukan banga Portugis di Bangka Belitung. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa gerakan serta busana para penari wanita yang bergaya Eropa dan terasa cukup kental.