5 Teks Ceramah Sebelum Tarawih Ramadan 2026 Singkat dan Bermakna
Masih bingung mencari contoh teks ceramah sebelum shalat tarawih Ramadan 2026? Yuk, temukan contoh-contoh teksnya di sini!
Biasanya saat akan melaksanakan shalat tarawih akan didahului dengan pembacaan ceramah singkat yang kebanyakan berkaitan dengan bulan Ramadan.
Umumnya ceramah yang disampaikan ini singkat, tetapi memiliki makna mendalam dengan harapan tidak membuat orang menunggu lama untuk kemudian segera menunaikan ibadah shalat tarawih.
Nah, di artikel ini Mamikos akan memberikan beberapa contoh teks ceramah sebelum shalat tarawih Ramadan 2026. Jadi, silakan baca contoh-contohnya di artikel ini! ☪️🎙️
Daftar Isi
Contoh Teks Ceramah Sebelum Tarawih 2026

Biasanya sebelum shalat Tarawih dimulai akan diawali dengan pembacaan teks ceramah singkat dan bermakna yang isinya menyampaikan keutamaan bulan suci Ramadan.
Umumnya teks ceramah yang disampaikan ini singkat sehingga tidak memakan waktu lama sehingga shalat tarawih bisa segera dimulai.
Berikut ini beberapa contoh teks ceramah sebelum shalat tarawih yang bisa kamu jadikan pilihan apabila kamu diminta mengisi ceramah.
Contoh Teks Ceramah 1
Assalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuh
Hadirin jamaah yang dirahmati oleh Allah SWT.
Dalam tinjauan kaitan antar ayat atau yang biasa disebut dengan munasabah, perintah menjalankan puasa lahir sesudah Allah SWT memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga keselarasan jiwa yang menjadi salah satu inti dari syariat.
Puasa untuk menjalankan puasa diturunkan sebagai bentuk strategi spiritual untuk menjadikan jiwa manusia menjadi sehat dengan cara melakukan pengendalian diri supaya tidak melampaui batasa-batasan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
Hanya saja, Allah SWT merupakan Zat Maha Adil lagi Bijaksana, sehingga apabila kita tidak mampu menjalankan puasa karena alasan tertentu, kita diijinkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa.
Mereka yang tidak menjalankan kewajiban puasa ini memiliki tanggungan untuk mengganti puasanya di lain hari.
Golongan yang dibolehkan tidak menjalankan puasa Ramadan ini antara lain para musafir, orang yang sedang sakit yang apabila dibuat puasa sakitnya bertambah parah, ibu yang tengah hamil dan menyusui, para pekerja berat, dan para lansia.
Mereka yang mampu berpuasa diwajibkan untuk mengganti di lain hari, sementara bagi mereka yang tidak mampu berpuasa dibolehkan menggantinya dengan memberi makan fakir miskin.
Berdasarkan uraian ini dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Allah SWT bahwa puasa bukanlah siksaan, melainkan suatu laku agar kita bisa mengendalikan diri sekaligus sebagai cara Allah SWT untuk menumbuhkan empati dari hati kita.
Dengan berpuasa akan membuat kita tahu apa yang dirasakan saudara kita yang miskin. Sehingga kita tidak hanya merasakan iba, tetapi juga akan muncul keinginan membantu saudara kita yang kurang mampu dengan cara berbagi makanan dan minuman untuk berbuka puasa.
Hadirin, empati yang telah tumbuh di hati kita sebaiknya kita rawat dan pupuk supaya terus berkembang dan memberikan dampak kebaikan kepada seluruh umat manusia.
Jadi, perbuatan baik yang kita lakukan ini bukan hanya di bulan Ramadan saja, tetapi juga di waktu lain hingga usai usia yang kita punya. Semoga Allah SWT memudahkan jalan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik di sisa-sisa usia kita.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Contoh Teks Ceramah 2
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Marilah kita panjatkan segala puji kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan. Islam mengajarkan bahwa beribdah bisa dilakukjan dengan mudah, semudah menjalankan yang disyariatkan dengan wajar dan ikhlas.
Namun, yang menjadi tantangannya adalah bagaimana cara kita memahami orientasi cara kita beribadah sehingga bisa menjawab pertanyaan untuk apa kita berpuasa?
Sebenarnya tujuan dari berpuasa ini ada begitu banyak, tetapi yang paling utama adalah membuat kita terbiasa menahan diri.
Di hari-hari biasa, mungkin ada kita masih sering dikuasai oleh hawa nafsu sehingga membuat kita kehilangan kontrol diri.
Kita sering marah-marah dan membuat orang-orang terdekat terluka baik secara fisik dan mental atau sering dikuasai hawa nafsu sehingga menyantap apa saja yang membuat berat badan meningkat sehingga kesehatan kita terganggu.
Maka dari itu, di bulan puasa ini kita akan belajar menjauhi hal-hal itu dengan membiasakan diri untuk mengontrol diri.
Meski tidak mudah, tetapi dengan melatih sedikit demi sedikit tentunya akan membuat diri kita terbiasa untuk melakukan kontrol terhadap keinginan kita.
Semoga dengan kemampuan mengontrol diri yang kita peroleh melalui puasa Ramadan ini dapat membawa kebaikan kepada sesama.
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Halaman:



