8 Tempat Wisata di Kediri yang Lagi Hits dan Instagramable, Sudah Pernah Kesini?
Kota dengan julukan “Kota Tahu” ini nyatanya juga memiliki banyak tempat wisata dan atraksi yang layak dikunjungi, lho. Simak rekomendasinya dalam artikel ini.
5. Kelenteng Tjoe Hwie Kiong

Ketika jalan-jalan di Kediri, kamu juga jangan sampai melewatkan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong.
Kelenteng yang dibangun pada tahun 1895 ini merupakan peninggalan orang-orang Tionghoa yang datang ke Kediri untuk mencari peruntungan.
Berlokasi di jalan Yos Sudarso, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong akan menyambut kamu dengan gerbang megah berwarna merah yang tampak kontras dengan bangunan-bangunan di sekitarnya.
Di dalam bangunan utama kelenteng, terdapat altar Tri Nabi Agung yang digunakan oleh pemeluk agama Tao, Buddha, dan Konghucu.
Pada halaman depan kelenteng, kamu bisa melihat patung burung Hong dan patung naga berdiri megah yang yang menjadi penjaga kompleks kelenteng Tjoe Hwi Kiong.
Sementara itu, pada halaman belakang kelenteng terdapat kolam ikan yang berisi puluhan ikan Koi warna-warni.
Di sisi barat bangunan utama Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, terdapat panggung yang digunakan untuk menampilkan pertunjukan wayang potehi.
Meskipun tidak dipentaskan setiap hari, pertunjukan tersebut bisa kamu nikmati pada sore hari pada pukul 15.00 WIB dan malam hari pada pukul 19.00 WIB.
6. Bukit Kura-Kura Ongakan

Bagi kamu yang menyukai pemandangan alam, kamu bisa bepergian ke destinasi wisata baru Kediri yakni Bukit Ongakan.
Dikenal juga sebagai Bukit Kura-Kura karena bentuknya yang tampak seperti kura-kura, destinasi wisata satu ini terletak di lereng gunung Kelud.
Ketika menuju bukit, kamu akan berjalan menyusuri hutan pinus yang cukup panjang dan sunyi. Kamu juga bisa menggunakan sepeda motor untuk mencapai puncak bukit, ya.
Sayangnya, di area ini belum terdapat jalan yang cukup lebar sehingga kamu harus mengandalkan jalan setapak dengan medan yang cukup berat.
Meskipun demikian, perjuangan kamu akan terbayarkan dengan pemandangan menawan yang disuguhkan dari bukit.
Di puncak bukit, terdapat beberapa platform kayu yang bisa digunakan untuk mengambil foto-foto. Selain panorama perbukitan, kamu juga bisa menemukan air terjun yang bisa dikunjungi, lho.
Mengenai biaya masuk, kamu hanya cukup membayar biaya retribusi saja sebesar empat ribu rupiah. Oh ya, karena suasananya yang masih sepi, disarankan untuk tidak mengunjungi kawasan melebihi pukul 5 sore, ya.
Halaman:

