5 Macam Teori Kedaulatan beserta Penjelasan dan Contoh Negara Penganutnya

Pahami seluk beluk tentang kedaulatan dalam konteks tata negara beserta negara penganutnya di artikel ini.

26 Maret 2024 Fajar Laksana

5 Macam Teori Kedaulatan beserta Penjelasan dan Contoh Negara Penganutnya – Kedaulatan merupakan representasi nyata dari sebuah pengaruh dan kekuatan mutlak.

Kedaulatan juga menunjukkan adanya wewenang untuk menentukan suatu arah dan keputusan penting. Pada konteks kenegaraan, kedaulatan adalah suatu hal yang harus dijaga demi kelangsungan negara.

Secara praktik, kedaulatan negara menjamin pada kemandirian suatu bangsa saat mengelola negara. Namun, apa itu kedaulatan, dan apa saja macam teori kedaulatan beserta penjelasan dan contohnya? Simak di sini.

Pengertian Kedaulatan

Macam Teori Kedaulatan beserta Penjelasan dan Contoh Negara Penganutnya
smkn1saptosari.sch.id

Kedaulatan adalah konsep politik yang merujuk pada kekuasaan tertinggi yang dimiliki oleh suatu negara untuk mengatur dirinya sendiri tanpa campur tangan dari pihak luar. 

Kedaulatan yang dimaksud mencakup hak untuk membuat undang-undang, menegakkan hukum, dan mengambil keputusan politik, ekonomi, dan sosial tanpa intervensi eksternal yang tidak diinginkan. 

Bahkan, kedaulatan juga meliputi kontrol atas wilayah, rakyat, dan sumber daya suatu negara.

Menurut ahli tata negara Jean Bodin, kedaulatan adalah kekuasaan absolut yang tidak terbatas yang dimiliki oleh negara. 

Bodin menyatakan bahwa negara harus memiliki kekuasaan tertinggi di dalam wilayahnya tanpa adanya campur tangan dari pihak luar. 

Pemikiran ini mendasari prinsip utama dalam teori negara modern, di mana negara dianggap sebagai entitas politik yang independen dan memiliki otoritas tertinggi dalam wilayahnya.

Namun, konsep kedaulatan telah berkembang seiring waktu dan menjadi lebih kompleks dalam era globalisasi

Beberapa ahli menyoroti bahwa kedaulatan tidak lagi bersifat absolut dalam konteks global yang semakin terhubung. 

Interaksi antarnegara, perdagangan internasional, aliansi politik, dan organisasi internasional seperti PBB memainkan peran penting dalam pembatasan kedaulatan negara-negara.

Ahli tata negara seperti Stephen D. Krasner memperkenalkan konsep “kedaulatan terbatas” untuk merujuk pada pembatasan yang dihadapi negara dalam menjalankan kekuasaannya. 

Krasner menekankan bahwa negara-negara sering kali harus mengorbankan sebagian kedaulatan mereka untuk mencapai keuntungan dalam hubungan internasional. 

Kedaulatan dapat terwujud melalui keterlibatan dalam perjanjian internasional, perdagangan, atau bahkan intervensi militer.

Close