Advertisement
Source : kemenparekraf.go.id

18 Tradisi Jawa Tengah yang Masih Ada hingga Sekarang dan Maknanya

Di tengah arus modernisasi, masyarakat Jawa Tengah tetap melestarikan tradisi leluhur yang hingga kini masih dijalankan yang sarat nilai budaya.

27 Januari 2026 Nana

15. Jamasan Pusaka

Tradisi Jawa Tengah yang Masih Ada hingga Sekarang dan Maknanya
superradio.id

Di daftar tradisi Jawa Tengah yang masih ada sampai sekarang ada Jamasan Pusaka yang merupakan upacara adat dalam budaya Jawa yang tujannya adalah untuk membersihkan, merawat, dan menghormati pusaka keluarga atau kerajaan.

Pusaka dalam konteks ini merujuk kepada benda-benda bersejarah atau warisan leluhur yang memiliki nilai historis, budaya, atau spiritual.

Biasanya, Jamasan Pusaka akan melibatkan serangkaian ritual, acara doa, dan tata cara khusus yang dilakukan para ahli dalam bidangnya atau seorang ketua adat.

16. Sekaten

Tradisi Jawa Tengah yang Masih Ada hingga Sekarang dan Maknanya
id.wikipedia.org

Tradisi Jawa Tengah lainnya yang masih dilaksanakan sampai sekarang adalah Sekaten. Acara ini adalah sebuah festival tahunan yang sangat penting dan bersejarah, khususnya di kota Yogyakarta dan Solo (Surakarta).

Festival Sekaten setiap tahun dirayakan semata-mata untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

17. Saparan

Tradisi Jawa Tengah yang Masih Ada hingga Sekarang dan Maknanya
beritamagelang.id

Saparan jadi salah satu tradisi Jawa Tengah yang masih dilakukan dan dilestarikan hingga sekarang. Waktu pelaksanaan Saparan adalah setiap bulan Safar dalam penanggalan Jawa yang tujuannya adalah untuk menunjukkan rasa syukur serta memohon penjagaan dari Allah SWT.

Ritualnya pelaksanaannya bisa saja bervariasi di tiap daerah, namun esensi pelaksanaan upacara ini masih sama, yaitu memohon perlindungan Allah agar terhindar dari malapetaka.

Beberapa daerah yang terkenal sering mengadakan ritual Saparan di antaranya adalah Yaqowiyu di Klaten, Saparan Bekakak di Yogyakarta, dan tradisi serupa di Kabupaten Magelang.

18. Merti Dusun

Tradisi Jawa Tengah yang Masih Ada hingga Sekarang dan Maknanya
bantulkab.go.id

Merti Dusun menjadi satu tradisi di Jawa Tengah yang melambangkan rasa syukur masyarakat desa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia yang mereka terima sepanjang tahun.

Tradisi Merti Dusun dimulai dengan membersihkan lingkungan desa dengan cara bergotong royong, yang diikuti dengan kenduri dan pelaksanaan doa bersama.

Beberapa desa bahkan mengadakan kirab budaya yang diikuti seluruh warga desa. Tradisi ini biasanya dilaksanakan setelah panen raya atau sesuai dengan penanggalan Jawa.

Tradisi Merti Dusun diyakini dapat memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan dalam komunitas desa. Selain itu juga untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya yang diwariskan nenek moyang secara turun menurun.

Penutup

Secara keseluruhan, kekayaan tradisi Jawa Tengah yang masih ada hingga sekarang dan maknanya menjadi cermin dari kearifan lokal yang menempatkan harmoni sebagai tujuan tertinggi dalam kehidupan, baik harmoni dengan Sang Pencipta, sesama manusia, maupun alam semesta. ๐ŸŒฒโœจ

Melalui pelestarian ritual-ritual tersebut, masyarakat Jawa tidak hanya sekadar menjaga warisan leluhur secara seremonial, tetapi juga terus menghidupkan nilai-nilai gotong royong, introspeksi diri, dan rasa syukur yang relevan di setiap zaman.

Referensi:


Halaman:

Advertisement