Urutan Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia dan Sejarahnya Singkat
Jika kamu sedang mencari urutan kerajaan Hindu Tertua di Indonesia dengan sejarahnya, baca artikel berikut ini hingga selesai.
6. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan bercorak hindu di pulau Jawa yang memiliki peninggalan bangunan-bangunan suci nan megah adalah kerajaan Mataram Kuno,
Kerajaan ini berdiri pada kisaran abad ke-8 M dengan raja pertama yang bernama Sanjaya.
Dalam perjalanannya kerajaan Mataram Kuno ini dipimpin oleh dua dinasti yakni dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan dinasti Syailendra yang beragama budha.
Tak jarang kedua dinasti ini saling berselisih paham hingga terjadi peperangan.
Salah satu masa terbaik di Mataram Kuno adalah ketika Rakai Pikatan yang berasal dari Dinasti Sanjaya menikah dengan Pramodhawardhani yang berasal dari dinasti Syailendra.
Pernikahan beda agama ini membuat Mataram Kuno mencapai masa kestabilan sehingga banyak bangunan-bangunan suci yang megah didirikan.
Beberapa contoh bangunan suci yang didirikan pada masa ini adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang oleh sebagian orang dikatakan sebagai hadiah pernikahan antara Rakai Pikatan dan Pramodhawardhani.
Pada kisaran abad 10 M, terjadi letusan gunung Merapi yang sangat dahsyat.
Di samping itu menguatnya kerajaan Sriwijaya memaksa Mpu Sindok, selaku raja di kerajaan Mataram Kuno memindahkan pusat kerajaan dari Jawa Tengah menuju ke Jawa Timur.
Bukti Sejarah Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia
Untuk memahami urutan kerajaan Hindu tertua di Indonesia, penting untuk mengetahui sumber sejarah yang digunakan oleh para ahli. Keberadaan sebuah kerajaan tidak hanya ditentukan berdasarkan cerita turun-temurun, tetapi juga ditelusuri melalui peninggalan tertulis, benda arkeologi, dan catatan dari bangsa lain.
Berikut beberapa jenis sumber sejarah yang membantu menjelaskan keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia.
1. Prasasti
Prasasti merupakan tulisan yang dipahat pada media keras, seperti batu atau lempengan logam. Sumber ini penting karena dapat memberikan informasi mengenai nama raja, kehidupan keagamaan, peristiwa penting, hingga kondisi sosial dan politik pada masa kerajaan.
Salah satu contohnya adalah prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Prasasti ini menyebutkan nama Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman, serta memberikan petunjuk mengenai perkembangan tradisi Hindu di lingkungan kerajaan tersebut.
Contoh lainnya adalah prasasti Ciaruteun yang berkaitan dengan Raja Purnawarman dari Tarumanegara. Melalui prasasti semacam ini, para peneliti dapat mengkaji perkembangan kerajaan berdasarkan bukti tertulis yang masih bertahan.
2. Candi dan Bangunan Keagamaan
Peninggalan berupa candi dan bangunan suci dapat membantu menjelaskan perkembangan agama, seni, arsitektur, serta kemampuan teknologi masyarakat pada masa lampau.
Candi Prambanan, misalnya, merupakan kompleks percandian bercorak Hindu yang memiliki hubungan erat dengan perkembangan Kerajaan Mataram Kuno. Bentuk bangunan, relief, dan arca yang ditemukan dapat menjadi bahan kajian untuk memahami kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat saat itu.
Namun, usia bangunan dan hubungannya dengan suatu kerajaan tetap perlu diteliti melalui bukti arkeologi serta sumber sejarah lainnya.
3. Catatan dari Bangsa Asing
Informasi tentang kerajaan-kerajaan di Nusantara juga ditemukan dalam catatan dari bangsa asing. Catatan tersebut dapat membantu menjelaskan hubungan perdagangan, perjalanan, dan kehidupan masyarakat di wilayah Nusantara pada masa lampau.
Sebagai contoh, informasi mengenai Kerajaan Kalingga antara lain dikaitkan dengan catatan Tiongkok. Sumber dari luar wilayah Nusantara ini dapat melengkapi informasi dari prasasti maupun peninggalan arkeologi, meskipun isi dan konteksnya tetap perlu dikaji secara kritis.
4. Naskah dan Cerita Tradisional
Naskah kuno, babad, dan cerita tradisional juga dapat menjadi bahan untuk menelusuri masa lalu. Akan tetapi, informasi di dalamnya perlu dibandingkan dengan sumber lain karena sebagian ditulis jauh setelah peristiwa yang diceritakan terjadi.
Hal ini relevan ketika membahas Kerajaan Salakanagara. Kisah mengenai kerajaan tersebut kerap dikaitkan dengan masa awal sejarah di Jawa Barat, tetapi keberadaannya belum memiliki dukungan bukti primer sezaman yang kuat sebagaimana Kerajaan Kutai. Oleh karena itu, statusnya perlu dibedakan dari kerajaan yang keberadaannya telah didukung bukti tertulis yang dapat diteliti.
Selain tambahan tentang sumber sejarah, Anda juga bisa menyisipkan pembahasan berikut untuk memperkaya artikel dengan perbandingan antarkerajaan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat.
Perbedaan Kerajaan Hindu Tertua di Indonesia
Meskipun sama-sama bercorak Hindu, setiap kerajaan memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari lokasi, tokoh yang terkenal, hingga peninggalan sejarahnya. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu Anda mengenali ciri khas masing-masing kerajaan dengan lebih mudah.
Berikut beberapa perbedaan penting yang perlu diketahui.
- Kerajaan Kutai: Berada di Kalimantan Timur dan dikenal melalui Prasasti Yupa yang menyebutkan tiga generasi penguasa, yaitu Kudungga, Aswawarman, dan Mulawarman.
- Kerajaan Tarumanegara: Berkembang di wilayah Jawa Barat dan dikenal melalui sejumlah prasasti yang berkaitan dengan Raja Purnawarman, termasuk Prasasti Ciaruteun.
- Kerajaan Kalingga: Dikenal melalui catatan asing dan kisah kepemimpinan Ratu Shima. Lokasi pusat kerajaannya masih menjadi bahan kajian sejarah.
- Kerajaan Galuh: Berkembang di wilayah Tatar Sunda dan memiliki hubungan sejarah dengan Kerajaan Sunda.
- Kerajaan Kanjuruhan: Berada di wilayah Malang, Jawa Timur. Salah satu sumber penting mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo.
- Kerajaan Mataram Kuno: Berkembang di Jawa dan meninggalkan berbagai prasasti serta bangunan keagamaan. Kerajaan ini memiliki perkembangan tradisi Hindu dan Buddha.
Perlu diketahui bahwa urutan di atas mengikuti urutan pembahasan dalam artikel, bukan berarti seluruh kerajaan tersebut memiliki bukti pendirian dan kronologi yang sama kuatnya. Penentuan usia kerajaan juga perlu mempertimbangkan sumber sejarah yang tersedia.
Demikian ringkasan singkat tentang urutan kerajaan hindu tertua di Indonesia. Semoga artikel sederhana ini dapat menambah wawasan kamu tentang sejarah kerajaan hindu di Indonesia.
Halaman:


