Urutan Potong Kuku sesuai Sunnah Menurut Islam, Cara yang Benar, Hari Baik, dan Dalilnya
Dalam agama Islam, segala sesuatu dalam hidup memiliki ajaran dan tuntunan jelas, salah satunya tentang urutan potong kuku yang sesuai sunnah.
5. Ibu Jari
Terakhir, potonglah kuku ibu jari. Selesai, kuku pada kedua tangan telah dipotong dengan rapi.
Urutan yang Mamikos uraikan di atas bisa diikuti untuk memastikan bahwa setiap bagian tubuh mendapat perhatian yang sama dan setara.
Selalu dahulukan bagian kanan sesuai dengan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Mendahulukan anggota kanan dalam setiap perbuatan baik menjadi ajaran atau sunnah dari Rasulullah SAW.
Penting untuk diingat:
Selalu awali kegiatan memotong kuku dengan Basmalah: Setiap muslim dianjurkan untuk selalu memulai perbuatan baik, dengan membaca “Bismillaahirrahmaanirrahiim” (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
Niatkan ibadah: Selalu ingat untuk meniatkan dalam hati bahwa kegiatan memotong kuku yang dilakukan adalah ibadah untuk menjaga kebersihan (fitrah) dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW agar tetap bernilai pahala di mata Allah SWT.
Dalil dan Hadis Terkait Urutan Memotong Kuku
Meskipun tidak ada hadis yang secara spesifik mengatur urutan dalam memotong kuku, ada banyak riwayat yang menunjukkan kebiasaan baik Rasulullah SAW yang selalu mendahulukan bagian kanan dalam segala aktivitas.
Mulai dari berwudu, makan, atau bahkan dalam menggunakan sandal, Rasulullah selalu memulai dari kanan.
Salah satu hadis yang relevan dengan pernyataan tersebut diriwayatkan oleh Aisyah RA:
“Rasulullah SAW senang mendahulukan anggota kanannya dalam semua perbuatan baik saat berwudu, menyisir rambut, dan memakai sandal.” (Muttafaq ‘alaih)
Hadis tersebut menegaskan juga bahwa Rasulullah SAW selalu mengutamakan sisi yang kanan dalam segala aktivitas baiknya, termasuk dalam urusan kebersihan tubuh, seperti memotong kuku.
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW menjelaskan juga bahwa tangan kanan digunakan untuk bersuci dan makan, sementara tangan kiri digunakan untuk hal-hal yang lebih kotor.
Hal tersebut semakin memperkuat anjuran dalam Islam untuk selalu mendahulukan tangan kanan dalam segala aktivitas baik.
Waktu Paling Baik Seorang Muslim Memotong Kuku
Agama Islam memberikan kebebasan bagi umatnya untuk memotong kuku kapan saja alias tidak ada pakem khusus. Namun ada beberapa hari yang dianjurkan para ulama untuk melaksanakan amalan ini.
Dari kitab Al-Fiqh ‘Ala Al-Madzhahib Al-Arba’ah oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi, di dalamnya dianjurkan untuk memotong kuku pada hari Senin, Kamis, dan hari Jumat.
Hari-hari tersebut dianggap membawa kebaikan, keberkahan dan menjadi waktu yang utama untuk menjalankan amalan sunnah ini.
Selain hari baik, dalam Islam juga ada larangan untuk membiarkan kuku lebih dari 40 hari tanpa dipotong sama sekali.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa umat Islam sebaiknya tidak membiarkan kuku terlalu panjang sebab menghalangi kebersihan dan kesucian tubuh yang hendak beribadah.
Manfaat Memotong Kuku dalam Islam
Memotong kuku bukan sekadar amalan fisik, tetapi mendatangkan manfaat kesehatan dan kebersihan yang sangat esensial, baik dari perspektif agama maupun dunia medis.
Dalam ajaran Islam, kebersihan demikian dihargai, dan memotong kuku merupakan bagian dari menjaga anggota tubuh agar tetap bersih dan suci.
Halaman:

