10 Hari Terakhir Ramadan: Keutamaan, Amalan, dan Keistimewaannya bagi Seorang Muslim
Sudahkah kamu mempersiapkan 10 hari terakhir Ramadan sebelum pergi? Simak keutamaan dan ibadah yang bisa kamu lakukan di akhir Ramadan pada artikel ini!
2. Tilawah Al-Qurâan dan TadabburÂ
Tilawah Al-Qurâan dan tadabbur (memahami makna) adalah amalan yang tak terpisahkan dari ketika Ramadan, terlebih di 10 malam terakhir.Â
Di fase ini, kamu akan mendapatkan pahala yang luar biasa karena hubungan langsungnya dengan Lailatul Qadar dan turunnya Al-Qurâan di bulan suci ini.
Kamu bisa menargetkan one day one juz, atau semampumu yang penting pastikan setiap hari tidak lepas dari bacaan Qurâan. Selain membaca, kamu juga perlu memahami makna dari ayat-ayat yang sudah kamu baca.
3. Memperbanyak Doa
Doa adalah senjata seorang mukmin. Di 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah ï·ș sangat menganjurkan memperbanyak doa karena malam-malam ini merupakan waktu mustajabnya doa, terutama untuk mohon ampunan dan keberkahan.
Doa yang sangat dianjurkan, terutama saat mencari Lailatul Qadar, adalah:
âAllahumma innaka âafuwwun tuhibbul âafwa faâfu âanni.â
Artinya: âYa Allah, Engkau Maha Pengampun, menyukai ampunan, maka ampunilah aku.â
Doa ini termasuk doa yang diriwayatkan langsung dari Nabi ï·ș untuk dibaca di malam-malam tersebut.
Selain doa di atas, waktu tahajud, sujud akhir shalat, dan selepas witir menjadi saat terbaik untuk berdoa secara panjang lebar. Buatlah âdaftar doaâ untuk keluarga, rezeki berkah, kesehatan, dan ampunan dosa lalu baca dengan khusyuk.
4. IâtikafÂ
Iâtikaf adalah praktik sunnah meninggalkan kegiatan dunia dan berdiam di masjid untuk fokus ibadah. Ibadah ini menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan di 10 hari terakhir Ramadan sebagai bentuk totalitas dalam mengejar Lailatul Qadar.
Secara bahasa, iâtikaf berarti âmelekatâ pada Allah, yaitu menyibukkan diri dengan dzikir, shalat, tilawah, dan doa tanpa gangguan duniawi. Rasulullah ï·ș sendiri menerapkannya secara rutin di 10 hari terakhir Ramadan, dan tradisi ini kemudian dipraktekkan oleh para sahabat dan umat setelahnya.
Bagi yang tidak bisa menetap penuh 10 hari di masjid, kamu tetap bisa melakukannya meski minimalis. Misalnya iktikaf di malam ganjil saja, atau berdiam sebelum tahajjud hingga subuh di masjid.
5. Sedekah dan Kebaikan SosialÂ
Amalan sosial seperti sedekah di 10 hari terakhir Ramadan mendapatkan porsi besar karena waktu ini merupakan momentum keberkahan dan rahmat tersalurkan kepada masyarakat.Â
Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga memberikan makanan berbuka, membantu orang yang kurang mampu, dan kebaikan kecil lainnya.
Sedekah bisa dilakukan setiap hari sebagai bagian dari ibadah rutin. Misalnya menyisihkan nominal tetap tiap malam, berbuka bersama anak yatim, atau mengikuti kegiatan sosial dari lembaga dakwah.Â
Kesalahan Umum saat Mengejar 10 Hari Terakhir Ramadan
Semangat tinggi dalam mengejar 10 hari terakhir Ramadan tentu sangat baik. Namun, tanpa strategi yang tepat, semangat itu justru bisa membuat ibadah tidak maksimal.Â
Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari agar amalan di penghujung Ramadan tetap berkualitas dan konsisten.
1. Terlalu fokus pada satu malam tertentu saja
Sebagian orang hanya menghidupkan malam ke-27 karena menganggapnya sebagai malam paling kuat untuk Lailatul Qadar malam ganjil.Â
Padahal, Nabi ï·ș menganjurkan mencari Lailatul Qadar di seluruh malam ganjil pada 10 terakhir. Jika hanya fokus pada satu malam, besar kemungkinan kamu akan melewatkan peluang besar di malam lainnya.
Halaman:


